SIANTAR, SENTER NEWS
Sebanyak 18 atlit Kota Siantar dari 7 Cabang Olahraga (Cabor) sedang mengikuti Pusat Pelatihan Daerah (Pelatda) menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 yang akan berlangsung di Sumatera Utara dan Aceh.
Selain Cabor beregu seperti Bola Voli Pasir yang terdiri dari 5 atlit, juga Cricket dengan 4 atlit. Kemudian, Cabor perorangan seperti Renang diwakili 4 atlit, Selam 2 atlit. Biliard, Silat serta Tenis Lapangan masing-masing 1 atlit.
Ketua KONI Siantar, Jayadi Sagala mengatakan, khusus Cabor Bola Voli Pasir, saat ini sudah melakukan Pelatda di Kota Siantar. Sedangkan untuk Cabor lainnya mengikuti Pelatda di Medan bersama dengan para atlit dari kabupaten dan Kota se Sumatera Utara.
Khusus Cabor Biliard atas nama Pungan Hasiholan Sihombing yang punya jam terbang di tingkat nasional dan internasional diharap mampu mencatat prestasi terbaik di tingkat nasional melalui PON 2024 mendatang.
“Kalau Bola Voli Pasir, Siantar sepertinya lebih baik dibanding kabupaten dan kota lain di Sumatera Utara. Harapan kita, mereka dapat memberi prestasi maksimal untuk Sumatera Utara pada PON 2024 mendatang,” ujarnya.
Mengenai anggaran Pelatda, sudah ditampung APBD Sumatera Utara termasuk Pelatda Bola Voli Pasir di Kota Siantar. Kemudian, terkait dengan penetapan para atlit untuk mewakili PON 2024 tersebut masih tetap dilakukan seleksi.
“Para atlit itu tetap diseleksi. Termasuk kesehatan maupun prestasi maupun fisik dan mental. Jadi, bisa saja mereka akan tersisih kalau tidak menunjukkan peningkatan selama Pelatda. Batas akhir seleksi sampai bulan Desember 2023 mendatang,” ujar Jayadi.
Dijelaskan, para atlit Kota Siantar yang akan mewakili Sumatera Utara pada PON 2024 tersebut pada dasarnya lahir dari organisasi Cabor masing-masing. Artinya, Jayadi mengatakan bahwa KONI tidak memiliki atlit. Namun, terkait pengembangan, merupakan tugas maupun tanggungjawab KONI bersama organisasi Cabor masing-masing.
Dijelaskan juga, Kota Siantar merupakan gudangnya atlit berbakat yang sangat potensial dikembangkan meraih prestasi minimal sampai tingkat nasional. Hanya saja, untuk melakukan pembinaan dengan mengikut sertakan para atlit ke berbagai kejuaran regional maupun nasional, tentu butuh anggaran yang tidak sedikit.
“Kita sadar bahwa KONI memiliki anggaran yang terbatas. Tapi, harapan kita Pemko dapat mendukung anggaran melalui APBD Siantar dan itu juga butuh dukungan dari DPRD Siantar yang sama-sama melakukan pembahasan,” ujar Jayadi. (In)






