SIANTAR, SENTERNEWS
Kota Siantar yang semula berada pada urutan ke 11 tahun 2023, akhirnya berhasil meraih peringkat ke 5 sebagai kota toleransi se Indonesia dengan skor 6,115.
Fakta tersebut sesuai hasil pengumuman Badan Pengurus SETARA Institute pada Peluncuran Indeks Kota Toleran (IKT) 2024, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (27/05/2025) siang.
Walikota Siantar Wesly Silalahi yang menghadiri acar tersebut, menerima penghargaan dari SETARA Institute yang diserahkan Wakil Dewan Pembina SETARA Institute.
Sementara, Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Ismail Hasani mengatakan, IKT mendapatkan sambutan luar biasa dari Walikota di Indonesia. Karena kemampuannya menggerakkan elemen-elemen masyarakat, birokrasi, termasuk juga memprovokasi para Walikota.
Karenanya para Walikota bergerak, berbenah, terus menerus dan SETARA Institute mencatat beberapa kota yang tidak pernah menyerah. Sehingga, IKT berdampak kepada Pemko untuk terus berbenah.
Dan, kota yang mendapatkan skor rendah akhirnya melakukan perbaikan. “Dari yang awalnya dicaci maki kota intoleran, kemudian bergerak, mulai dari keluar zona merah dan seterusnya,” ungkapnya.
Ismail menjelaskan komitmen menggelar IKT akan terus dilakukan. Sebab, kebutuhan tersebut telah mencakup seluruh Indonesia. Sehingga, apapun yang terjadi indeks kota toleran akan terus disusun dan dikerjakan.
Karena kota toleran dikatakan bukan lagi kebutuhan SETARA, tapi kebutuhan republik. Dan, dalam studi itu menurunkan konsep toleransi ke dalam beberapa sistemik kota yang dapat memengaruhi perilaku sosial antar identitas dan entitas warga.
Variabel tersebut, kebijakan-kebijakan pemerintah kota, tindakan-tindakan aparatur pemerintah kota, perilaku antar entitas di kota, termasuk warga dengan warga, pemerintah dengan warga serta relasi-relasi sosial dalam heterogenitas demografis warga kota.
Secara khusus disebutkan, dinamika terlihat di Kota Siantar yang naik dari peringkat 11 pada IKT 2023 menjadi peringkat 5 pada IKT 2024 dengan skor 6,115.
Kenaikan peringkat itu ditopang kepemimpinan politik (political leadership) yang sangat promotif terhadap pembentukan ekosistem toleransi di Kota Siantar.
Kepemimpinan politik menggerakkan kepemimpinan birokrasi dan kepemimpinan kemasyarakatan di Kota Siantar untuk menggelorakan serta memastikan agenda pemajuan toleransi terus berkembang.
Adapun 10 peringkat kota toleran, Salatiga (skor 6,544), Singkawang (6,420), Semarang (6,356), Magelang (6,248) dan Pematangsiantar (6,115), Sukabumi (5,968), Bekasi (5,939); Kediri (5,925), Manado (5,912) dan Kupang (5,853).
Walikota Siantar Wesly Silalahi usai menerima penghargaan mengucapkan terimakasih kepada SETARA Institute yang memberi penilaian baik kepada Kota Siantar sebagai Kota Toleran.
Penghargaan itu kata Wesly, sebagai kehormatan besar bagi Kota Siantar dan menjadi bukti usaha dan kerja keras serta komitmen dalam membangun toleransi dan kerukunan di Kota Siantar telah diakui.
“Penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat Pematangsiantar,” katanya.
Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada seluruh jajaran Pemko dan masyarakat Kota Siantar yang selama ini turut menjaga dan merawan toleransi. Apalagi Kota siantar termasuk kota majemuk, baik agama, suku, dan adat istiadat.
“Naik peringkat dari 11 ke peringkat 5 ini sudah sangat bagus. Apalagi sebelumnya Pematangsiantar pernah berada di peringkat 51 dan 31, hingga kemudian naik ke peringkat 11, dan kini di peringkat 5,” kata Wesly.
Namun, dengan raihan peringkat 5 juga menurut Wesly menjadi tantangan tersendiri bagi Kota Siantar agar peringkatnya jangan sampai turun.
“Ingat, ini tanggung jawab kita semua agar peringkat toleransinya jangan turun lagi. Kita harus terus bersama-sama menjaga dan merawat toleransi di Kota Pematangsiantar, menuju kota yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras,” tukasnya.
Turut mendampingi Wesly, perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pematangsiantar Pdt Dr Ardenias Tarigan dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pematangsiantar Ir Ali Akbar dan Sekretaris Ari Kalpika SP MM, serta Kabag Umum Lahiri Amri Ghoniyu Hasibuan SSTP MAP. (In)






