SIMALUNGUN, SENTERNEWS
Di tengah maraknya dan cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial (Medsos), Polres Simalungun, mengimbau berbagai lapisan masyarakat untuk lebih bijak menggunakan Medsos.
“Media sosial bukan tempat adu emosi, bukan pula ruang menyebar provokasi,” ujar Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, Selasa (31/3/2026) sembari mengatakan, derasnya arus informasi saat ini menuntut setiap individu untuk memiliki kecerdasan digital.
Ditegaskan juga, tidak semua informasi yang diterima masyarakat dapat langsung dipercaya kebenarannya. “Di tengah derasnya informasi, yuk bijak memilah informasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kasi Humas Polres Simalungun mengungkapkan, Polri terus berkomitmen mendampingi masyarakat menciptakan ruang digital yang sehat dan produktif. Dan, media sosial sejatinya diciptakan untuk menghubungkan, bukan memisahkan.
“Mari jadikan ruang digital sebagai sarana menjaga harmoni, bukan memecah persatuan,” tegas AKP Verry Purba yang juga menjelaskan, pihaknya kerap menemukan kasus-kasus perselisihan di masyarakat yang berawal dari kesalahpahaman di media sosial.
“Banyak laporan yang kami terima bermula dari unggahan yang provokatif atau komentar yang tidak terkontrol. Ini yang harus kita hindari bersama. Seluruh elemen masyarakat harusnya menjadi filter informasi sebelum menyebarkannya kepada orang lain,” bebernya.
Dijelaskan juga, satu unggahan tidak bertanggung jawab dapat memicu perpecahan di tingkat akar rumput. “Cek dulu kebenarannya, jangan langsung share. Ini langkah kecil tapi dampaknya luar biasa bagi persatuan kita,” ungkapnya.
Terkait dengan itu juga, Polres Simalungun akan terus melakukan patroli siber untuk memantau konten-konten yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Bahkan, pihaknya tidak segan menindak tegas siapapun yang terbukti menyebarkan hoaks atau ujaran kebencian di media sosial.
Namun, Polres tetap pendekatan preventif sebagai prioritas utama. “Kami lebih mengutamakan himbauan dan edukasi kepada masyarakat. Penegakan hukum adalah langkah terakhir,” imbuhnya.
Di akhir keterangannya, AKP Verry Purba kembali menegaskan komitmen Polres Simalungun dalam menjaga keamanan baik di dunia nyata maupun dunia maya. “Polri hadir untuk melindungi masyarakat dari segala bentuk ancaman, termasuk ancaman disinformasi dan provokasi di media sosial,” pungkasnya.
Himbauan itu diharap dapat menjadi pengingat bagi seluruh pengguna media sosial di wilayah Simalungun dan sekitarnya untuk senantiasa mengedepankan etika, akhlak mulia, serta semangat persatuan dalam setiap interaksi digital. (In)






