SIANTAR, SENTERNEWS
Pembangunan monument atau Tugu Sangnaualuh yang sudah lama dirancang tetapi tak kunjung diwujudkan, mulai direncanakan kembali untuk dibangun. Lokasinya kembali pada perencanaan awal di segi tiga pangkal Jalan Sangnaualuh Damanik, belakang Makam Taman Pahlawan, Kota Siantar.
Ditetapkannya lokasi di pangkal Jalan Sangnaualuh Damanik itu sesuai dengan catatan sejarah. Karena, Jalan Sang Naualuh Damanik yang dulunya disebut Jalan Asahan itu, dibuka Raja Siantar Sangnaualuh Damanik sampai ke Kabupaten Asahan yang sekarang Batu Bara.
Pembangunannya diprakarsai Yayasan Sangnaualuh Damanik. “Rencananya sudah kita susun termasuk kontruksi dan bahannya terbuat dari perunggu,” ujar Ketua Yayasan Sangnaualuh Damanik, Evra Saski Damanik, Selasa (13/6/2023).
Dijelaskan, soal besaran anggaran masih tetap sesuai perhitungan lama atau belum terjadi kenaikan harga material sekitar Rp 3 miliar lebih. Sumber dana diharap dari Perubahan (P) APBD Siantar 2024. Kemudian, dilanjutkan lagi melalui APBD Siantar 2024.
“Pembangunan monumen ini harus kita wujudkan karena sudah direncanakan sejak lama tetapi tidak kunjung terwujud. Harapan kita, tidak ada lagi kendala dan monumen itu akan menjadi salah satu ikon kota Siantar,” ujar Evra.
Wakil Ketua Yayasan Sangnaualuh Damanik, Rado Damanik mengatakan, dengan berdirinya monument Sangnaualuh Damanik, jelas menjadi pembelajaran sejarah bagi warga Kota Siantar. Khususnya bagi generasi muda untuk mengenal betul bagaimana perjuangan Raja Siantar pada masa Kolonial Belanda sehingga diasingkan ke Bengkalis Riau.
“Kalau monumen sudah berdiri dan orang pasti akan ingat sejarah perjuangan Sangnauluh Damanik sebagai Raja Siantar yang membangun kota Siantar. Jadi, bukan hanya sekedar mendirikan bangunan fisik. Lebih dari itu, kita juga membangun sejarah,” ujar Rado Damanik.
Sekedar informasi, monumen atau tugu Sangnaualuh sudah direncanakan sejak masa Wali Kota Marim Purba, RE Siahaan, Hulman Sitorus dan H Hefriansyah. Tetapi sampai sekarang tidak kunjung diwujudkan. Bahkan, lokasinya sempat berpindah-pindah.
Antara lain dipindahkan ke Lapangan Merdeka atau Taman Bunga. Kemudian, ke Lapangan H Adam Malik. Bahkan, di Lapangan H Adam Malik sempat dilakukan peletakan batu dengan mengundang ahli waris Sangnaualuh Damanik dan sejumlah tokoh serta berbagai pihak. (In)






