SIANTAR, SENTER NEWS
Diduga karena pengorekan proyek perbaikan drainase yang dikerjakan CV Dinamika Jaya Amerta, tembok pagar dan halaman rumah warga di Jalan Jawa, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat roboh.
Bahkan, agar roboh tidak terjadi lagi sampai ke badan jalan, tembok yang sudah miring terpaksa harus ditopang menggunakan besi panjang. Kedua rumah itu, kantor Sekretariat Perwiritan Akbar Istiqomah (Perwis) Kabupaten Simalungun dan Klinik BKK.
Sedangkan warga sekitar mengatakan, robohnya pagar dan membuat halaman rumah menjadi longsor dan tangga halaman masuk ke klinik rusak berat, berlangsung saat hujan deras tiba, sekira jam 01.00 Wib, Sabtu (12/8/2023) dini hari.
“Sebelumnya, pelaksana proyek melakukan penggalian di bawah tembok pagar yang roboh itu,” ujar Hakimi warga yang membuka usaha bengkel di seberang jalan rumah yang pagar yang roboh tersebut.
Dijelaskan, pagi harinya pihak rekanan sudah mendatangi kedua penghuni rumah tersebut. “Nggak tau apa yang mereka bicarakan,” ujar Hakimi lagi sembari mengatakan bahwa galian bekas drainase masih menumpuk dan mengganggu kepentingan umum.
Lebih lanjut dikatakan, kalau rumah yang dijadikan sebagai Kantor Pewis itu, milik orang kabupaten Simalungun bernama Anto. “Pemilik rumah tidak tinggal di situ. Tapi, ada yang jaga,” ujarnya.
Sementara, salah seorang pegawai Klinik BKK, Afni Saragih mengaku tidak mengetahui persis kapan tembok roboh sampai tangga menuju ke kliniknya rusak berat. Karena, malam kejadian itu hanya seorang pegawai yang tinggal di klinik.
“Paginya kami lihat malah sudah roboh. Tangga juga rusak dan tidak bisa dilewati, kalau ada yang mau berobat terpaksa masuk dari pintu samping,” ujarnya sembari mengatakan rumah tersebut dikontrak Klinik BKK.
Pantauan di lokasi, pihak rekanan saat itu tidak ada yang bekerja. Namun, kalau dicermati, pembangunan drainase diduga bermasalah. Bukan saja karena penggalian di bawah tembok pagar rumah yang roboh tidak tanpa pengaman mengantisipasi kalau tembok roboh.
Lebih dari itu ketebalan drainase yang dikerjakan CV Dinamika Jaya Amerta hanya sekitar 16 Cm. Berbeda dengan tembok drainase satunya lagi di tepi jalan sekitar 20 Cm. Sedangkan sumber dana sebesar Rp 199 juta lebih berasal dari APBD Siantar 2023.
Sehari sebelumnya, warga keberatan terhadap material berupa pasir dan batu padas serta bekas galian tanah bercampur batu yang ditumpuk di tepi jalan. Sehingga badan jalan menjadi semakin sempit dan mengganggu arus lalulintas.
Ketika dikonfirmasi kepada Plt Kadis Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Sopian Purba, pihaknya langsung memerintahkan kepada pihak rekanan agar mengangkut bekas galian tersebut.
Meski perintah dari Plt Kadis PUTR yang disampaikan Pejabat Pembuaat Komitmen (PPK) tersebut dilakukan pihak tekanan, yang diangkut hanya dua truk. Sedang yang menumpuk di bagian lain masih dibiarkan begitu saja. Sehingga, saat hujan tiba, jalanan berlumpur dan licin.(In)






