SIANTAR, SENTER NEWS
Rumah berlantai dua yang tampak tak terurus dan di bagian depan dipenuhi pepohon liar setinggi orang dewasa, di sebut warga rumah misterius karena sering ada penampakan. Persisnya, di Jalan Siatas Barita, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar.
Karenanya, sejumlah warga memiliki berbagai cerita. Bahkan, kalau melintas dari depan rumah kosong Nomor 35 yang sudah puluhan tahun tidak berpenghuni itu, jangan menoleh. Terutama pada tengah hari saat hujan gerimis. Atau menjelang magrib apalagi malam Jumat yang tampak remang bahkan gelap karena tidak ada lampu.
“Kalau menoleh dan ada penampakan seperti makluk halus yang kadang kala langsung hilang, orang yang melihat biasanya mau sakit. Itu biasa disebut tersapa atau kalau disini disebut tasapo,” kata Pak Le (62), yang disebut warga sebagai orang pintar, Sabtu (1/7/2023).
Menurut penerawangannya, rumah kosong itu tempat persinggahan berkumpul para makhluk halus atau makhluk ghaib dari berbagai lokasi. Apalagi tak jauh dari belakang rumah itu ada sungai Bah Bolon yang di sekitarnya hanya tanah kosong ditumbuhi pepohonan liar.
“Kalau boleh, apalagi malam hari, jangan lewat dari depan rumah itu. Cari saja jalan lain. Mana tau tiba-tiba terlihat tak sengaja,” ujar Pak Le yang juga mengatakan kalau melihat mahkluk halus itu tanpa sengaja, harus tenang dan tak perlu takut berlebihan. Paling penting, ingat Tuhan Maha Kuasa dan baca ayat-ayat suci. Karena, manusia merupakan penguasa atau khalifah di muka bumi.
Menurut warga lainnya, pada suatu malam beberapa tahun lalu, ada seorang abang becak menabrak pohon di depan rumah kosong itu. Padahal, batang pohonnya masih kecil. Ketika kejadian itu diketahui warga dan membawa korban ke rumah sakit, ternyata sudah meninggal.
“Agak aneh memang, jalan begitu lebar tapi abang becak itu malah menabrak pohon yang berada di pinggir jalan. Mungkin ada penampakan yang dilihatnya dan mungkin saja mengelakkan penampakan itu hingga akhirnya menabrak pohon,” ujar warga Kelurahan Tomuan.
Meski kejadian itu sudah berlangsung sekitar 15 tahun lebih, warga masih mengingatnya.”Aku aja kalau dari kota mau pulang malam berusaha lewat dari jalan lain seperti Jalan Pattimura. Tidak lewat dari jalan Siatas Barita itu,” ujar warga yang akrab dipanggil Iwan.
Berbeda lagi cerita ibu rumah tangga warga Gang Rebung, Kelurahan Tomuan bernama panggilan Bu Iti yang berprofesi sebagai tukang urut. Dikatakan juga di rumah kosong itu, makhluk ghaib sering berkumpul. Dan, menyarankan kalau malam hari jangan lewat dari depan rumah itu.
“Ya, mana tau waktu lewat, kita tak sengaja melihat. Siapa tau ada mengikut dari belakang,” ujarnya sembari mengatakan, pada malam-malam tertentu pernah mendengar suara tangisan bayi atau ada yang malah tertawa. “Memang tidak semua orang bisa mendengar suara-suara aneh dari rumah itu dan tidak semua orang juga bisa melihat makhluk ghaib itu,” imbuhnya.
Maka, percaya atau tidak, menurut Bu Iti makhluk ghaib itu memang ada dan mereka punya kehidupan lain yang berbeda dengan manusia. “Sebenarnya, kalau makhluk ghaib itu tidak suka terlihat manusia,” ujarnya.
Cerita lain lagi, pernah ada tiga orang masuk ke rumah itu pada malam hari. Namun, tujuannya dikatakan untuk minta nomor tebakan togel. “Ya, aku pernah dengar ada yang datang ke rumah itu minta nomor. Tapi, nggak tau apakah nomor yang diberikan jitu atau tidak,” ujar warga.
Sementara, dua orang anak remaja yang mengaku tinggal tak jauh dari rumah kosong tersebut mengatakan, kalau ada orang mengatakan bahwa rumah itu angker, mereka mengatakan tidak pernah melihat hal-hal yang menakutkan.
“Kalau kata orang angker, kami tak tau. Tapi, rumah itu sering dijadikan orang gila bernama Usen sebagai tempat tinggal malam hari,” ujar salah seorang lelaki sambil berlalu dari depan rumah tersebut.
Pantauan di lokasi, rumah kosong yang ditumbuhi rumput liar dan menyemak sampai ke bagian dalam itu, bukan tidak mungkin ada ular bersarang. Kemudian, karena malam hari gelap tiada penerang dan cahaya lampu jalan di sekitar lokasi tak sampai menjangkau rumah, auranya memang membuat bulu roma seperti merinding. (In)






