Senter News
Minggu, 8 November 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS SIANTAR-SIMALUNGUN

Kenaikan Harga Beras Tak Dinikmati Petani

Penulis: Redaksi Senternews.com
19 Januari 2023 | 20:13 WIB
Rubrik: SIANTAR-SIMALUNGUN
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

SIANTAR, SENTER NEWS

Kenaikan harga beras yang sudah berlangsung tiga minggu terakhir tenyata tidak turut dinikmati petani padi sawah. Pasalnya, kenaikan tersebut, tidak diiringi dengan kenaikan harga gabah yang saat ini dinilai masih tergolong rendah.

“Wah, kenaikan harga beras tidak membuat petani merasa gembira karena harga gabah dari hasil panen petani masih tergolong rendah,” ujar Sabungan Tampubolon sebagai Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekar Nauli, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Siantar, Kamis (19/1/2023).

Dijelaskan, saat ini harga gabah basah yang dijual petani kepada agen yang datang langsung ke areal persawahan setelah selesai panen per Kg hanya Rp 4.500. Idealnya harga gabah paling rendah sekitar Rp 5.000. Sehingga, petani mendapat keuntungan yang memadai.

Tampubolon juga menjelaskan, kenaikan harga beras tersebut dikatakan cendrung hanya menguntung para saudagar. Sementara, problema petani bukan hanya soal rendahnya harga gabah. Lebih dari itu juga terkait dengan mahalnya harga pupuk dan obat-obatan.

Kemudian, masalah hama yang menyerang padi sawah seperti saat petani memasuki masa panen beberapa waktu lalu, petani dikatakan mengalami kerugian karena hanya sekitar 30 persen yang berhasil. Padahal, idealnya hasil panen minimal 5 ton per hektar.

“Kalau soal pupuk bersubsidi dari pemerintah tidak bisa diharapkan karena jumlahnya terbatas. Jadi, kita terpaksa harus membeli pupuk non subsidi yang harganya mahal apalagi harga obat-obatan juga mahal. Jadi, kalau harga gabah dinaikkan, petani tentu bisa terbantu atau tidak terlalu berat untuk mengelola pertanian padi sawah,” ujar Tampubolon lagi.

Terkait dengan keberadaan Badan Urusan Logistik (Bulog) dikatakan tidak begitu berarti bagi petani. Bahkan, petani malah enggan menjual gabah kepada Bulog karena harganya malah lebih rendah dibanding dengan harga yang ditetapkan para agen.

“Bagaimana kita mau menjual gabah kepada Bulog karena harganya lebih rendah. Sedangkan kepada agen, selain diambil langsung dari sawah selesai panen, harganya juga lebih tinggi,” ujar Sabungan Tampubolon yang juga Ketua Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) Mekar Nauli.

Terkait dengan beras impor yang masuk ke Indonesia dan itu lebih banyak berasal dari Thailand, dikatakan tidak harus terjadi kalau petani memang dapat mengelola sawah dengan baik dan pemerintah memperhatikan nasib petani sehingga hasil panen memang memuaskan.

“Kalau nasib kita petani padi sawah ini memprihatinkan. Tapi, beginilah, mau tidak mau kita harus bertahan. Karena mengelola pertanian padi sawah tidak lagi begitu menjanjikan, sawah banyak berubah fungsi menjadi lahan kering menanam tanaman lain seperti palawija,” ujar Tampubolon.

Terpisah, Ali Akbar Siregar sebagai Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Kota Siantar mengatakan, hasil panen padi sawah seluas 1.371 hektar di kota Siantar hanya mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan beras dari Kota Siantar. Sehingga, beras dari luar daerah memang masih sangat dibutuhkan.

“Kalau soal rendahnya harga gabah yang ditentukan Bulog, itu kebijakan pemerintah dan wajar petani enggan menjual gabah kepada Bulog karena harga dari para agen atau saudagar yang langsung mengambil gabah dari petani memang lebih tinggi,” ujarnya singkat.

Sementara, soal kenaikan harga beras terjadi secara nasional. Bahkan, di Kota Siantar, masyarakat menengah ke bawah banyak mengeluh. Namun, karena sudah menjadi kebutuhan pokok, terpaksa harus dibeli.

“Kenaikan harga beras sekitar Rp 1000 per kilogram jelas membuat biaya keluarga saya yang berpenghasilan kecil menjadi semakin berat. Tapi, apa mau dibilang,” ujar Naini ibu rumah tangga warga Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur yang biasanya membeli beras Rp 105 ribu untuk ukuran 20 Kg naik menjadi Rp 120 ribu.

Sementara, sejumlah pedagang eceran mengatakan, kenaikan harga beras terjadi karena harga beli naik” Kita beli harganya naik, jadi kita jual eceran juga naik. Sampai kapan harga beras kembali stabil, saya kurang tau,” ujar Tie, pedagang kebutuhan pokok di Kelurahan Tomuan, kecamatan Siantar Timur. (In)

ShareSendShare

Berita Terkait

SIANTAR-SIMALUNGUN

Operasi Patuh di Malam Minggu, Satlantas Polres Simalungun Amankan 30 Motor Knalpot Brong  

8 November 2026 | 11:46 WIB

SIMALUNGUN, SENTERNEWS Operasi  Patuh Toba 2026 hari ke 13 yang digelar  Satlantas Polres Simalungun bersama Polsek Batu Nanggar sejak 26...

Read moreDetails
Ketiga tersangka dan barang bukti
SIANTAR-SIMALUNGUN

Dari Pengembangan P4GN, Polres Simalungun Ringkus Tiga Pemain Sabu

7 November 2026 | 09:40 WIB

SIMALUNGUN, SENTERNEWS Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) terkait Penindakan dan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Satuan Reserse Narkoba...

Read moreDetails
SIANTAR-SIMALUNGUN

Pemkab Simalungun Lakukan Pengaspalan Jalan Simpang Hatonduhan-Tangga Batu

7 November 2026 | 09:24 WIB

SIMALUNGUN, SENTERNEWS   Bupati Simalungun Dr H Anton Achmad Saragih bersama Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga tetap jadikan pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu...

Read moreDetails
SIANTAR-SIMALUNGUN

Green Policing di Mako Polres Simalungun, Kapolres dan Bhayangkari Tanam 30 Pohon Mangga dan Durian

6 November 2026 | 18:00 WIB

SIMALUNGUN, SENTERNEWS Kapolres Simalungun AKBP Dr Hendri Nupia Dinka Barus SH SIK MM laksanakan Program Prioritas Kapolri "Polisi Bersama Masyarakat"...

Read moreDetails
SIANTAR-SIMALUNGUN

Pemkab Simalungun Sosialisasi dan Penertiban Pedagang di Kota Perdagangan

6 November 2026 | 17:38 WIB

SIMALUNGUN, SENTERNEWS   Pemkab  Simalungun melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, unsur Kecamatan Bandar dan  instansi terkait, gelar sosialisasi sekaligus penertiban...

Read moreDetails
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kasat Lantas Polres Simalungun : Selama Operasi Patuh Toba 2026, Laka Lantas Turun 30 Persen

6 November 2026 | 08:40 WIB

SIMALUNGUN, SENTERNEWS Saat ini, Operasi Patuh Toba 2026  telah memasuki hari ke-11. Dan, Kasat Lantas Polres Simalungun,  AKP Friska Susana...

Read moreDetails

Berita Terbaru

ANEKA RAGAM

Ops Patuh Toba 2026 Polres Siantar, Amankan  20 Sepeda Motor Berknalpot Brong

8 November 2026 | 19:08 WIB
SEREMONIAL

Wali Kota Diwakili Sekda Hadiri Parheheon Ama HKBP

8 November 2026 | 16:56 WIB
SEREMONIAL

Wali Kota Hadiri Peletakan Batu Pertama Bedah Rumah Tidak Layak Huni

8 November 2026 | 16:52 WIB
ANEKA RAGAM

Safari Subuh MUI Pematangsiantar di Masjid Ubudiyah: “Hati Hati Menggunakan Media Sosial”

8 November 2026 | 12:02 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Operasi Patuh di Malam Minggu, Satlantas Polres Simalungun Amankan 30 Motor Knalpot Brong  

8 November 2026 | 11:46 WIB
ANEKA RAGAM

Dr Henry Sinaga Gugat Keputusan Menteri ATR/Kepala BPN Tentang Peralihan Hak Terintegrasi (Perintis) 10 Hari ke PTUN

7 November 2026 | 18:59 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Dari Pengembangan P4GN, Polres Simalungun Ringkus Tiga Pemain Sabu

7 November 2026 | 09:40 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Pemkab Simalungun Lakukan Pengaspalan Jalan Simpang Hatonduhan-Tangga Batu

7 November 2026 | 09:24 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Green Policing di Mako Polres Simalungun, Kapolres dan Bhayangkari Tanam 30 Pohon Mangga dan Durian

6 November 2026 | 18:00 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Pemkab Simalungun Sosialisasi dan Penertiban Pedagang di Kota Perdagangan

6 November 2026 | 17:38 WIB
ANEKA RAGAM

Kayu Penebangan di Hutan Hatonduhan Diduga Diangkut ke Sejumlah Kilang di Siantar, Tim Wartawan Dihalangi Melakukan Peliputan

6 November 2026 | 16:09 WIB
SEREMONIAL

Disdukcapil Pematangsiantar Luncurkan SILENTERA KIPAS, Permudah Penerbitan Akta Kelahiran Bayi Pasca Melahirkan 

6 November 2026 | 15:37 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata