SIANTAR, SENTER NEWS
Masa depan para pelajar di kota Siantar tampaknya perlu dipertanyakan. Pasalnya kalangan pelajar sudah tidak punya rasa takut lagi berprilaku menyimpang. Terbukti, ada kelopok pelajar yang malah berani “ngelem” di depan umum.
Karena masih ada masyarakat yang merasa perduli, prilaku para pelajar itu langsung dicegah dengan melakukan pengejaran. Bahkan, sempat mengamankan seorang pelajar tIngkat SMP yang masih memegang plastik berisi lem cap kambing.
“Ya, kami sempat mengamanan seorang pelajar lelaki berseragam SMP karena nekat mengelem di depan umum,” ujar Fahrizal Ahwan, seorang pemuda yang tinggal di Jalan Silimakuta, Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat, Selasa (6./12/2022).
Dijelaskan, awalya Fahrizal Ahwan bersama dua rekannya melintas di seputaran Jalan Maluku Atas, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Sitalasari, Sabtu ( 3/12/2022) sekitar pukul 14.00 Wib. Namun saat itu mereka melihat beberapa pelajar SMP berprilaku tidak wajar.
“Pelajar itu ada sekitar empat orang. Mereka berkumpul tepat di balik tembok samping SMP Negeri 2. Waktu kami perhatikan, mereka sedang ngelem,” ujar Fahrizal Ahwan sembari mengatakan, para pelajar itu seperti tidak perduli dengan orang yang melintas di sekitarnya.
Melihat gelagat yang sangat tidak mengenakkan tersebut, Fahrizal Ahwan bersama dua temannya langsung mendekati para pelajar dimaksud. Namun, baru beberapa meter mendekat, langsung bubar sambil lari tunggang langgang.
Ternyata, seorang pelajar berhasil diamankan. Hanya saja, kondisinya seperti sudah “fly”. Terbukti, saat ditanya jawabannya seperti ‘ngelantur. “Ya, waktu kami amankan, dia seperti agak linglung. Dari tangannya kami dapatkan barang bukti sebuah plastik berisi lem kambing,” ujar Fahrizal.
Lebih lanjut, pelajar tersebut diajak berbincang-bincang. “Kami tidak melakukan kekerasan. Malah kami beri makan dan minum. Terus kami beri peringatan dan bimbingan,” ujar Fahrizal Ahwan sembari mengatakan bahwa pelajar tersebut masih berusia 13 tahun dan duduk dibangku kelas 8 salah satu SMP Negeri di Kecamatan Siantar Barat.
Saat ditanyai lebih jauh, pelajar tersebut mengaku bahwa dia diajak bahkan dipaksa teman-temannya untuk “ngelem”. “Kita sangat menyesalkan remaja usia sekolah yang prilakunya tidak mencerminkan sebagai seorang pelajar,” ujar Fahrizal Ahwan lagi.
Ketika permasalahan tersebut dikonfirmasi kepada SMP Negeri tempat pelajar dimaksud menuntut ilmu, sang kepala sekolah mengatakan bahwa apa yang dilakukan anak didiknya memang sangat disesalkan meski sudah berada di luar jam sekolah. Namun, pihaknya akan memanggil orang tua anak dimaksud.
Lebih dari itu, para orang tua pelajar yang “ngelem” tersebut akan dipanggil dalam rangka pembinaan. Termasuk akan memberi sanksi membersihkan lingkungan sekolah. “Ya, selain memanggil orang tua mereka, kita akan memberikana sanksi untuk membesihkan sekolah,” ujar kepala sekolah.
Terpisah, Kadis Pendidikan Kota Siantar, Plt Kusdianto mengaku sangat menyesalkan adanya pelajar yang berani melakukan hal yang tidak pantas di depan umum. Namun demikian, permasalahan tersebut akan menjadi perhatian.
“Ya, kita akan membuat program khusus kepada para pelajar. Misalnya, mendatangi sekolah-sekolah dalam rangka sosialisasi tentang hal yang dapat merusak masa depan para pelajar itu sendiri,” ujarnya mengakhiri. (Cab)






