SIANTAR, SENTERNEWS
Peringatan Wafatnya Yesus Kristus atau Jumat Agung, merupakan momen sakral, puncak perenungan kisah pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.
Pernytaan itu disampaikan Walikota Siantar Wesly Silalahi yang menghadiri prosesi Jalan Salib dari Tugu Sang Naualuh Damanik dan berakhir dengan adegan penyaliban di depan Balai Kota Jalan Merdeka, Kota Siantar, Jumat (03/04/2026).
Walikota atas nama Pemko Siantar menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat Katolik sedang merenungkan kisah Yesus Kristus, dengan mengikuti Devosi Jalan Salib tersebut.
“Peringatan Jumat Agung, diharap dapat meningkatkan iman dan pengabdian, meneladani semangat pengorbanan Yesus Kristus dan membawa damai serta kebaikan di tengah masyarakat Kota Pematangsiantar,” kata Walikota melalui sambutannya.
Dijelaskan juga, Pemko Siantar sangat mendukung kebebasan beribadah dan menjamin hak asasi warga negara dalam melaksanakan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing. Sedangkan peran aktif umat Katolik sangat berarti dalam pembangunan spiritual dan sosial di Kota Siantar.
Wakil Ketua DPRD Kota Siantar, Daud Simanjuntak, sebagai Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kota Pematangsiantar, mengatakan, tema Devosi Jalan Salib, “Di Balik Kayu Salib, Ada Cinta yang Tidak Pernah Habis”.
“Terimakasih kepada semua pihak yang berperan dalam kegiatan Jalan Salib yang berlangsung lancar, aman dan kondusif,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri, Kapolres Siantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak SH SIK MH, sejumlah pastor dari beberapa paroki, Sekda Junaedi Antonius Sitanggang, sejumlah pimpinan Perangkat Daerah Pemko Siantar, Dewan Pengurus Harian Paroki, Stasi se-Kota Siantar, biarawan/biarawati dan ribuan umat Khatolik. (In)






