SIANTAR, SENTER NEWS
Setelah diburu selama sepekan, pelaku jamret berinisial RS (27), akhirnya berhasil diringkus dari persembunyiannya di salah satu kamar hotel Mandarin, Jalan Tuan Rondahaim, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar .
Pria yang tinggal di Jalan Bali, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar itu, diringkus personel Jatanras Satu Reskrim Polres Siantar dibantu personel dari Polsek Siantar Utara, Selasa (9/5/2023).
Pelaku diringkus karena menjambret tas berisi hape merk Redmi, dompet berisi uang Rp 100.000 dan kunci-kunci sekolah dari dalam mobil Toyota Kijang milik korban Manto Hutagalung (37) warga Jalan Cendrawasih, Kelurahan Sipat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar, Selasa (2/5/2023) lalu.
Informasinya, aksi kejahatan yang dilakukan pelaku dilakukan saat mobil Kijang milik korban parkir depan Dalanta Horas, Jalan Sisingamaraja, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar. Bahkan aksi tersebut sempat viral melalui media sosial.
Pada adegan rekaman video, awalnya pelaku yang dibonceng temannya DS yang masih buron sebagai joki sepeda motor jenis matic warna ungu, berhenti disamping sebelah kanan mobil korban yang parkir karena korban menurunkan anaknya untuk di antar ke sekolah.
Selanjutnya pelaku dan temannya DS langsung beraksi membuka pintu mobil yang tidak terkunci. Kemudian mengambil tas berisi hape merk Redmi dan dompet berisi uang Rp 100 ribu serta kunci-kunci sekolah.
Saat diintrogasi di Polsek Siantar Utara, Rabu (10/5/2023) siang, pelaku mengaku menerima uang bagian Rp 250 ribu. Sedangkan hape Redmi dijual temannya DS seharga Rp 500 ribu. “Kalau uang di dalam dompet hanya Rp 100 ribu dan aku dapat bagian Rp 70 ribu,” ujar RS.
Pelaku yang pernah ditahan kasus penganiayaan tahun 2016 itu mengatakan, sejak aksi jambret bersama temannya itu viral di media sosial, mengaku tidak tenang. Sehingga sempat kabur ke Kota Medan. Sementara temannya DS lebih dulu melarikan diri ke Medan menaiki sepeda motor yang digunakan untuk menjambret tersebut.
Sesampainya di terminal Amplas Kota Medan, pelaku menghubungi temannya DS melalui messenger Facebook, minta supaya dijemput. Namun temannya DS tak kunjung datang. Sehingga pelaku memutuskan untuik kembali ke Siantar.
“Kalau temanku DS yang kuhubungi terakhir, katanya berada di Jalan Jamin Ginting Medan. Tas bersama dompet dan kunci kami buang ke sungai dekat terminal Tanjung Pinggir,” jelasnya. (Tn)






