SIANTAR SENTERNEWS
Sejak, Sabtu (29/11/2025), para pengendera sepeda motor, mobil dan truk terpaksa melakukan antri panjang untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU Kota Siantar, Minggu (30/11/2025).
Bahkan, pada malam harinya, sejumlah SPBU banyak kehabisan BBM karena beberapa saat melayani konsumen, langsung habis. Bukan hanya Premium, Pertamax dan Pertalite, Solar juga malah tergolong langka. Akibatnya, di sejumlah SPBU terjadi antri panjang.
Bahkan, malam harinya, sejumlah SPBU malah sudah kehabisan BBM kecuali hanya solar. Antara lain di SPBU, Jalan Sisingamangaraja tak jauh dari Polsek Siantar Utara yang langsung memasang plang kehabisan BBM.
Informasi yang diperoleh dari pekerja SPBU, Jalan Sangnaualuh, Kecamatan Siantar, kelangkaan BBM itu karena pasokan sangat terbatas. “Nggak taulah. Katanya karena banjir di Belawan, kapal sulit menyandar dan pengangkutan juga terhambat,” kata seorang karyawan perempuan.
Sementara, SPBU di Jalan Sisingamangaraja tak jauh dari Polsek Siantar Utara yang malah begitu cepat habis karena persediaan sangat terbatas akibat banyaknya pengendera yang isi BBM.
Sedangkan pengakuan pengendera sepeda motor yang ikut antri panjang di SPBU Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari mengaku terpaksa ikut antri karena di sejumlah SPBU lain juga terjadi antri panjang.
Bukan hanya di SPBU, para pengendera sepeda motor juga kebingungan mencari premium eceran. Kalaupun ada, harganya yang biasa Rp12 ribu, harganya naik jadi Rp14 ribu per liter. Bahkan, saat premium sulit didapat, ada pengecer yang justru menjual petralite dengan harga Rp15 ribu per liter.
“Sulit kali mengambil bensin di galon (SPBU-red), Ini pun tinggal sedikit. Ini pun stok dua hari lalu. Kalau sudah habis, ya terpaksa tak jualan,” kata pengecer bensin di Jalan Pane, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur.
Dampak lain yang terjadi karena kelangkaan BBM, sejumlah angkutan kota (Angkot) banyak tidak beroperasi. Apalagi penumpang juga tergolong sepi. Demikian juga para pengemudi gojek. Sehingga, arus lalulintas tampak sepi dengan angkutan kota maupun gojek.
Masyarakat belum mengetahui kapan BBM di seluruh SPBU bisa kembali normal. Masalahnya, kelangkaan BBM bukan saja terjadi di Siantar, di SPBU sepanjang jalan dari Siantar sampai Medan, juga mengalami hal serupa. (Tim)






