SIMALUNGUN, SENTERNEWS
Keinginan anak- anak perantau asal Nagori Siatasan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, bertolak belakang dengan Pangulunya. Pasalnya, rencana ingin membangun kampung halaman, malah terkesan dipandang Pangulu Pardamean Sinaga, dengan sebelah mata.
Seperti diungkapkan salah satu seorang anak rantau bermarga Sirait. Meski material untuk perbaikan jalan yang selalu dilintasi warga sudah diturunkan, malah terkesan dibiarkan begitu saja terhampar di jalan.
“Bantuan seperti tidak menghargai, dibilangnya permintaan kalian banyak, berapa rupanya yang kalian berikan,” ucap Sirait, Jumat (10/4/2026), menirukan ucapan perangkat Pangulu Siatasan kepadanya melalui telepon seluler beberapa hari sebelumnya.
Dijelaskan, beberapa Anak Rantau memberikan bantuan murni untuk membantu kampung halaman seperti perbaikan jalan yang selalu dilalui agar warga nyaman dilintasi. Apalagi selama ini sulit dilintasi kenderaan. Terutama saat musim hujan.
Karena merasa prihatin itu, para perantauan di berbagai daerah, sepakat menurunkan bahan material. Namun, materi itu dibiarkan begitu saja. Pangulu tidak ada menggerakkan untuk mengerjakan perbaikan jalan tersebut.
“Kami selaku anak rantau, merasa kecewa dengan pihak Pangulu. Karena bantuan yang kami kumpulkan atas dasar adanya surat dari pihak Nagori Siatasan yang meminta bantuan partisipasi kepada anak rantau,” cetusnya.
Saat siko formasi kepada Pangulu Nagori Siatasan P Sinaga di kantornya, malah mengatakan, bantuan material berupa batu padas yang diberikan anak rantau sudah direalisasikan dan dikerjakan para perangkat Nagori di jalan yang rusak. (Rm)






