Senter News
Kamis, 5 November 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS ANEKA RAGAM

Bahasa Simalungun Belum Jadi “Tuan” di Tanah Leluhur

Penulis: Redaksi Senternews.com
14 Maret 2023 | 12:20 WIB
Rubrik: ANEKA RAGAM
ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

Catatan : Imran Nasution

SEBAGAI salah satu rumpun Batak, bahasa Simalungun ternyata belum menjadi “tuan” di tanah leluhur seperti Kabupaten Simalungun dan Kota Siantar. Kalau dibiarkan, bukan mustahil hilang dari muka bumi. Sama nasibnya seperti bahasa daerah lain di Indonesia yang telah lebih dulu punah.

Padahal, bukankah bahasa menunjukkan identitas atau karakter suatu kaum? Kalau identitas itu hilang berarti kebersamaan persaudaraan atau kebanggaan sesama etnis merenggang. Kemudian, rumpunnya tidak dikenal lagi sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam suku atau etnis dengan bahasa masing-masing.

Berbeda dengan bahasa daerah lain di Indonesia seperti Aceh, Minang, Sunda, Jawa maupun banyak daerah lain di Indonesia karena di daerahnya memiliki kata pengantar bahasa daerah. Sehingga, saat mereka berada di perantauan langsung saling mengenal dan solidaritas atau persaudaraan semakin meningkat.

Kemudian berbeda juga dengan bahasa daerah khususnya di Sumatera Utara. Misalnya, Karo, Toba, Humbang, Pakpak, Mandailing, Sipirok maupun bahasa lain non Batak seperti Nias maupun Melayu pesisir serta bahasa etnis daerah lain.

Kalau dicermati lebih jauh lagi, kondisi bahasa Simalungun sedang mengalami erosi dan itu terjadi karena beberapa faktor penting yang sebenarnya kelihatan jelas sebagai suatu fakta.

Di antaranya, Kabupaten Simalungun termasuk kota Siantar sebagai “Tano Hasusuran” etnis Simalungun, dihuni beragam suku budaya. Kemudian, etnis Simalungun bukan mayoritas. Sehingga, penggunaan bahasa daerah tidak menyeluruh di setiap kecamatan.

Bahkan, beberapa kecamatan tidak menggunakan bahasa Simalungun dalam pergaulan sosial dan yang digunakan justru bahasa non Simalungun atau bahasa Indonesia.

Hal itu tampak di sekitar kecamatan yang berbatasan dengan kabupaten Toba, Karo maupun di kecamatan lain yang justru didominasi suku non Simalungun. Demikian juga di Kota Siantar yang sejarahnya merupakan tanah leluhur etnis Simalungun.

Faktor lain, terjadinya erosi penggunakan bahasa leluhur etnis Simalungun, fanatisme orang Simalungun khususnya yang keluarganya asli etnis Simalungun masih menipis, dan ada yang enggan menggunakan bahasa ibu.

Artinya, orang Simalungun terkesan kurang memahami betapa pentingnya pengggunaan bahasa daerah dibanding dengan etnis non Simalungun lain khususnya di Sumatera Utara yang berasal dari rumpun Batak.

Belum lagi soal perkawinan silang antara etnis Simalungun dengan non etnis Simalungun yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai pengantar. Sehingga, jarak anak dan keturunannya dengan bahasa leluhur semakin jauh.

Karena kondisi itu, pantas generasi muda etnis Simalungun tidak menggunakan bahasa Simalungun dalam pergaulan sehari-hari meski masih sama-sama etnis Simalungun. Yang digunakan justru bahasa non Simalungun atau malah menggunakan bahasa daerah non Simalungun. Termasuk menggunakan bahasa Indonesia.

Faktor lain, penguatan pemerintah daerah untuk menonjolkan kearifan lokal tidak begitu “ngotot”. Misalnya, pelajaran bahasa Simalungun di sekolah-sekolah belum begitu merata dan para tenaga pengajarnya malah ada yang non Simalungun. Bahkan, di kota Siantar pemerintah kota justru terkesan melakukan pembiaran terhadap sekolah yang belum menghargai kearifan lokal.

