Senter News
Jumat, 25 September 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS ANEKA RAGAM
Samro Himtihani Nasution MA

Samro Himtihani Nasution MA

Hoaks, Ilusi dan Fitnah: Fenomena-Fenomena Kecil dari Ujian Dajjal di Zaman Modern

Penulis: Redaksi Senternews.com
9 April 2026 | 22:21 WIB
Rubrik: ANEKA RAGAM
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

Oleh: Samro Himtihani Nasution, MA

Dajjal, siapa dia sebenarnya? Bagi sebagian orang, nama ini mungkin cuma sekilas lewat. Banyak yang tahu nama, tapi nggak paham betapa besar dampaknya bagi umat manusia.

Menurut Hadis Rasulullah SAW, Dajjal adalah seorang laki-laki (HR. Muslim) Makhluk llah yang masih dalam keturunan Nabi Adam AS.

Jadi jelas  Dajjal itu adalah manusia, keturunan Nabi Adam, bukan makhluk aneh atau monster. Dan, Dajjal sebagai salah satu tanda besar sebelum tiba kiamat.  Dan, Rasulullah mengingatkan bahaya fitnah Dajjal.

Maka, Rasulullah memberikan perisai kepada umat Islam agar terhindar dari fitnah Dajjal ataupu Dajjal itu sendiri.

Berdasarkan hadis Rasulullah Barang siapa membaca sepuluh ayat pertama (atau terakhir) dari Surah Al-Kahfi, ia terlindungi dari fitnah Dajjal.”(HR. Muslim).

Dari hadis tersebut, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk membaca surat al-khafi agar tidak terpengaruh dengan fitnah dajjal atau bahaya dajjal, karena itu dapat diartikan, fitnah dajjal maupun dajjal itu sendiri sangat berbahaya.

Gelombang informasi sangat mudah diakses melalui platform media sosial. Namun disayangkan adalah infromasi ataupun berita yang ada belum tentu benar adanya. Maka sebagai manusia kita harus berhati-hati mendapat informasi yang diterima.  Karena, sangat susah membedakan berita yang benar dan berita yang hoaks.

Untuk itu, umat Islam diingatkan tentang betapa sangat berbahayanya fitnah Dajjal, yang memberikan ujian terberat bagi umat manusia menjelang akhir zaman.

Meskipun Dajjal belum muncul, tapi dalam fenomena dan gejala modern, kita melihat “bayang-bayang kecil” dari fitnah cara kerjanya.

Hal ini mengacu pada banyaknya video-video yang beredar di media sosial termasuk  melalui AI  yang  belum tentu benar adanya.

  1. Hoaks: Kebohongan yang Menyamar Menjadi Kebenaran

Di hadis-hadis, Dajjal digambarkan ahli membolak-balik realitas. Yang benar bisa kelihatan salah, yang salah malah kelihatan benar.  Informasi atau berita  menyebar lewat media sosial, kadang narasinya kuat, gambarnya nyata.

Banyak orang langsung percaya tanpa mengecek dulu, lalu menyebarkan lagi. Dalam hitungan menit, kebohongan bisa berubah jadi “kebenaran umum.” Padahal, Islam mewajibkan tabayyun meneliti kebenaran sebelum menyampaikan berita.

Dalam konteks ini, hoaks menjadi cerminan kecil dari bagaimana fitnah besar bisa menembus manusia tanpa kita sadari.

Hoaks bekerja dengan memanfaatkan kelemahan manusia: rasa penasaran, ketakutan, bahkan kebutuhan untuk merasa “lebih tahu” yang istilah generasi Z sekarang adalah “Kepo” (Knowing Every Particular Object) dari orang lain.

Sekali seseorang termakan, ia bukan hanya menjadi korban, tetapi bisa berubah menjadi penyebar tanpa sadar. Dalam hitungan menit saja, kebohongan biasa bisa berubah jadi semacam kebenaran populer. Sehingga orang lebih percaya itu dari pada fakta sebenarnya.

Hoaks itu kebanyakan tidak muncul dari informasi yang benar, tapi lebih dari manipulasi sengaja. Motivasinya macam-macam,  politik misalnya, atau ekonomi, provokasi, bahkan cuma buat sensasi saja.

Saya pikir efeknya tetap sama saja, merusak kepercayaan orang, bikin persatuan terpecah dan yang paling susah, batas antara benar sama salah jadi kabur.

Di tengah badai informasi palsu ini, kehati-hatian adalah benteng. Verifikasi serta cek dan ricek adalah senjata. Dan kebijaksanaan adalah kompas. Tugas kita bukan hanya menolak hoaks, tetapi juga membiasakan diri untuk berpikir jernih, menunda reaksi, dan menimbang sebelum membagikan informasi yang kita terima.

