SIANTAR, SENTERNEWS
Sejak berdiri bulan Mei 2025 lalu, dari 53 Koperasi Merah Putih (KMP)di 53 kelurahan se Kot Siantar, tiga unit diantaranya sudah beroperasi menggunakan modal sendiri. Sedangkan yang lain masih menunggu proses dari BUMN Agrinas.
“Koperasi Merah Putih di 53 kelurahan itu, semua sudah masuk aplikasi Simkopdes (Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan) sebagai platform digital resmi dari Kementerian Koperasi dan UKM,” kata Herbet Aruan Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Siantar, Rabu (12/11/2025).
Tiga yang sudah beroperasi itu, KMP Siopat Suhu Kecamatan Siantar Timur, KMP Tomuan Kecamatan Siantar Timur dan KMP Parhorasan Nauli Kecamatan Siantar Marihat. Bermitra dengan PT Bulog, PT Pertamina dan PT Pupuk Indonesia untuk pengadaan beras, minyak goreng, gula, LPG 3 Kg dan pupuk.
Dijelaskan, sebelumnya pengadaan modal KMP yang direncanakan berasal dari Himpunan Bank Pemerintah (Himbara) dialihkan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Agrinas yang bergerak di sektor pertanian dan jasa konstruksi untuk terlibat dalam program pembangunan Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia
“Saat ini, kita sedang fokus pengadaan lahan dan bangunan kantor dan sedang dilakukan pendataan lahan atau bangunan milik Pemko Siantar dengan sistim pinjam,” imbuh Aruan.
Pengadaan atau pembangunan kantor tersebut akan dilakukan BUMN Agrinas. Begitu juga soal pengadaan modal. Namun, sampai saat ini masih menunggu petunjuk teknis dari BUMN Agrinas.
“Sudah ada rencana 800 unit Koperasi Merah Putih akan beroperasi di Sumatera Utara. Dari 800 itu, Kota Siantar harus dapat mengajukan minimal lima yang sudah benar-benar siap,” kata Aruan lagi.
Sementara, untuk menguatkan program pendirian KMP dimaksud, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan kota Siantar akan melakukan pelatihan dengan mendatangkan nara sumber dari Deputi Perkoperasian.
“Pelatihan itu terkait dengan digitalisasi untuk seluruh pengurus Koperasi Merah Putih se Kota Siantar,” katanya mengakhiri. (In)






