SIMALUNGUN, SENTER NEWS
Usai menggiling jagung hasil panen, Berlin Siahaan pulang ke rumah di Huta 8, Nagori Silau Malaha, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Selasa ( 22/8/ 2023), sekitar jam 10.00 Wib.
Karena putrinya, Naumi Wiliya Siahaan berusia 1 tahun 11 bulan tidak berada di rumah, sempat ditanyakan kepada sang istri. Kemudian, keduanya mencari di luar rumah sembari bertanya kepada sejumlah tetangga.
Namun, karena tidak ditemukan juga, muncul kecurigaan bahwa bayi di bawah lima tahun (Balita) itu hanyut di aliran irigasi yang masih dibelakang korban.
Selanjutnya, orang tua korban bersama kakek korban Jannes Siahaan (58) dan warga lainnya berusaha menelusuri irigasi yang masih di belakang rumah korban. Turut dibantu Babinsa Koramil 08/Bangun Koptu Marmuyidi.
Pencarian yang dilakukan dengan turun ke aliran irigasi sembari memanggil-manggil nama korban berakhir sekira jam 12.00 Wib. Karena berjarak sekitar 50 meter dari rumah korban, Balita itu ditemukan tersangkut di pohon bambu yang tumbang ke aliran irigasi dengan kondisi kaku atau tidak bernyawa.
Selanjutnya, dievakusi dan sempat dibawa ke bidan atau perawat yang masih tinggal di kampung tersebut untuk menjalani pemeriksaan dan di tubuh korban tidak ditemukan bekas-bekas penganiayaan.
Setelah dibersihkan, dibawa pulang ke rumah duka diiringi isak tangis dari orang tuanya. Saat di rumah duka itu, tampak hadir perangkat Nagori dan Gamot setempat, Babinsa Marmuydi Kanit Reskrim Iptu Bintor Tobing didampingi Aiptu E Damanik, sejumlah keluarga danwarga lainnya.
Karena pihak keluarga ikhlas dan yakin korban meninggal karena hanyut tenggelam di irigasi, dan sudah dikoordinasikan dengan Polsek Bangun, jenazah korban tidak diotupsi. (Bg)