Semisal informasi tersebut adalah fakta tetapi merupakan aib dari seseorang, alangkah baiknya kita simpan. Jangan disebar luaskan, karena sesuai dalil dalam Alquran “Sesungguhnya orang-orang yang senang atas tersebarnya (berita bohong) yang sangat keji itu di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang sangat pedih di dunia dan di akhirat. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui” (QS. An-Nur ayat 19). Begitu juga dengan hadis Rasulullah “Tiada seorang hamba pun yang menutupi cela seorang hamba yang lainnya di dunia, melainkan ia akan ditutupi celanya oleh Allah pada hari kiamat.” (HR Muslim).

Tetapi apabila informasi tersebut adalah fakta sebagai  suatu yang benar dan baik, kita diwajibkan menyebarluaskan informasi tersebut. Karena, bisa jadi  itu menjadi ladang amal bagi kita kelak.

Hal ini juga sesuai dengan dalil Quran “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar” (QS. Ali Imran ayat 104).

  1. Ilusi Digital: Dunia Maya yang Mengaburkan Realitas

Dajjal disebut mampu menciptakan ilusi yang menipu pandangan manusia. Di zaman modern, bentuk ilusi ini hadir melalui manipulasi foto dan video, deepfake, rekayasa visual yang hampir tak bisa dibedakan dari kenyataan. Maupun  informasi yang dikemas sedemikian rupa sehingga menggerakkan emosi tanpa dasar.

Manusia semakin sulit membedakan nyata dan palsu. Teknologi yang seharusnya mempermudah hidup justru dapat menciptakan ketergantungan pada “realitas buatan”. Banyak orang membangun persepsi dunia berdasarkan hal yang tidak benar, sama seperti masyarakat di akhir zaman yang mudah terperdaya oleh ilusi Dajjal.

       3.Fitnah Modern: Krisis Kepercayaan dan Rusaknya Nilai

Fitnah di era digital bukan hanya terkait kebohongan informasi, tetapi juga kerusakan nilai-nilai:

-Fitnah popularitas yang menghalalkan segala cara

-Fitnah  gaya hidup hedonis yang dibungkus “kebebasan”

-Fitnah  konten yang merusak moral tetapi disajikan sebagai hiburan

-Fitnah  perpecahan antarumat hanya karena perbedaan pendapat di dunia maya

Fenomena seperti ini bikin saya sadar, manusia itu gampang  terbawa arus besar yang salah arah. Apalagi kalau pondasi imannya tidak kuat.

Para ulama sering mengatakan, sebelum fitnah yang besar datang, pasti ada terlebih dahulu fitnah-fitnah kecil sebagai semacam ujian.  Buat lihat apakah orang bisa pegang teguh kebenaran, atau malah ikut bingung dan tenggelam dalam arus tersebut.

       4.Menguatkan Diri dari “Pra-Fitnah” Dajjal

Islam tidak meminta kita sekadar takut; Islam meminta kita bersiap. Ada beberapa langkah yang diajarkan syariat untuk menghadapi fenomena fitnah, baik yang kecil maupun yang besar:

1.Berpegang pada ilmu yang benar Ilmu adalah cahaya. Tanpa ilmu, manusia mudah disesatkan oleh narasi palsu.

2.Tabayyun pada setiap informasi Allah memerintahkan untuk memeriksa kebenaran berita sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

3.Memperbanyak dzikir dan menjaga hubungan dengan Al-Qur’an
Surah Al-Kahfi, terutama 10 ayat pertama, disebut sebagai perisai dari fitnah Dajjal.

4.Menjaga kebersihan hati Fitnah paling mudah menjangkiti hati yang rapuh; sedangkan hati yang bersih akan lebih peka membedakan kebenaran dan kebatilan.

5.Selektif dalam menggunakan teknologi Tidak semua yang mendunia itu benar, dan tidak semua yang viral itu baik. Seorang Muslim harus mampu memilah, bukan sekadar mengikuti.

Hoaks, ilusi digital, dan fitnah media bukan hanya masalah sosial atau teknologi. Tetapi,   cerminan dari ujian besar yang pernah diingatkan Rasulullah SAW.

Fenomena-fenomena ini mengajarkan bahwa sebelum fitnah yang besar datang, manusia sudah diuji dengan bentuk-bentuk kecilnya.

Jika umat Islam tidak membangun benteng iman, ilmu, dan akhlak sejak sekarang,  akan mudah terjerumus dalam tipu daya zaman.

