Senter News
Kamis, 26 Maret 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS ANEKA RAGAM
Doni Arief MA

Doni Arief MA

Pencak Silat Sebagai Salah Satu Seni Bela Diri Islami

Penulis: Redaksi Senternews.com
5 Desember 2025 | 07:28 WIB
Rubrik: ANEKA RAGAM
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

Oleh : Doni Arief MA

Pencak silat, sebagai seni bela diri tradisional asli Indonesia, tidak hanya dikenal sebagai bentuk pertahanan diri fisik, tetapi juga sebagai wahana pembentukan karakter dan spiritualitas yang diakui UNESCO mengakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Manusia pada tahun 2019.

Pencak silat mencakup empat aspek utama yaitu mental-spiritual, bela diri, seni, dan olahraga. Aspek mental-spiritual menjadi pondasi utama, di mana pesilat diajarkan untuk mengendalikan nafsu amarah, membangun akhlak mulia, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hal inilah yang menjadikan pencak silat sering disebut sebagai “olahraga Islami” di Nusantara, karena nilai-nilainya selaras dengan ajaran Islam tentang keseimbangan antara jasmani dan rohani.

Sejarah Singkat Pencak Silat

Asal-usul pencak silat dapat ditelusuri hingga masa prasejarah di Nusantara, di mana teknik bela diri primitif digunakan untuk berburu, bertahan dari binatang buas, dan menjaga diri ketika terjadi konflik antar suku.

Pada era kerajaan Hindu-Buddha seperti Sriwijaya (abad ke-7 hingga 13 M) dan Majapahit (abad ke-13 hingga 16 M), silat berkembang sebagai bagian dari pelatihan militer, dengan pengaruh dari seni bela diri India dan Cina.

Namun, transformasi paling signifikan terjadi pada abad ke-14 M, bersamaan dengan masuknya Islam ke Indonesia melalui para pedagang dan ulama dari Timur Tengah, Persia, dan India.

Para wali songo, seperti Sunan Kalijaga, Sunan Gunung Jati, dan Syekh Lemah Abang, memanfaatkan pencak silat sebagai alat dakwah yang efektif.  Mereka mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam latihan silat, sehingga padepokan silat sering kali berfungsi sebagai pusat pendidikan agama.

Misalnya, di Jawa, silat diajarkan di pesantren setelah salat subuh atau sebelum mengaji Al-Qur’an, dengan penekanan pada zikir, doa, dan pemurnian niat. Pengaruh ini terlihat dalam filosofi “pencak” (gerakan indah yang melambangkan kelembutan dan seni) dan “silat” (teknik bertarung yang mencerminkan kekuatan dan ketegasan), yang selaras dengan konsep Islam tentang rahmah (kasih sayang) dan quwwah (kekuatan).

Pada abad ke-15 M, saat Islam menjadi agama mayoritas, silat digunakan untuk melawan penjajah Portugis dan Belanda.

Banyak perguruan silat lahir dari lingkungan Islam, seperti Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang didirikan oleh Ki Harjo Utomo pada 1922, yang menekankan nilai-nilai tasawuf dan anti-syirik.

Tapak Suci, di bawah Muhammadiyah sejak 1963. Bahkan mensyaratkan anggotanya beragama Islam dan mengikuti Al-Qur’an serta sunnah.

Selain Tapak Suci yang berkembang di lingkungan Muhammadiyah, dunia pencak silat di Indonesia juga melahirkan aliran besar yang tumbuh dari rahim Nahdlatul Ulama (NU), yaitu Pagar Nusa resmi berdiri pada tahun 1986,

Pagar Nusa menjadi wadah para pendekar NU untuk melestarikan ilmu silat tradisional sambil menjaga nilai-nilai Aswaja (Ahlus Sunnah wal Jama’ah). Pagar Nusa berkembang pesat di pesantren-pesantren, majelis taklim, dan komunitas NU di seluruh Indonesia.

Latihannya tidak hanya berfokus pada teknik bela diri, tetapi juga penanaman adab, zikir, dan kecintaan kepada ulama. Banyak kiai yang mengajarkan bahwa pesilat Pagar Nusa harus menjadi “penjaga”, penjaga diri, penjaga keluarga, penjaga agama, dan penjaga martabat umat.

Filosofinya selaras dengan karakteristik NU yaitu lembut dalam sikap, tetapi kuat dalam prinsip. Para pendekar Pagar Nusa juga dididik agar tidak menggunakan kemampuannya untuk kesombongan atau kekerasan yang tidak perlu.

Pengaruh Jepang pada abad ke-20 M, melalui karate dan jujitsu, juga memengaruhi silat modern, tetapi esensi Islami tetap dominan di dalamnya.

