- SIANTAR SENTER NEWS
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Siantar melalui Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Islam, gelar Safari Subuh Berjemaah di Masjid Al Khairiyah, Jalan Simarito, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, Minggu (13/8/2023).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 90-an jemaah lelaki dan perempuan itu, dihadiri Ketua MUI Kota Siantar Drs H M Ali Lubis dan para pengurus termasuk dari berbagai komisi lainnya.
Usai sholat subuh berjamaah, Dr Muhammad Zen M Pd sebagai Ketua Komisi Dakwah DP MUI Kota Siantar mengatakan, kegiatan Safari Subuh Berjama’ah merupakan program Komisi Dakwah DP MUI Kota Siantar.
“Kegiatan kita ini sudah dilakukan pada masa-masa sebelumnya di berbagai masjid se Kota Siantar dan saat ini giliran di Masjid Al Khairiyah,” ujar Dr Muhammad Zen M Pd.
Ketua BKM Masjid Al Khairiyah melalui Abd Rahim ucapkan terimakasih atas kunjungan yang dilakukan pengurus MUI Kota Siantar. Kunjungan sebagai suatu kehormatan itu tentu sangat bermanfaat apalagi ada tausiah untuk diserap para para jemaah.
Suhartono, Ketua MUI Kecamatan Siantar Barat mengatakan, bacaan imam saat melantunkan ayat Alquran yang begitu indah, membuatnya teringat seperti di Tanah Suci Makkah saat melaksanakan ibadah haji.
Sementara, kehadiran para jemaah pada Safari Subuh Berjamaah cukup ramai dan berharap ke depannya sholat subuh berjamaah di Masjid Al Khairiyah semakin ramai.

Kemudian, tausiah yang disampaikan Ketu MUI Kota Siantar, Drs H M Ali Lubis, menyinggung tentang 1 Muharram 1445 H. Dan 1445 tahun lalu merupakan tonggak bagi Nabi Muhhammad SAW melakukan hijriah dari Mekkah ke Madinah.
Pada abad pertama sampai ke tujuh, Islam begitu berjaya karena memiliki banyak ilmuwan yang kaya dengan pengetahuan. Diantaranya, Ibnu Sinai dan Ibnu Rusyd dengan ilmu kedokteran yang begitu tersohor.
Namun, di penghujung abad ketujuh, masa Khalifah Bani Abbasiyah digempur pasukan Tartar dari Mongol. Buku-buku di perpustakaan dirampas. Setelah isinya diambil dan diciptakan buku yang baru, buku yang asli dibuang ke sungai Tigris. Sehingga, ilmu pengetahuan itu seoalh-olah milik orang Barat.
“Di abad 15 seperti sekarang, Islam memang tampak mulai bangkit. Namun, muncul kelompok-kelompok yang begitu mudah menyalahkan ke lompok lainnya,” ujar Drs H M Ali Luibis.
Kemudian dijelaskan, meski Rukun Iman ada 6 perkara, ummat Islam wajib mempercayai hal lain yang dipedomani Alquran dan hadist. Antara lain mengingatkan tentang alam kubur dan akhirat. Dimana setiap umat Islam akan diminta pertanggungjawabannya selama hidup di dunia. (In)






