SIANTAR, SENTERNEWS
Saat komisi I DPRD Siantar gelar inspeksi mendadak (Sidak) ke kantor Camat Siantar Simarimbun di Kelurahan Marihat Jaya, Kota Siantar, kondisinya sangat memprihatinkan. Selain asbes kupak kapik, malah ada ruangan untuk kandang burung dan kandang ayam, Kamis (8/6/2023)
Bahkan saat Sidak itu, Komisi I DPRD Siantar hanya diterima tiga orang. Sementara, sejumlah ruangan kantor tampak kosong dan kondisinya begitu sepi. Bahkan, ada dua ekor anjing yang seenaknya lalu lalang dan tidur-tidur di lantai.
“Dimana camat kenapa kondisi kantor begitu sepi?” tanya Ronald Tampubolon didampingi para personel Komisi I seperti Andika Prayogi Sinaga SE sebagai ketua. Didampingi, Togam Pangaribuan, Arif Hutabarat, Ilham Sinaga, Baren Alijoyo Purba, Lulu Carey G Purba dan Bintar Saragih.
Mendengar pernyataan Ronald Tampubolon, pegawai menyatakan bahwa camat sedang melakukan rapat. Namun, DPRD Siantar minta supaya segera dipanggil karena ada Komisi I melakukan Sidak. “Kita minta segera dipanggil,” imbuh Ronald.
Sekitar 15 menit kemudian, Camat Jan Erikson C Purba yang menggunakan mobil dinas warna putih tiba di kantor Camat. Kemudian, Ketua Komisi Andika Prayogi Sinaga SE minta supaya camat mendatangkan seluruh lurah. Karena, ada hal yang penting untuk dipertanyakan.
Selanjutnya, Komisi I melakukan rapat dengan Camat dan Sekcam yang turut dihadiri lima lurah dari enam kelurahan. Kemudian, soal kondisi kantor yang memprihatinkan itu akhirnya disampaikan kepada Camat.
“Kami prihatin dengan kondisi kantor camat ini. Asbes yang bolong-bolong ditambal pakai spanduk. Ada pula ruangan dijadikan kandang burung dan kandang ayam Padahal, anggaran Rp 8,3 miliar untuk kecamatan Siantar Simarimbun cukup besar,” ujar Ronald.
Dikatakan, kondisi kantor camat itu tidak layak sebagai tempat pelayanan masyarakat. Karenanya, Camat harusnya melakukan perbaikan. “Apa Camat tidak memperhatikan kondisi kantor seperti ini,” tanya Tongam Pangaribuan personel Komisi I lainnya.
Menanggapi hal itu, Camat Jan Erikson C Purba mengatakan, soal anggaran untuk perbaikan kantor camat sudah diajukan sejak tahun 2019. Tapi sampai tahun 2023 sekarang tetap tidak jelas realisasinya.
“Pada Musrenbang setiap tahun, anggaran perbaikan kantor selalu kita ajukan termasuk untuk tahun 2023 ini. Tapi, sampai sekarang belum juga direalisasi,” ujar Camat dengan nada yang terdengar seperti memelas.
Memanggapi hal itu, Ronald mengatakan bahwa kekecewaan camat memang wajar karena Wali Kota tidak juga menampung anggaran perbaikan kantor. Hanya saja, Camat dikatakan tidak pandai melakukan lobby.
“Seharusnya, Camat bisa menghubnungi Komisi I. Jangan engge-engge saja kepadaWali Kota. Kalau memang prioritass seperti perbaikan kantor yang kondisinya sangat memprihatinkan ini , kita siap memperjuangkannya untuk dikoordinasikan kepada OPD terkait,” ujar Ronald.
Lebih lanjut dikatakan, melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam penyusunan Perubahan APBD Siantar 2023 mendatang, Camat diminta kembali menyampaikannya kepada Komisi I. “Kita siap memperjuangkan anggaran yang memang prioritas,” ujar Ronald kepada Camat yang akhirnya tampak menganggguk-angguk. (In)