Namun jika mereka kuat, fitnah sekecil atau sebesar apa pun, akan menjadi peluang untuk semakin dekat kepada Allah dan semakin teguh memegang kebenaran. (Penulis: Dosen STAI Samora Pematangsiantar)

ShareSendShare

Berita Terkait

Poto bersama
ANEKA RAGAM

FKUB Beri Penghargaan Bapak Toleransi kepada Wali Kota Siantar  

24 September 2026 | 19:42 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS   Didampingi sejumlah Unsur Forkopimda Walikota Pematangsiantar Wesly Silalahi menerima penghargaan sebagai Tokoh Toleransi di Kota Pematangsiantar dari...

Read moreDetails
Poto bersama
ANEKA RAGAM

Polres Siantar Kembali Gelar Program Pahami AI Tingkat SMA/SMK/MA  

24 September 2026 | 08:30 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Kalau sebelumnya berlangsung se Kecamatan Siantar Barat,  kali ini  personel Polres Pematangsiantar kembali menggelar program pahami AI (Kecerdasan...

Read moreDetails
Putra Lubis
ANEKA RAGAM

Pemuda Muhammadiyah Kecewa, LKPD dan P-APBD Siantar Tidak Dibahas

23 September 2026 | 21:53 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Pemuda Muhammadiyah Kota Pematangsiantar kekecewa terhadap tidak dibahasnya Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 dan  Perubahan...

Read moreDetails
Tersangka dan barang bukti
ANEKA RAGAM

Duduk di Atas Sepeda Motor, Polres Siantar Amankan Pemilik 21,55 Gram Sabu

23 September 2026 | 20:21 WIB

SIANTAR,SENTERNEWS Pria berinisial IH (29) diamankan personel Satresnarkoba Polres Pematangsiantar yang sedang duduk di atas sepeda motor di  pinggir Jalan...

Read moreDetails
Evakuasi jenazah
ANEKA RAGAM

Warga Siopat Suhu Ditemukan Mayat Membusuk

23 September 2026 | 20:20 WIB

SIANTAR ,SENTERNEWS Temuan sosok mayat lelaki-laki,  Rahmali Panjaitan yang kondisinya sangat mengenaskan di dalam rumah menghebohkan warga Jalan perwira, Kelurahan...

Read moreDetails
MUI Pusat sampaikan arahan
ANEKA RAGAM

MUI Pusat Nilai, Pemanfaatan Digital MUI Pematangsiantar Punya Nilai Plus

23 September 2026 | 19:36 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS  Majelis Ulama Indonresia (MUI) Pusat berkunjung ke MUI Pematangsiantar dalam rangka  monitoring dan evaluasi kelembagaan dan  kunjungan kerja...

Read moreDetails

Berita Terbaru

ANEKA RAGAM

FKUB Beri Penghargaan Bapak Toleransi kepada Wali Kota Siantar  

24 September 2026 | 19:42 WIB
HEADLINE

Pengunjukrasa Berjualan Hasil Pertanian dan Masak Kolak di Kantor Wali Kota Siantar

24 September 2026 | 14:48 WIB
ANEKA RAGAM

Polres Siantar Kembali Gelar Program Pahami AI Tingkat SMA/SMK/MA  

24 September 2026 | 08:30 WIB
ANEKA RAGAM

Pemuda Muhammadiyah Kecewa, LKPD dan P-APBD Siantar Tidak Dibahas

23 September 2026 | 21:53 WIB
SEREMONIAL

Awal Tugas, Kapolres Siantar AKBP Dhana Noer Kurniawan Silaturahmi ke Ketua PN

23 September 2026 | 21:44 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun Jalin Silaturahmi dengan Ketua DPRD

23 September 2026 | 21:38 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Pelaku Curanmor Dibekuk Polsek Gunung Malela  

23 September 2026 | 21:37 WIB
ANEKA RAGAM

Duduk di Atas Sepeda Motor, Polres Siantar Amankan Pemilik 21,55 Gram Sabu

23 September 2026 | 20:21 WIB
ANEKA RAGAM

Warga Siopat Suhu Ditemukan Mayat Membusuk

23 September 2026 | 20:20 WIB
ANEKA RAGAM

MUI Pusat Nilai, Pemanfaatan Digital MUI Pematangsiantar Punya Nilai Plus

23 September 2026 | 19:36 WIB
ANEKA RAGAM

GAMPERA Desak DPRD Siantar Verifikasi Keabsahan Dokumen “CL” yang Diduga Bermasalah

23 September 2026 | 14:28 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Perkuat Sinergitas TNI-Polri, Kapolres Simalungun Sambangi Makorem 022/Pantai Timur

22 September 2026 | 19:28 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata