SIANTAR, SENTERNEWS
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII ) Kota Siantar-Simalungun mengkritisi kinerja Kapolres Siantar, AKBP Fernando karena pemberantasan Narkoba yang sudah begitu meresahkan, terkesan tebang pilih.
Pernyataan itu disampaikan melalui seruan aksi puluhan mahasiswa berbendera PC PMII Kota Siantar Simalugnun yang mengusung sejumlah poster di depan Mapolres Siantar, Senin (5/6/2023) sekira jam 11.00 Wib.
Melalui aksi yang mendapat pengawalan dari puluhan personel Polres Siantar itu, PC PMII Kota Siantar menyatakan dengan gambling, ada seorang bandar berinisialUH yang sampai saat ini belum tersentuh hukum.
“Banyak informasi dari masyarakat dimana lokasi yang sekarang dijadikan transaksi Narkoba oleh jaringan yang diduga dikendalikan bandar besar UH. Yaitu, dikawasan Ring Road Tanjung Pinggir,” ujar Ketua PC PMII Kota Siantar-Simalungun, Khairil Mansyah Sirait melalui orasinya.
Ditegaskan juga, dari investigasi mahasiswa dan informasi dari masyarakat, lokasi Tanjung Pinggir itu sudah dijadikan transaksi Narkoba selama enam bulan terakhir. Namun, tidak ada tindaklanjut dari Polres mengungkap jaringan bisnis Narkoba tersebut.
“Belakangan, kami juga mendapata informasi bahwa lokasi transaksi Narkoba tersebut pindah tidak jauh dari dari lokasi awal. Mungkin saja ini karena ada kaitannya dengan aksi demo yang kami lakukan ini dengan tujuan untuk mengelabui masyarakat,” ujar Khairil.
Diperjelas juga, terkait adanya penggerebekan dilakukan Kodim 0207 Simalungun yang dilakukan baru-baru ini, menjadi salah satu bukti ketidakmampuan Kapolres Siantar dan jajarannya dalam pemberantasan Narkoba di Kota Siantar.
Untuk itu, Polres Siantar harus menggerebek kawasan tanjung Piunggir. namun, harus serius. Jangan justru lebih dulu dibocorkan. Sehingga, sasarannya tak jelas. Karena itu dikatakan sama seperti “ecek-ecek”.
“Dari situasi dan kondisi yang ada saat ini, kami menduga, ada oknum-oknum kepolisian yang terlibat di dalamnya. Untuk itulah kami turun ke jalan mengkritisi kinerja Polres Siantar dan jajarannya,” tegas pengunjuk rasa lainnya.
Selanjutnya, PC PMII Siantar-Simalungun melalui pernyataan sikap, mendesak Polres Siantar segera menangkap dan membongkar jaringan peredaran bisnis Narkoba yang diduga dikendalikan bandar “UH” di kawasan Tanjung Pinggir. “Tangkap UH!”.
Kemudian, Kapolres diminta tidak tebang pilih dalam pemberantasan Narkoba di Kota Siantar. Bongkar jaringan Narkoba secara utuh sampai ke akar-akarnya dengan tolak ukur yang jelas. Yaitu, berkurangnya peredaran Narkoba di Kota Siantar.
Terakhir dan disuarakan dengan lantang,” Evaluasi dan copot Kapolres AKBP Fernando dan Kasat Narkoba AKP Rudi Panjaitan dari jabatannya,” tegas mahasiswa melalui pernyataan sikap.
Usai membacakan pernyataan sikap itu, Kapolres diminta datang menemui pengunjukrasa. “Kami tidak mau yang lain menerima kami. Karena, yang kami kritisi adalah Bapak Kapolres. Untuk itu, kami tunggu sekitar 10 menit,” tegas Khairil Mansyah.
Jelang beberapa saat, Kasat Narkoba AKP Rudi Panjaitan mengatakan bahwa Kapolres tidak berada di tempat. Untuk itu, siap menerima aspirasi PC PMII Siantar Simalungun.
Meski sempat ditolak, PC PMII Siantar Simalungun akhirnya memberi kesempatan kepada AKP Rudi Panjaitan untuk menerima aspirasi mahasiswa. Dikatakan, bahwa Polres siap dikritik dan diawasi dalam pemberantasan Narkoba.
“Kami siap bekerja sama dengan masiswa kalau mengetahui ada peredaran Narkoba,” ujar AKP Rudi Panjaitan sembari memaparkan kasus Narkoba yang ditangani Polres Siantar tahun 2022 dan mulai Januari sampai Juni 2023.
“Kemarin, kita sudah mengamankan tujuh orang pengedar Narkoba. Jadi, sekali lagi, kami siap dikritik dan diawasi, kami siap menerima informasi dari masyarakat dimana ada lokasi peredaran Narkoba ,” tegas AKP Rudi Panjaitan.
Pada kesempatan itu sempat terjadi dialog antara mahsiswa dengan Kasat Narkoba AKP Rudi Panjaitan. Kalau pemberantasan Narkoba di Siantar tidak dituntaskan, PMII Siantar Simalungun akan meminta Kapolda turun ke Siantar. Kemudian, minta agar jabatan Kapolres dan jajarannnya dievaluasi.
“Kami memegang pernyataan dari Bapak AKP Rudio Panjaitan dan kedepannnya kami akan terus melakukan pengawasan. Kalau tidak ada perubahan di Siantar, kami siap untuk kembali turun ke jalan,” ujar Khiril Mansyah.
Sebelum meninggalkan Mapolres, massa PC PMII Siantar Simalungun masih sempat berdoa . Kemudian membubarkan diri dengan tertib.(In)






