SIANTAR,SENTERNEWS
Sebanyak 680 pedagang yang saat ini berjualan di badan Jalan Merdeka, Kota Siantar, segera menempati lapak yang sudah dipersiapkan Pemko Siantar di lahan eks Gedung IV Pasar Horas yang terbakar tahun 2024 lalu.
“Jumlah pedagang itu sesuai dengan jumlah lapak berukuran 2 kali 2 meter yang sedang dalam tahap penyelesaian,” kata Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ), Bolmen Silalahi, Senin (8/12/2025).
Dijelaskan, dari 680 pedagang itu, sebanyak 540 untuk menempati lapak yang sudah dibangun menggunakan atap dan 140 pedagang lagi, merupakan pedagang kaki lima yang akan menempati lahan di bagian belakang yang juga berukuran 2 kali 2 meter.
Untuk menjaga ketertiban, penempatan lapak disesuaikan dengan jenis dagangan masing-masing. Seperti, pedagang hasil bumi (Pertanian) dan lainnya sebanyak 299 lapak. Pedagang ayam sebanyak 72 lapak, pedagang ikan basah sebanyak 61 lapak, pedagang B2 sebanyak 40 lapak serta pedagang pakaian bekas dan monza sebanyak 68 lapak.
“Kalau untuk pedagang kaki lima, yang menempati lapak tanpa atap tidak ada ketentuan apa yang dijual,” kata Bolmen Silalahi sembari mengatakan, dari 540 pedagang yang akan menempati lapak, 75 persen sudah mendapatkan nomor lapak masing-masing. Dan, Selasa (9/12/2025), seluruh pedagang dipastikan sudah mendapatkan nomor.
“Pedagang yang menempati lapak adalah pedagang yang memiliki Kartu Izin Berjualan (KIP). Kalau pedagang kaki lima, yang berjualan memang berjualan di sekitar Gedung IV sebelum terbakar,” kata Bolmen.
Dijelaskan, para pedagang yang saat ini berjualan di badan jalan Merdeka akan dipindahkan, Jumat (12/12/2025). Dan diperkirakan akan tuntas seluruhnya Minggu,(14/12/2025). Sehingga, Senin (16/12/2025) pedagang sudah bisa berjualan melakukan transaksi jual beli.
BAYAR RETRIBUSI
Kalau pasca terbakar Gedung IV Pasar Horas, pedagang yang berjualan di kios-kios darurat tidak dipungut retribusi. Saat sudah menempati lapak di lahan eks Gedung IV, PD PHJ akan mengutip retribusi kepada pedagang.
“Rertibusi untuk pedagang kaki lima hanya Rp3.600 per lapak perhari dan sudah mulai dikutip sejak mulai berjualan. Sedangkan yang menempati lapak di bawah atap dikutip Rp30 ribu perbulan yang dimulai dari Januari 2026,” beber Bolmen Silalahi.
Terkait keamanan, akan dipasang tiga CCTV dan lampu sorot pada malam hari. Bahkan, air dan listrik juga akan disediakan. “Kalau soal keamanan itu, kita dari PD PHJ bekerja sama dengan pedagang. Soal teknisnya, akan kita musyawarahkan,” imbuh mengakhiri. (In)






