SIANTAR, SENTER NEWS
Prilaku, Syaiful Amin Lubis sebagai anggota Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Tirta Uli Kota Siantar dinilai memalukan. Pasalnya, mobil dinas warna hitam berkilat jenis Mitshubishi Xpander BK 1407 WN, “disulap” seperti mobil pribadi.
Saat menyaksikan mobil dinas itu dibawa ke depan Kantor Dewan Pengawas Perumda Tirta Uli di depan Kantor Perumda Tirta Uli Jalan Porsea Kota Siantar, terungkap, striker merek Perumda Tirta Uli pada mobil dinas dimaksud, dicopot sampai habis, Senin (29/5/2023).
Karenanya, Komisi II DPRD Siantar yang melakukan inspeksi mendadak (Sidak), tampak terkejut. Saat Sidak itu, hadir juga Dirut Perumda Tirta Uli, Zulkifli Lubis dan Direktur Umum Perumda Tirta Uli, Arianto. Dan Kabag Perlengkapan, Muhammad Iwan Lubis.
“Siapa yang menggunakannya?” tanya Ketua Komisi II DPRD Siantar, Hj Rini Silalahi didampingi sejumlah personel Komisi II, seperti Metro B Hutagaol, Suwandi A Sinaga, Kennedy Purba, Hendra Pardede dan Frans Herbert Siahaan.
“Ya, kita ingin tau juga, kemana striker yang sudah dipasang dan mengapa dibuka. Apakah supaya waktu dibawa yang bersangkutan seolah-olah seperti milik sendiri?” tanya anggota DPRD Siantar lainnya, Metro B Hutagaol.
Sementara, anggota Komisi II lainnya, Hendra Pardede malah mengatakan, kalau ada mobil dinas dari Perumda Tirta Uli diberikan kepadanya, strikernya tidak akan dibuka. “Saya merasa bangga kalau ada striker mobil Perumda saya pakai, itu sama dengan promosi air munum,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kabag Perlengkapan, Muhammad Iwan Lubis menyatakan bahwa mobil dinas tersebut selama ini digunakan Syaiful Amin. “Sudah sekitar enam bulan digunakannya,” ujarnya.
Bahkan, menurut Direktur Umum Perumda Tirta Uli, Arianto, Syaful Amin yang telah menggunakan mobil dinas selama enam bulan terakhir itu, pihaknya tetap mengeluarkan anggaran untuk minyak mobil.
“Tiga orang personel Dewan Pengawas Perumda Tirta Uli juga menerima hak gaji, tunjangan kinerja dan uang minyak,” ujar Arianto sembari mengatakan bahwa Syaiful Amri Lubis tidak berada di tempat.
Sayangnya, setelah Komisi II DPRD Siantar akan meninggalkan lingkungan Kantor Perumda Tirta Uli Siantar dan soal mobil dinas itu menjadi “catatan hitam”, Syaful Amin Lubis tetap tidak muncul. Ketika dikonfirmasi wartawan melalui pesan WA, juga tidak dibalas. (In)