Kalau dicermari, tidak sedikit generasi muda di kota Siantar dan di Kabupaten Simalungun khususnya mulai enggan menggunakan bahasa Simalungun sebagai bahasa ibu. Sehingga, ada kekawatiran generasi muda akan lupa dengan warisan leluhur.

Hal itu sebenarnya bukan kesalahan kaum muda itu semata. Tapi, para orang tua seperti enggan atau malah kurang peduli memberi pelajaran kepada generasi muda. Sehingga, tidak terjadi erosi yang makin mengkawatirkan. Terutama bagi masyarakat yang berada di perkotaan dan di lingkungan masyarakat non etnis Simalungun.

Untuk itu, para pemangku adat khususnya Partuha Maujana Simalungun (PMS) saatnya duduk bersama merumuskan permasalahan yang terjadi untuk mencari solusi. Namun, melestarikan bahasa Simalungun di “Bumi Habonaron Do Bona” Simalungun dan di kota “Sapangamabei Manoktok Hitei” Siantar bukan hanya tugas PMS dan seluruh komponen terkait dengan PMS.

Upaya pelestarian itu boleh dilakukan dari para orang tua dengan memberi pelajaran kepada putra-putrinya untuk menerapkan bahasa Simalungun di lingkungan keluarga. Kemudian, pemerintah juga wajib perduli melestarikan kearifan lokal.

Misalnya, kurikulum bahasa Simalungun yang sudah ada di sekolah lebih ditekankan lagi agar lebih membumi.

Namun demikian, perlu mengantisipasi kendala paling utama dengan adanya keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga, wajib dilakukan pendidikan dan pelatihan serta sarana pendukung lain seperti buku-buku praktis yang mudah dipelajari.

Kemudian, kalau orang Simalungun menggelar pesta harus menyertakan budaya leluhur dan itu memang sudah mulai kelihatan. Apalagi lagu-lagu Simalungun semakin populer untuk dinyanyikan meski hanya menggunakan organ tunggal atau keyboard.

Meski anak muda atau kalangan pelajar dituntut mampu berbahasa asing seperti bahasa Inggris maupun bahasa internasional lainnya, bahasa Simalungun wajib diterapkan. Khususnya bagi etnis Simalungun sendiri.

Apabila memang tidak ada kepedulian melestarikan dan upaya pengembangan, bahasa Simalungun terancam punah dari muka bumi. Selanjutnya, kaum itu akan kehilangan indenitas dan jati diri.

PUNAH

Sekedar informasi, berdasarkan data, keseluruhan bahasa daerah di Indonesia sebanyak 726 bahasa dan 640 bahasa versi Unesco.

Selain Bahasa Indonesia yang dipakai sebagai bahasa nasional, masyarakat biasanya akan menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari.

Dari aspek distribusi, bahasa daerah di Indonesia banyak tersebar di Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera dan sedikit di Jawa dengan 20 bahasa.

Namun, dari jumlah bahasa daerah yang ada, terdapat 14 bahasa daerah di Indonesia yang sudah hilang atau punah. Hilangnya bahasa tersebut disebabkan karena sedikitnya penduduk lokal yang menggunakan bahasa daerah mereka.

Dari 14 bahasa yang punah itu, 10 bahasa di Maluku Tengah, bahasa Hoti, Hukumina, Hulung, Serua, Te’un, Palumata, Loun, Moksela, Naka’ela dan Nila. Dua bahasa punah juga di Maluku Utara yakni Ternateno dan Ibu. Dua bahasa berasal dari Papua yakni Saponi dan Mapia.

Sementara, 13 bahasa daerah yang penuturnya di atas satu juta di antaranya, Minangkabau, Batak, Rejang, Lampung, Sunda, Makassar, Aceh, Jawa, Bali, Sasak, Bugis, Madura, dan Melayu. (*)

ShareSendShare

Berita Terkait

Dr Henry Sinaga
ANEKA RAGAM

Dr Henry Sinaga Protes! Hasil Ekspos Kenaikan NJOP 1000 Persen Bukannya Turun, Tapi Bertambah Naik

4 November 2026 | 08:11 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Dari ekspos hasil peninjauan kembali terkait dengan kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) 1.000 persen, Pemko Pematangsiantar  dinilai...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Dishub Pemko Siantar Lakukan Pengamanan Lalulintas  di 22 Titik

3 November 2026 | 18:56 WIB

SIANTAR,SENTERNEWS Pemko Pematangsiantar melalui Dinas Perhubungan (Dishub) lakukan pengamanan lalu lintas rutin di 22 titik. Termasuk di Jalan Medan depan...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Partai Gerindra Siantar Turut Mengawasi: Program MBG Pakai Prasmanan?

3 November 2026 | 18:32 WIB

SIANTAR,SENTERNEWS Karena  dapat memberdayakan perekonomian masyarakat, menekan pengangguran serta bermanfaat kepada masyarakat, Partai Gerindra  Pematangsiantar tetap melakukan pengawasan terhadap program...

Read moreDetails
Ruko dan gedung eks SMA Negeri 4
ANEKA RAGAM

Ruko dan Eks SMA Negeri 4 Pematangsiantar Milik Moei Tioe & Hermawanto Dieksekusi 

3 November 2026 | 16:14 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Rumah toko (Ruko) di Jalan Cipto, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, dan eks bangunan SMA Negeri 4 Jalan...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

DPRD Siantar Sepakat Bahas R-APBD 2027 dan 3 Ranperda 

2 November 2026 | 20:01 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS DPRD Pematangsiantar  akhirnya  sepakat melakukan pembahasan Rancangan (R) APBD Pematangsiantar Tahun Anggaran (TA) 2027 dan tiga Rancangan Peraturan...

Read moreDetails
Komisi 3 DPRD  Siantar
ANEKA RAGAM

DPRD Siantar Soroti Proyek Dinas PUTR, Selain Ada Berhenti Sebulan, Juga Tak Berkualitas

2 November 2026 | 19:34 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS DPRD Pematangsiantar melalui Komisi 3 soroti berbagai proyek fisik yang dilakukan Dinas  Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Pematangsiantar....

Read moreDetails

Berita Terbaru

SIANTAR-SIMALUNGUN

Saat Kumpul Bersama Wakapolres Simalungun, Warga Sampaikan Soal Pencurian, Test Urine Pelajar dan Knalpot Brong,

5 November 2026 | 09:45 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Bupati Simalungun Lantik 15 Pangulu dan 93 Anggota Maujana Nagori

4 November 2026 | 21:39 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Warga Pergoki Alat Berat Gunduli Hutan Hatonduhan Simalungun, Kayu Diduga Dijual ke Siantar

4 November 2026 | 21:18 WIB
SEREMONIAL

TP PKK Kota Pematangsiantar Raih Dua Penghargaan di Jambore Kader PKK se-Sumut

4 November 2026 | 15:36 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Presiden, Menteri Kehutanan dan Kapolri Didesak Tindak Perusak Hutan di Kabupaten Simalungun & DPRD Sumut Sudah Terima Data

4 November 2026 | 14:45 WIB
ANEKA RAGAM

Dr Henry Sinaga Protes! Hasil Ekspos Kenaikan NJOP 1000 Persen Bukannya Turun, Tapi Bertambah Naik

4 November 2026 | 08:11 WIB
ANEKA RAGAM

Dishub Pemko Siantar Lakukan Pengamanan Lalulintas  di 22 Titik

3 November 2026 | 18:56 WIB
ANEKA RAGAM

Partai Gerindra Siantar Turut Mengawasi: Program MBG Pakai Prasmanan?

3 November 2026 | 18:32 WIB
ANEKA RAGAM

Ruko dan Eks SMA Negeri 4 Pematangsiantar Milik Moei Tioe & Hermawanto Dieksekusi 

3 November 2026 | 16:14 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Massa GERMALAK dengan Security PT SIPEF Nyaris Bentrok,  Kapolres Simalungun Berhasil Lakukan Mediasi

3 November 2026 | 09:36 WIB
SEREMONIAL

Wali Kota Siantar Terima Audiensi Kakanwil  DJP Sumut II

2 November 2026 | 20:53 WIB
SEREMONIAL

Sinergitas TNI-Polri, Kapolres Pematangsiantar Silaturahmi Dengan Dandenpom I/1 Pematangsiantar

2 November 2026 | 20:53 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata