SIANTAR, SENTERNEWS
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Pematangsiantar-Simalungun (GMKI PS-S), nilai Walikota Siantar Wesly Silalahi jelang 100 hari setelah pelantikan, minim terobosan.
“Ya, jelang 100 hari setelah pelantikan, Walikota Wesly Silalahi minim terobosan atau belum ada terobosan konkrit atas apa yang ingin dikerjakan,” kata Ketua GMKI PS-S, Yova Purba, Selasa (29/04/2025).
Lebih tegas lagi, Walikota malah dinilai melakukan pembiaran atas beberapa sektor yang rusak agar diberi kepastian. Di antaranya, soal sampah yang sebelum dilantik, sangat gencar dan prioritas untuk diselesaikan.
“Karena itu perihal urgensi pembangunan kota Siantar ke depan , perlu ditekankan sebagai suatu komitmen,” kata Yova lagi yang juga mengkritisi soal ketegasan Walikota terkait tata kelola ruang kota.
Soal tata kelola itu menyangkut pangkalan-pangkalan bus/travel di pusat kota yang disebut-sebut akan direlokasikan ke Terminal Tanjung Pinggir. Hal lain, soal penerangan atau lampu jalan di pusat kota serta di pinggiran kota.
“Tata kelola kota sangat urgent. Untuk itu Walikota harus serius jika ingin kota Pematangsiantar tertata rapi dan resiko-resiko yang membahayakan pengendera pribadi dapat teratasi dengan baik,” katanya.
Selain itu, GMKI juga menyoroti pembiaran terhadap kondisi Gedung IV Pasar Horas Kota Siantar dan kondisi para pedagang yang sudah setengah tahun berjualan di badan Jalan Merdeka. Padahal, kondisi pedagang harus menjadi perhatian serius untuk mendapatkan solusi terbaik.
Soal good governance di Pemko Siantar,GMKI minta agar Walikota fokus membenahi integritas dan komposisi struktur pemerintahan. Baik sesuai basic track record yang selaras dengan kebutuhan dan struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
GMKI juga menilai dan itu sangat sederhana, terkait personalia ASN yang dinilai tidak serius memberi pelayanan publik secara maksimal dan yang harus mampu keluar dari lingkaran KKN.
“Good Governance menjadi persoalan setiap struktur eksikutif atau pemerintahan untuk mampu melakukan perubahan yang lebih baik, atas keselarasan personalia dengan jabatan,” tutup Yova. (In)






