SIMALUNGUN, SENTERNEWS
Melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Simalungun, dengan tema,” Penguatan Jati Diri Budaya Menuju Simalungun Maju dan Berdaya Saing”, Pemkab Simalungun gelar Peringatan Hari Jadi Ke 193 Daerah Simalungun , Sabtu (11/4/202).
Rapat Paripurna Istimewa yang berlangsung di Gedung DPRD Simalungun, Pamatang Raya itu, dipimpin Ketua DPRD Simalungun, Sugiarto. Didampingi Wakil Ketua Samrin Girsang, Bonauli Rajaguguk dan Juara Sipayung serta dihadiri seluruh anggota legislatif.
Turut hadir Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, bersama jajaran Forkopimda, Sekda Mixnon Andreas Simamora dan para pejabat Tinggi Pratama, serta para pejabat administrasi dan pengawas lingkup Pemkab Simalungun.
Kemudian, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, ahli waris Raja Marpitu, perwakilan organisasi kemasyarakatan, pemuda, TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, serta undangan lainnya.
Ketua DPRD Simalungun yang membuka Rapat Paripurna Istimewa itu menyampaikan, di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, tantangan pembangunan semakin kompleks, diperlukan inovasi, kolaborasi, dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan Pemerintah daerah dan DPRD dan dukungan penuh dari masyarakat.
Untuk itu, seluruh elemen masyarakat diminta terus berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah. Mulai dari menjaga keamanan dan ketertiban, mendukung program pemerintah, hingga memberikan kritik dan saran yang konstruktif demi kemajuan Kabupaten Simalungun.
“Kabupaten Simalungun yang kita cintai ini adalah rumah bagi berbagai suku, agama, dan budaya. Keberagaman ini adalah kekayaan yang harus kita jaga dan rawat bersama,” ujarnya.
Bupati Simalungun, Dr H Anton Achmad Saragih memaparkan makna mendalam di balik penetapan tanggal 11 April sebagai Hari Jadi Simalungun.
“Tanggal 11 April diambil dari pembuatan Laklak Simalungun tertua yang ditemui di Talang Tua Palembang. Pustaka itu menyebut ditulis pada Mudahani ni Poltak, bulan Sipaha Opat Hatohani atau 11 April Tahun Saka 608 atau 686 Masehi,” jelas Bupati.
Sementara, angka tahun 1833 diambil sebagai dasar perhitungan usia daerah karena merupakan tahun terbentuknya Perserikatan Raja Maropat, fase kedua Kerajaan Simalungun yang memperbaharui ikatan Sisada Parmaluan Sisada Lungun dan mengganti nama Kesatuan Batak Timur Raya menjadi Simalungun.
“Hal ini telah tertuang kokoh dalam Peraturan Daerah Tingkat II Simalungun Tahun 1999. Dengan demikian, pada hari ini Sabtu tanggal 11 April 2026 kita memperingati Hari Jadi ke-193 Daerah Simalungun,” tegasnya.
Bupati juga memaparkan rangkaian kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur. Salah satu agenda utama adalah ziarah ke makam para Raja Marpitu yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Kecamatan Raya, Panei, Tanah Jawa, Purba, Silimakuta, Dolok Silou, hingga ke Makam Raja Sang Nauwaluh Damanik di Kabupaten Bengkalis, Riau.
Dijelaskan, puncak perayaan hari jadi tanggal 18 April 2026 dengan panggung hiburan. Rangkaian kegiatan itu sebagian refleksi mendalam atas akar sejarah dan identitas budaya daerah Simalungun sekaligus menyusuri berbagai situs sejarah yang menjadi penanda kejayaan daerah pada masa lalu.
Momentum Hari Jadi Ke 193 Daerah Simalungun tahun ini, menurut Bupati, bukan hanya seremonial belaka, melainkan momen untuk memperkuat hubungan antara generasi kini dengan warisan masa lampau. Nilai-nilai luhur yang diwariskan para raja terdahulu diharapkan tetap hidup dan menjadi pijakan pembangunan.
Kepada generasi penerus, Bupati mengajak untuk menjadikan sejarah sebagai pelajaran berharga. Setiap era memiliki dinamika dan tantangannya sendiri, namun semangat kebersamaan harus terus dijaga.
Dalam rapat tersebut sebelumnya juga dibacakan History Kabupaten Simalungun oleh Sekda, Mixnon Andreas Simamora. Diakhiri dengan pemotongan kue oleh Ketua DPRD Simalungun yang selanjutnya diserahkan kepada Bupati Simalungun dan sesi foto bersama.(Rm)






