SIANTAR, SENTER NEWS
Untuk menertibkan gelandangan pengemis (Gepeng) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berkeliaran di sejumlah lokasi Kota Siantar, tidak mudah. Selain harus bertengkar, ada harus dibujuk lebih dulu agar naik ke mobil patroli.
Hasilnya, personel Polres Siantar, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) serta Satpol PP, berhasil menjaring 3 Gepeng dan 7 ODGJ yang keseluruhannya berasal dari luar daerah, Kamis (3/8/2023).
Kesepuluh Gepeng dan ODGJ tersebut masing-masing ditertibkan di Jalan Merdeka seperti dari Lapangan Merdeka atau Taman Bunga, Gedung Juang, Jalan A Yani, Jalan Sutomo dan sejumlah lokasi lain seperti Lapangan H Adam Malik.
ODGJ yang paling sulit ditertibkan, saat berada di Jalan Gedung Juang berjenis kelamin lelaki yang pakaiannya tampak dekil dan kumuh. Bahkan, saat digiring ke mobil patroli sempat mengeluarkan kata-kata yang sulit dimengerti.
“Pergi kalian, pergi! Jangan ganggu aku ingin tenang, sudah lama aku tinggal di sini,” ujar ODGJ yang ketika ditanya siapa namanya, malah mengaku lupa. Namun, sempat mengatakan pernah tinggal di Palembang.
Karena tetap ‘ngotot, petugas Satpol PP terpaksa mengangkut lelaki tersebut dengan telapak tangan dibungkus kantong kresek. Namun, saat sudah berada di mobil tetap mengeluarkan kata-kata yang susah dimengerti.
Selanjutnya, para ODGJ yang diamankan, seorang lelaki berambut gimbal yang saat disuruh naik ke mobil patroli malah menurut saja karena dijanjikan akan diberi nasi. Berbeda dengan seorang perempuan yang tersenyum dan melambaikan tangan saat mobil patroli membawanya.
Sementara, untuk menertibkan Gepeng sebanyak tiga orang, juga tidak mudah, Bahkan, ada berusaha lari namun berhasil diamankan. Selanjutnya para ODGJ dan Gepeng itu digiring ke Kantor Dinas Sosial P3A.
Khusus tiga orang Gepeng ternyata berasal dari Dolok Sanggul, Tebing Tinggi dan Medan. Mereka mengaku meminta-minta ke Siantar atas inisiatif sendiri. Setelah menandatangani perjanjian supaya tidak datang lagi ke Siantar, dibawa ke stasiun bus untuk dibawa ke asal tinggal masing-masing.
“Kalau Gepeng langsung kita antara ke stasiun bus dan kita beri uang sekedarnya. Sedangkan para Gepeng, ada kita antar kedua lokasi paniti rehabilitasi di Kota Siantar,” ujar Erwanto Ketua Tim Penertiban dari Dinas Sosial P3A.
Dijelaskan, aksi penertiban bertujuan untuk membersihkan Kota Siantar dari para Gepeng dan ODGJ. “Aksi yang kita lakukan tidak hanya sekali ini. Ke depan tetap akan kita tertibkan,” ujar Erwanto mengaklhiri. (In)






