SIANTAR, SENTERNEWS
Aam Hasanudin S Hut agak kaget ketika diberitahu sang istri, Hj Sabariah Harahap bahwa Wakil Walikota Siantar, Herlina akan datang ke peternakan lebah madu Flora Nauli Group, Jalan Setia Negara, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar.
“Paginya diberitahu, siangnya datang. Jadi, saya tidak punya persiapan khusus menyambut Ibu Herlina,” kata Aam Hasanudin SHut, pengelola Flora Nauli Group, didampingi istri, Hj Sabariah Harahap SPd, di rumahnya, tak jauh dari lokasi Flora Nauli Group, Jumat (9/5/2024).
Kedatangan Wakil Walikota, Kamis (8/5/2025), hanya disambut Aam Hasanuddin SHut, alumni Universitas Simalungun (USI) Kota Siantar, didampingi Rahman sebagai staf ahli.
“Karena saya ada kerjaan lain, tidak turut menerima Ibu Wakil Walikota yang mungkin melakukan sidak atau inspeksi mendadak,” kata Hj Sabariah Harahap SPd yang dikenal sebagai anggota anggota DPRD Siantar dari PKS.
Sementara, Wakil Walikota tampak begitu perhatian terhadap peternakan lebah madu Flora Nauli yang memiliki 100 koloni (kotak) ternak lebah. Berada di atas lahan sekitar 40 meter kubik nan hijau dengan pepohonan dan bunga-bunga yang sudah dikelola sejak tahun 2010.
Bukan hanya itu, Herlina juga turut memegang sarang lebah tanpa rasa takut disengat. Kemudian, mencicipi berbagai rasa madu yang langsung dihasilkan Flora Nauli Group. Dan, Wakil Walikota tampak serius mendengar penjelasan dari Aam Hasanudin tentang peternakan lebah madu yang dikelolanya.

Aam Hasanuddin menjelaskan, sejak tahun 1990, diundang sebagai instruktur tunggal peternakan lebah madu dengan peserta Sumatera Utara, Aceh dan Sumatera Barat (Sumbagut) di Balai Diklat Kehutanan Pematangsiantar tempatnya bekerja sebagai tenaga fungsional.
Bahkan, sampai tahun 2020, telah melatih 1.800 peserta dari Sumut dan Aceh (30 Angkatan). Dan, tahun 2024, menerima penghargaan dari Asosiasi Perlebahan Indonesia sebagai Intruktur Andalan Nasional untuk Budi Daya Lebah Apis dan Lebah Kelulut.
Lebih dari itu, berbagai kalangan datang ke Flora Fauna Grup untuk melakukan penelitian ilmiah. Termasuk mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, ada juga Rektor Undip. Dan terakhir, Prof Dadan Ramdan Rektor UMA Medan. Termasuk, para pelajar juga selalu berkunjung.
“Ibu Wakil Walikota sempat bertanya tentang peternakan madu di Sait Buntu Sidamanik Kabupaten Simalungun. Saya katakan, mereka pernah dilatih di Balai Diklat Kehutanan tahun 2017, lokasi praktek di Flora Nauli, dan saya sebagai instrukturnya,” kata Aam Hasanudin.
DIjelaskan, asal usul peternakan lebah madu menggunakan kotak mulai dilakukan di Balai Penelitian Kehutanan Wilayah Sumatera sejak tahun1987, kami bersama peneliti lebah lainnya, membuat plot-plot kegiatan penelitian hampir tiap daerah di Sumatera,” katanya.
Karena itu, Flora Fauna Grup dapat dijadikan sebagai pilot proyek andalan Kota Siantar. Apalagi beternak lebah madu itu mudah namun sangat menjanjikan secara ekonomi.
“Beternak lebah madu itu tidak perlu lahan yang luas. Lebah tidak perlu diberi makan karena mencari makan sendiri sampai sejauh 2 Km dan akan pulang kembali ke koloninya,” katanya.
Tidak perlu mengggunakan banyak tenaga kerja. Lebah tidak hanya menghasilkan madu, juga menghasilkan propolis dengan kandungan antioksidan, vitamin, mineral serta asam amino esensial yang harganya cukup mahal sebagai bahan baku obat-obatan dan alat kosmetik.
“Ketika saya katakan bahwa kita butuh berbagai tanaman sebagai pakan lebah madu, Ibu Wakil Walikota cukup respon dan akan membantu pengadaan tanaman untuk pakan lebah itu,” kata pria yang lahir di Jawa Barat tersebut.
Dijelaskan, tanaman untuk pakan lebah itu dapat dijadikan sebagai tanaman hias di pekarangan rumah karena memiliki bunga berwarna warni. Antara lain, xantos temon, air mata pengantin, Batavia dan beberapa jenis lainnya.
“Ibu Wakil Walikota sepertinya pecinta bunga dan banyak memberi motivasi pengembangan peternakan lebah madu. Untuk itu, saya berharap ada kerjasama dengan Pemko Siantar menjadikan Flora Nauli Group sebagai proyek andalan Pemko Siantar,” kata Aam.
Selain sebagai lokasi wisata edukasi, juga pusat pelatihan bagi peternak lebah madu yang baru. Seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu atas kerjasama Bank Indonesia dan Dewan Masjid Indonesia. Lebih dari itu, dapat meningkatkan penghasilan masyarakat kota Siantar khususnya.
“Saya optimis, perhatian Ibu Wakil Walikota atau Pemerintah kota cukup besar menjadikan Flora Nauli Group sebagai andalan strategis di Kota Siantar,” ujar Aam Hasanudin mengakhiri. (In)