Pada tahun 1948, istilah “pencak silat” resmi digunakan untuk menyatukan berbagai aliran di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura, dengan berdirinya Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Pada tahun 1980, PERSILAT (International Pencak Silat Federation) dibentuk untuk mempromosikan silat secara global, menjadikannya olahraga kompetitif sambil mempertahankan akar budaya dan spiritualnya.

Landasan Islami untuk Olahraga Bela Diri

Islam tidak hanya mengizinkan, tapi menganjurkan umatnya untuk menjaga kesehatan jasmani dan mengembangkan kekuatan fisik sebagai bagian dari ibadah.

Dalam Q.S. Al-Anfal ayat 60 disebutkan, “Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk peperangan.

(Yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu…” (QS. Al-Anfal: 60). Ayat ini menekankan persiapan fisik dan mental untuk membela agama, yang dapat diwujudkan melalui latihan bela diri seperti pencak silat.

Selain itu, dalam Q.S. Al-Maidah ayat 6 ditekankan tentang pentingnya menjaga kebersihan sebelum ibadah, yang selaras dengan latihan silat yang dimulai dengan wudhu dan doa.

Dari hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Al-mu’min al-qawi khairun wa ahabbu ilallah min al-mu’min ad-dha’if” (Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah), sedangkan dalam hadis lain, “Inna Allaha yuhibbu al-mu’mina al-qawiy” (Allah mencintai mukmin yang kuat). Rasulullah SAW menganjurkan olahraga seperti memanah, berkuda, berenang, dan gulat. Beliau pernah bergulat dengan Rukanah tiga kali dan menang, menunjukkan pentingnya bela diri untuk self-defense.

Islam melarang memukul wajah berlebihan, seperti dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian bertarung, hindarilah memukul wajah.”

Hal Ini selaras dengan aturan pencak silat yang menekankan kontrol dan menghindari kekerasan berlebih. Rasulullah SAW juga mendorong olahraga seperti lari, gulat, dan panahan untuk kesehatan holistik, bukan sekadar kompetisi.

Teladan Petarung Muslim di Era Modern

Islam Makhachev, petarung asal Dagestan, Rusia, telah menjadi ikon bela diri Muslim global. Pada tanggal 15 November 2025, Makhachev mencapai puncak karirnya dengan menjadi double champion UFC, memenangkan gelar welterweight di UFC 322, setelah mengalahkan Jack Della Maddalena melalui unanimous decision.

Itu menjadikannya juara ke-11 dalam sejarah UFC yang memegang dua divisi sekaligus (lightweight dan welterweight). Dibesarkan di lingkungan Muslim Dagestan dengan latihan combat sambo dan wrestling, Makhachev mewarisi semangat dari mentornya, Khabib Nurmagomedov.

Ia sering menyatakan bahwa iman dan Islam adalah sumber kekuatannya, menghindari trash talk, dan selalu bersyukur setelah menang. Kemenangannya menjadi inspirasi bagi pemuda Muslim di Indonesia untuk menggabungkan silat dengan MMA (Mixed Martial Arts), membuktikan bahwa nilai Islami seperti disiplin dan keteguhan dapat membawa kesuksesan secara global.

Tantangan dan Peluang Pencak Silat di Tahun 2025

Di tengah popularitas MMA dan olahraga modern lainnya, pencak silat menghadapi tantangan penting, yaitu:

Modernisasi Teknologi

Latihan berbasis VR, AR, dan sensor motion membantu meningkatkan kemampuan teknik pesilat. Namun ada kekhawatiran nilai-nilai spiritual dan adab justru memudar jika latihan hanya berfokus pada kompetisi.

Tantangan Gender dan Inklusivitas

Jumlah pesilat perempuan meningkat, namun harus didukung dengan lingkungan latihan yang aman dan ramah. Silat perlu terus menjadi ruang yang menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri bagi perempuan.

Isu Ekstremisme

Beberapa tahun terakhir sempat terjadi penyalahgunaan silat oleh kelompok radikal. Karena itu pembinaan akhlak menjadi kunci, terutama bagi aliran berbasis pesantren seperti Tapak Suci, Pagar Nusa dan sebagainya.

Perkembangan Internasional

Silat semakin mendunia. Pada 2025, pencak silat tampil di Asian Youth Games dengan peserta lebih dari sepuluh negara. Indonesia pun memanfaatkan silat sebagai media diplomasi budaya, bahkan promosi Islam yang damai.

Pencak Silat sebagai Jalan Menuju Muslim yang Kuat dan Berakhlak

Pada akhirnya, pencak silat bukan sekadar rangkaian teknik atau gerakan indah. Ia adalah jalan spiritual, latihan jiwa, dan bentuk syukur kepada Allah SWT atas nikmat tubuh yang sehat.
Dengan sejarah panjang yang dipenuhi sentuhan Islam, dalil yang mendukung penguatan fisik, inspirasi dari atlet Muslim dunia, hingga keberadaan aliran-aliran pesantren maka pencak silat telah menjadi warisan luhur yang patut dijaga.

