SIANTAR, SENTER NEWS
Saat ini, banyak umat Islam miskin dan berpotensi menjadi kufur. Karenanya, para ustadz dan ustadzah saatnya berdakwa menggaungkan sistim ekonomi syariah sebagai salah satu solusi pemberdayaan ekonomi umat.
Seperti disampaikan Drs H M Natsyir Armaya Siregar, Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Siantar pada Work Shop Sistim Ekonomi Syariah. Berlangsung di aula Gedung MUI Kota Siantar, Minggu (20/8/2023).
“Ustadz dan ustadzah saatnya bermuamalah tentang ekonomi syariah sampai ke tingkat bawah. Tidak lagi berdakwah soal surga dan neraka saja,” ujar H M Natsyir Armaya Siregar sembari mengatakan, peserta work shop, ustadz, ustadzah, pengurus Ormas Islam dan BKMT kaum ibu se Kota Siantar.
Nara sumber, Ketua MUI Kota Siantar Drs H M Ali Lubis, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematang Siantar Muqorobin, M Irfans dari Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI melalui virtual serta Kepala Bank Sumut Syariah Kota Siantar Sufri Ananda Putra Lubis.
H Ahmad Ridwansyah Putra, Sekjen MUI Kota Siantar yang membuka Work Shop mengatakan, bicara soal ekonomi syariah, harus menjadi evalusi. Karena di Kota Siantar hanya sekitar 6 persen sampai 8 persen umat menggunakan fasilitas syariah.
“Apakah sarana dan prasarana kurang mendukung? Misalnya soal penyusunan produk yang kurang rapi dan servis atau pelayanan bagaimana? Padahal pelanggan itu adalah raja. Ke depannya hadirkan praktisi atau pengusaha untuk memberikan tips cara berdagang,” ujarnya.
Dunia usaha dan perbankan dikatakan tidak bisa dipisahkan. Untuk itu, proses pembiayaan harus cepat. Umat harus tolong menolong dan saling membesarkan. Sehingga, harus berjemaah supaya besar.
Ketua MUI Kota Siantar, Drs H M Ali Lubis pada pemaparannya mengatakan, sistim syariah pada perbankan sudah lama diterapkan. Dan, melahirkan Bank Muamalat dengan sistim bagi hasil, bukan bunga (riba) yang menurut survey BI, merupakan bank paling sehat.
Dibeberkan, bunga pada bank konvensional itu haram. Namun, masih banyak masyarakat belum mengerti. Kemudian diberi contoh tentang transaksi ekonomi yang disebut haram. Selanjutnya, setiap transaksi syariah dikatakan memiliki izab kabul.
Kepala Perwakilan BI Pematang Siantar, Muqorobin mengatakan, BI tidak berbicara soal fikih. Tetapi, mengatur bagaimana peran BI dalam pengembangan ekonomi syariah.
M Irfans paparkan peran BI dalam pengembangan Ekonomi Syariah melalui virtual. Meliputi, Urgensi Pengembangan Ekonomi Syariah dan Posisi Indonesia. Strategi Pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah BI dan Implementasi Pengembangan Literasi Ekonomi Syariah BI.
Dikatakan, Ekonomi Syariah telah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di dunia. Inggris London sebagai Pusat keuangan Syariah di Barat. Korea dengan destinasi utama pariwisata halal. Jepang industri halal sebagai kontributor kunsi 2020.
Thailand memiliki visi sebagai dapur halal dunia. Australia dan Brazil pemasok daging sapi halal dan daging unggas terbesar ke Timur Tengah. UEA Dubai, ibukota ekonomi syariah, Malaysia pusat industri halal dan keuangan ekonomi syariah global 2020.
Nara sumber terakhir, Sufri Ananda Putra Lubis, paparkan selayang pandang Bank Sumut Syariah (SS) Cabang Pematang Siantar, Positioning tentang BSS, kendala dan tantangan Perbankan Syariah di Kota Siantar serta Need Support.
Selanjutnya, peserta Work Shop antusias mengajukan pertanyaan. Dari pengelola Rezeki Halal Barokah (RHB) Kota Siantar, mini market sistim syariah agar mendapat suport dari BSS, Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPMI) Kota Siantar soal pembiayaan untuk rekanan.
Dari ustadz berstatus PNS yang mengusulkan agar sistim pengajian menggunakan Bank Syariah, dari PD Muhammadiyah Kota Siantar terkait peluang menjadikan gaji guru sebagai nasabah BSS. Ada juga tentang pengelolaan kas Majelis Taklim dan agar BSS menyentuh pelaku ekonomi kecil serta terkait bantuan dana kepada UMKM.
Khusus sistim penggajian kepada para ASN, dikatakan sudah ada surat edaran dari Pemprov Sumut yang akan diterapkan. Selanjutnya, BSS siap melakukan kerjasama dengan sejumlah elemen dan siap bermintra untuk memberikan pelayanan terbaik. (In)






