SIANTAR, SENTER NEWS
Aksi balap liar di Kota Siantar kaum muda dengan berbagai jenis sepeda motor yang kerap menggunakan knalpot blong sangat meresahkan masyarakat. Biasanya berlangsung hampir setiap malam. Namun, paling ramaipada malam Minggu.
Pantauan Senter News, lokasi aksi balap liar atau “trek-trekan” itu, antara lain di sepanjang Jalan Medan dari Taman “Siantar Man” di perbatasan Siantar-Simalungun sampai depan SMA Negeri 5. Di sekitar Terminal Tanjung Pinggir, di areal perkotaan mulai Jalan Merdeka sampai Jalan Sutomo dan Simpang Dua.
Andika Pryogi Sinaga SE, Ketua Komisi 1 DPRD Siantar membenarkan aksi balap liar di Kota Siantar masih berlangsung di sejumlah lokasi. Bahkan, menyaksikan ada postingan melalui media massa soal balap liar di Jalan Medan, depan SMA Negeri 5, Sabtu (11/3/2023).
“Kalau melihat aksi balap liar yang mengendarai beberapa jenis sepeda motor menggunakan knalpot blong di Jalan Medan itu, penontonnya ramai juga. Pembalap liar ada melakukan zigzag dan ada standing dengan mengangkat ban depan ke atas,” ujar Andika Prayogi Sinaga, Minggu (12/3/2023).
Dijelaskan juga, aksi balap liar akhirnya bubar karena pihak Kepolisian menggunakan mobil patroli datang ke lokasi. “Kita apresiasi pihak kepolisian yang melakukan penertiban. Dan, kita minta razia dilakukan juga di sejumlah lokasi lain seperti di Simpang Dua, di Jalan Merdeka dan Sutomo. Termasuk di daerah Tanjung Pinggir,” ujarnya.
Selain aksi balap liar yang mengganggu kenyamanan pengendera lainnya dan dapat mengundang korban jiwa bagi pelaku balap liar dan pengendera lainnya, aksi begal di jalanan juga harus diantisipasi. Demikian juga aksi premanisme.
“Sebagai anggota DPRD Siantar, saya sering menerima keluhan masyarakat soal balap liar. Karenanya, kepolisian harus segera turun melakukan razia. Apalagi saat ini bulan Ramadhan sudah semakin dekat,” ujarnya sembari mengatakan bahwa pihak Kepolisian tentu mengetahui dimana saja aksi balap liar itu.
“Sebentar lagi ummat Islam akan memasuki bulan suci Ramadhan. Kalau aksi balap liar dibiarkan dan suara bising knalpotnya menggangu kenyamanan ummat Islam, ini tentu sangat tidak mengenakkan,” ujar Andika yang juga Wakil Ketua IV BKM Mesjid Raya Kota Siantar.
Khusus di sekitar areal perkotaan, aksi balap liar biasanya mengambil start dari Jalan Merdeka depan Kantor Wali Kota yang berhadapan dengan Lapangan Merdeka (Taman Bunga). Biasanya berlangsung mulai sekitar jam 21.00 Wib ke atas.
Para pelaku pembalap liar itu menggunakan tiga sampai atau empat sepeda motor. Melaju sampai habis gas menuju Tugu Wahana Tata Nugraha. Kemudian berbelok masuk Jalan Sutomo yang lalulintasnya tergolong ramai khususnya pengendara sepeda motor.
Saat melewati Suzuya Plaza, pelaku balap liar memperlambat sepeda motor karena harus melewati enam gundukan “polisi tidur” di depan rumah Dinas Polres Siantar. Kemudian, di depan Mapolres Siantar, berbelok lagi memasuki garis finis di Jalan Merdeka.
“Wah, kalau balap liar itu melintas dan melewati kita, jantung rasanya seperti mau copot karena suara kenalpot bolongnya sangat keras. Orang itu sepertinya tidak takut mati karena mungkin merasa punya nyawa serap,” ujar Mahyudi, warga Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar.
Mahyudi didampingi beberapa temannya yang sempat mengamati para pelaku balap liar saat akan beraksi di depan Taman Bunga mengatakan, balap liar bukan hanya sekedar pamer aksi di jalanan. Tetapi, ada yang taruhan.
“Orang itu ada yang taruhan dan yang pegang taruhan biasanya yang tidak ikut balap. Tapi, seingat saya beberapa waktu lalu razia sempat gencar. Kereta bodong atau tak punya surat diamankan. Begitu juga yang berkenalpot blong,” ujar teman Wahyudi warga lainnya.
Ketika soal aksi balap liar yang meresahkan masyarakat itu dikonfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Banuara Manurung melalui telepon seluler, tidak bisa dihubungi. Dan, pesan Whats App juga tidak dijawab. (Amb/Jr)






