SIMALUNGUN, SENTER NEWS
Setelah dilakukan pencarian sampai larut malam, Kanifa Hajirah (3) yang hanyut di sungai Bah Bolon, persisnya di Kampung Dalam, Huta VI, Nagori Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, akhirnya ditemukan tidak bernyawa, Sabtu (8/7/2023) sekira jam 01.30 Wib.
Informasi yang dihimpun, Jumat (7/7/2023) sekira jam jam 17.30 Wib, saksi Revan (12) dan Rizky (13) yang bermain layangan melihat saksi lainnya Najuwa (3) dan Aril (30) berjalan dari arah sungai sambil menangis tanpa mengenakan pakaian.
Selanjutnya, kedua anak di bawah umur yang berjalan untuk pulang ke rumah itu ditanya apa yang terjadi. Namun, keduanya tetap menangis. Melihat gelagat yang tidak baik tersebut, Susi sebagai ibu Najuwa dan Rani sebagai ibu korban Kanifa Hajirah bertanya dimana keberadaan Kanifa Hajrah.
Lantas, Najuwa mengatakan ada di sungai sedang memancing. Mendengar pernyataan yang meragukan itu, Rani bersama Susi langsung berlari ke arah sungai. Ketika keduanya memanggil nama Kanifa Hajirah, ternyata tidak ada jawaban. Meski sempat dicari di tepi sungai, tetap tidak ditemukan.
Menghadapai situasi tersebut, kedua ibu rumah tangga itu menjadi curiga bahwa korban hanyut. Ketika dibertahu kepada masyarakat, langsung dilakukan pencarian yang juga turut melibatkan personel Babinsa serta Babinkamtimas serta personel Polsek.
Pencarian yang dilakukan dengan menyeser sungai ternyata belum memberi hasil. Bahkan, masyarakat serta pihak keluarga korban yang turut menunggu-nunggu sampai larut malam, sangat berharap putri mereka segera ditemukan.
Ternyata, pencarian akhirnya membuahkan hasil, Sabtu (8/7/2023) berkisar jam 01.30 Wib dini hari, korban ditemukan di aliran sungai sekitar 600 meter dari tempat korban yang semula mandi-mandi bersama dua orang teman sebayanya. Masih di Kampung Dalam, Huta VI, Nagori Bandar Kecamatan Bandar.
Selanjutnya, korban yang sudah tidak bernyawa itu dievakuasi ke rumah orang tuanya untuk disemayamkan dan siang harinya dikebumikan dengan iringan tangis dari para keluarga. (Bg)