Silat mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada pukulan atau tendangan, tetapi pada keteguhan hati, pengendalian diri, dan akhlak mulia. Semoga generasi Muslim terus menapak jalan para pesilat terdahulu yang memiliki kekuatan jasmani, luhur akhlaknya, dan rendah hati dalam setiap langkah. (Penulis Dosen STAI SAMORA Pematangsiantar)

ShareSendShare

Berita Terkait

ANEKA RAGAM

Arus Mudik Balik Lebaran 2026 di Siantar Berjalan Lancar

25 Maret 2026 | 15:21 WIB

SIANTAR SENTERNEWS Arus balik Lebaran Iul Fitri 1447 H/2026 M  di Kota Siantar tampak berjalan lancar meski di  terjadi peningkatan...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Hari Pertama Masuk Kerja, Kehadiran ASN Pemko Siantar Belum Maksimal

25 Maret 2026 | 15:21 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Pada hari pertama masuk kerja pasca Hari Raya Idul Fitri 14476 H/2026 M dan cuti bersama, kehadiran Aparatur...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Situasi dan Kondisi Idul Fitri Aman dan Kondusif, Walikota Siantar Vidcon Bersama Kompolnas

24 Maret 2026 | 21:06 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Aktivitas masyarakat cenderung meningkat signifikan, mobilitas tinggi, terjadi baik menjelang maupun setelah Idul Fitri 1447 H/2026 M. Terutama...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Perempuan Warga Siantar Timur Meninggal Ditabrak Kereta Api

22 Maret 2026 | 19:12 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Seorang perempuan, Sariati br Damanik (45) warga Kelurahan Pardomuan Kecamatan Siantar Timur, meninggal ditempat setelah disenggol kereta api...

Read moreDetails
Lapak pedagang  ikan laut  di Pajak Parluasan  banyak tutup
ANEKA RAGAM

Suasana Masih Lebaran, Pedagang Ikan Basah di Pajak Parluasan Siantar Sepi

22 Maret 2026 | 09:22 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Pada  hari kedua  lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026 M, Minggu (22/03/2026), suasana di balairung pedagang ikan...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Walikota Siantar  Bersama Unsur Forkopimda Lepas  Pawai Takbir  Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M

21 Maret 2026 | 08:18 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Walikota Siantar Wesly Silalahi  bersama Unsur Forkopimda lepas Pawai Takbir Keliling Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026...

Read moreDetails

Berita Terbaru

ANEKA RAGAM

Arus Mudik Balik Lebaran 2026 di Siantar Berjalan Lancar

25 Maret 2026 | 15:21 WIB
ANEKA RAGAM

Hari Pertama Masuk Kerja, Kehadiran ASN Pemko Siantar Belum Maksimal

25 Maret 2026 | 15:21 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Truk Mundur Ditanjakan Hantam Kijang Super dan Tiga Meninggal, Ditangani Polres Simalungun

25 Maret 2026 | 10:46 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Keluarga Siapa? Mayat Misterius Ditangani Polsek Perdagangan

25 Maret 2026 | 08:35 WIB
ANEKA RAGAM

Situasi dan Kondisi Idul Fitri Aman dan Kondusif, Walikota Siantar Vidcon Bersama Kompolnas

24 Maret 2026 | 21:06 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Bupati Simalungun Dampingi Kapoldasu Ikuti Anev Sitkamtibmas dan Monitoring Pelayanan Idul Fitri 1447 H

24 Maret 2026 | 21:06 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Lalulintas Siantar-Parapat Meningkat: Kapolres Simalungun Pimpin Pengamanan Arus Balik Lebaran

24 Maret 2026 | 21:04 WIB
ANEKA RAGAM

Perempuan Warga Siantar Timur Meninggal Ditabrak Kereta Api

22 Maret 2026 | 19:12 WIB
ANEKA RAGAM

Suasana Masih Lebaran, Pedagang Ikan Basah di Pajak Parluasan Siantar Sepi

22 Maret 2026 | 09:22 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Pemkab Simalungun Gelar Shalat Idul Fitri 1447 H di Halaman Kantor Bupati

22 Maret 2026 | 08:54 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun: Wisatawan Meningkat 40 Persen, “Periksa Ketat Alat Kelayakan Keselamatan di Pelabuhan”

21 Maret 2026 | 20:14 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun Lakukan Pengecekan Kapal Wisata: “Utamakan Keselamatan”

21 Maret 2026 | 17:46 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata