SIANTAR, SENTER NEWS
Selain menuntut DPRD Siantar untuk memakzulkan atau memberhentikan Wali Kota dr Susanti Dewayani, ratusan massa dari Aliansi Masyarakat Kota Pematang Siantar (AMSI), malah menempelkan gambar Rizal dan Boy di wajah pocong yang sengaja diusung saat berunjukrasa.
Selain itu, unjuk rasa yang berlangsung di depan pintu gerbang kantor DPRD Siantar yang mendapat pengawalan ketat dari personel personel Polres Siantar dan Satpol PP itu, juga mengusung puluhan poster yang juga menuliskan nama rizal dan Boy, Senin (20/3/2023).
Agus Butar-butar sebagai orator aksi sekaligus sebagai kordinator melalui pengeras suara berkali-kali menyebut nama keduanya dengan kalimat menyentil atau menyidir. Dikatakan, Rizal adalah suami dari Wali Kota Siantar dan Boy Anggota DPRD Siantar.
“Rizal adalah Wali Kota bayangan yang selalu poto-poto dalam berbagai kegiatan pemerintahan. Sedangkan Boy adalah anggota DPRD Siantar rasa Wali Kota,” ujar Agus yang berkali-kali menunjuk puluhan poster dan dua sosok pocong yang diusung pengunjukrasa.
Setelah melakukan orasi berkali-kali supaya DPRD Siantar datang menerima mereka, massa AMSI yang berusaha masuk ke halaman kantor DPRD Siantar, sempat terjadi dorong-doorongan dengan personel pengaman. Sementara, di bagian belakang aksi atau menempel di pagar lapangan H Adam Malik, ada spanduk putih berukuran panjang bertuliskan lengserkan Wali Kota.
Jelang beberapa saat, Ketua DPRD Siantar Timbul Marganda Lingga dan para anggota DPRD Siantar lainnya mendatangi pengunjukrasa. Kemudian, Agus Butar-butar membacakan pernyataan sikap mendesak agar DPRD Siantar segera menggelar rapat paripurna untuk Menyatakan Hak Pendapat.
AMSI menyatakan mendukung DPRD Siantar memberhentikan Wali Kota Susanti Dewayani. Mengajak masyarakat mengawal pemberhentian Wali Kota. Mendesak Aparat Penegak Hukum mengusut dugaan gratififikasi pengangkatan pejabat administrasi Pemko Siantar dan mengusut dugaan pemalsuan berita acara rapat yang difasilitasi Badan Kepegawaian Negara.
Pada kesempatan tersebut, AMSI juga meminta para anggota DPRD Siantar untuk membubuhkan tandatangan pemberhentian Wali kota di atas spanduk yang dibawa pengunjukrasa.
Menjawab pernyataan sikap AMSI, Ketua dPRD Siantar Timbul Marganda Lingga mengatakan sepakat dengan apa yang disampaikan AMSI. “Kita saat ini siap melaksanakan rapat paripurna. Bagaiamana hasilnya kita lihat saja. Tapi, pada dasarnya apa yang disampaikan AMSI, kita sepakati,” ujar Timbul.
Selanjutnya, ketua DPRD Siantar Timbul Marganda Lingga, Mangatas Silalahi dan Ronald Tampubolon sebagai Wakil Ketua DPRD Siantar membubuhkan tanda tangan terkait dengan pemberhentian Wali Kota. Diikuti dengan 20 orang anggota dPRD Siantar lainnya dari seluruh fraksi kecuali Fraksi PAN Persatuan yang tidak hadir menerima pengunjukrasa.
Selanjutnya, para anggota DPRD Siantar kembali masusk ke ruangan utama untuk melaksanakan rapat paripurna yang hasilnya bahwa DPRD Siantar sepakat memberhentikan Wali Kota. Namun prosesnya segera disampaikan kepada Mahkamah Agung.
Usai rapat paripurna tersebut, hasilnya kembali disampaikan kepada penghunjukrasa yang tampak setia menunggu selesai rapat paripurna. Mendengar pernyataan pimpinan DPRD Siantar bahwa Wali Kota akan diberhentikan dan diusulkan kepada Mahkamah Agung, massa tampak bersorak ria.
Informasi terkait pemberhentian Wali Kota itu juga disambut pengunjukrasa dengan yel-yel berhentikan Wali Kota dan mendiukung DPRD Siantar. “Hidup DPRD Siantar!” Selanjutnya, pengunjukrasa yang mendapat pengawalan ketat dari para personel pengamanan membubarkan diri dengan tertib.
Sebelumnya, saat berlangsung unjukrasa , Boy Iskandar Warongan yang dikonfirmasi terkait ada wajahnya menjadi wajah pocong, dikatakan itu adalah hak pengunjukrasa. “Ya, biar saja begitu,” ujarnya singkat dan berlalu. (Tim)






