SIANTAR, SENTER NEWS
Pria berinisial AP (33) warga Jalan Lapangan Bola Bawah, Kelurahan Pardamean, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar bernasib sial. Setelah gagal memetik tas milik seorang perempuan berstatus PNS, akhirnya bonyok dipukuli, Sabtu (18/2/2023) sekira jam 13.30 WIB
Kejadian itu berlangsung di depan STTC, Jalan Pdt Justin Sihombing, Kelurahan Sipat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar. Sedangkan pemilik tas, Ida Hotriana Saragih (58) warga Jalan Melati, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar.
Sebelum kejadian, Ida Hotriana Saragih datang ke rumah anak perempuannya, Inka Grasia Ambarita (26) di eks kantor Bupati Simalungun, Jalan Air Bersih, Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun. Kemudian, berangkat mengenderai sepeda motor Yamaha Mio warna merah untuk menghadiri pesta di Wisma Tama di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar.
Saat melintas di lokasi kejadian, dari arah belakang mucul Honda Revo tanpa plat yang dikemudikan AP dengan membonceng JS, warga Simpang Dua, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Siantar.
Saat sepeda motor pelaku berhasil memepet sepeda motor korban, JS yang berada di boncengan langsung menarik tas sandang milik korban. Namun, sebelum tas pindah tangan, aksi pelaku itu diketahui Inka Grasia Ambarita yang langsung berteriak jamret.
Meski aksi jamret gagal, Inka Grasia Ambarita tetap mengejar sepeda motor pelaku sambil tetap berteriak jamret. Bahkan, sepeda motor pelaku yang melaju ke arah Jalan Kesatria, turut dikejar pengemudi mobil Toyota Rush yang mengetahui kejadian itu.
Pengejaran membuahkan hasil, mobil Toyota Rush akhirnya memepet sepeda motor pelaku. Bahkan, sepeda motor pelaku terjatuh. Saat itu AP yang berusaha kabur, malah menabrak warga dan berhasil ditangkap. Sedangkan temannya JS berhasil melarikan diri.
Selanjutnya, pelaku AP dikerumuni warga dan dipukuli sampai babak belur. Jelang beberapa saat, diamankan personel polisi dari Polsek Siantar Timur. Dan Kapolsek Kapolsek Iptu Jhon Harno Purba membenarkan kejadian itu.
“Pelaku yang tertangkap masih diamankan. Sedangkan satu pelaku lagi masih pengejaran,” Iptu Jhon Harno Purba. (Tan)






