SIMALUNGUN, SENTERNEWS
Bukit Indah Sipolha (BIS) di Kelurahan Sipolha, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun begitu melenakan pandangan mata dan memanjakan pelancong dengan panorama alam Danau Toba nan mempesona.
Untuk sampai ke BIS dengan mengenderai sepeda motor atau mobil pribadi, masuk dari pintu gerbang tepi jalan menuju Tiga Runggu. Melintasi jalan menurun yang berkelok dengan suasana hijau dan sejuk.
“BIS sudah cukup popular dan banyak dikunjungi pelancong dari berbagai daerah,” kata Lilis Suryani yang saat ini sedang menata BIS LISDA (Lembah Indah Sejuk Damai) yang akan dijadikan daya tarik tersendiri selain dari mengandalkan panorama alam.
Agar pelancong mudah sampai di tepi Danau Toba dengan bebatuan berair bening, sedang dibangun Flying Fox sepanjang 1,5 Km melintasi Kampung Baringin yang memiliki kebun mangga manis madu, saat musim buah tiba, dapat dinikmati pelancong.
“Sekarang, tenaga ahli sedang membangun tapak awal untuk kabel baja sebagai jalur luncuran ke bagian tepi danau,” kata Lilis sembari mengatakan bahwa flying fox itu direncanakan dapat beroperasi akhir tahun 2024.
“Agar pelancong tidak menikmati panorama alam semata, akan disediakan kenderaan wisata air seperti banana boat,” kata Lilis lagi yang juga merancang BIS LISDA menjadi lima tingkat berbentuk leter U sebagai lokasi berkemah (camping ground) yang dapat diisi 5000 tenda.
Lebih dari itu, akan dibangun vila sebagai tempat peristrahatan (homestay) yang juga menyajikan kuliner khas. “Kita sengaja turut membangun sektor pariwisata sekitar Danau Toba dengan berbagai daya tarik,” katanya lagi optimis bahwa BIS LISDA menjadi alternatif lain sebagai salah satu primadona kawasan Danau Toba.
Masalahnya, BIS LISDA juga menyediakan lokasi pemancingan karena Danau Toba berair tenang, merupakan tempat ikan-ikan air tawar berkembang biak. Selain itu, panorama danau dengan Pulau Hole, sangat nikmat untuk berkecimpung ria, mandi dengan air yang segar dan bening.
Dari informasi yang dihimpun, BIS saat ini banyak dikunjungi para pecinta alam. Mulai Kamis sampai Minggu, kemah sudah bermunculan menghadap Danau Toba. Mereka bukan hanya datang dari Simalungun maupun Kota Siantar, lebih dari itu, dari Aceh dan beberapa kota lain di Sumatera Utara.
Para pelancong yang memasang tenda untuk berkemah, begitu menikmati alam dan melepas malam dengan sendu apalagi ada pelancong memetik gitar menyanyikan lagu lagu balada yang terdengar merdu di gendang telinga.
Karena keindahan alamnya, BIS tidak hanya sekedar lokasi para pelancong untuk ber foto ria, termasuk foto prewedding bagi pasangan yang sedang memadu kasih menuju pelaminan. Selain itu, BIS juga sering menjadi lokasi video klip group band maupun penyanyi daerah.
Hal yang cukup menarik lagi, saat petang menjelang senja, matahari tampak perlahan-lahan seperti bersembunyi ke dasar danau (sunset). Kemudian, saat menjelang pagi, matahari itu, perlahan-lahan juga muncul dengan kilauan di permukaan danau (sunrise).
Bahkan, saat di pelataran langit malam dihiasi bulan, bulan dengan sinar keemasannya itu seperti bercermin di atas danau. Begitu mempesona sebagai latar belakang untuk berpoto.
Kalau soal keamanan dan kenyamanan? Dijamin terjaga karena masyarakat setempat sangat ramah dan begitu menghormati para tamu. (In)






