SIANTAR, SENTER NEWS
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Siantar-Simalungun menyoroti berbagai program yang digagas Wali Kota Siantar. Khususnya soal Program Lihat Sampah Ambil (LISA) untuk mewujudkan Siantar sehat.
Namun, hasil pantauan GMKI, Wali Kota dinilai gagal dalam mewujudkan Siantar Sehat. Buktinya, sampah malah menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA),Tanjung Pinggir, Kecamatan Tanjung Martoba Kota Siantar.
“Sampah di TPA Tanjung Pinggir itu sangat menumpuk seperti gunung,” ujar sekretaris GMKI Cabang Siantar-Simalungun, Lily S Munthe melalui Sekfung Aksi dan pelayanan GMKI, Indra C Simarmata, Selasa (29/6/2023).
Dijelaskan, kondisi itu sangat miris, harusnya Dinas Lingkungan Hidup dapat mewujudkan Siantar Sehat sebagai program Wali Kota dengan melaksanakan program lebih ekstra untuk mempercepat penanganan permasalahan tempat pembuangan.
“Dinas Lingkungan Hidup juga harus memikirkan kesehatan masyarakat sekitar akibat tumpukan sampah yang seperti gunung itu,” ujar Indra C Simarmata sembari mengatakan Dinas Lingkungan Hidup terkesan seperti tidak serius menyelesaikan permasalahan TPA tersebut.
Dijelaskan, semakin hari tumpukan sampah semakin tinggi seperti gunung. Sehingga, kota Siantar saat ini menjadi kota gunung sampah. Untuk itu Dinas Lingkungan Hidup tidak bermain-main dalam penyelesaian sampah. Apalagi berkaitan dengan masyarakat sekitarnya.
Terpisah, Kadis Lingkungan Hidup, Dedy T Setiawan mengatakan, kondisi TPA Tanjung Pinggir sebenarnya masih memadai menampung sampah. Hanya saja, kendala yang terjadi saat ini, pihaknya masih kekurangan alat berat.
“Yang namanya TPA itu memang tempat tumpukan sampah dan dimana-mana kondisinya begitu. Tapi, kita memang butuh alat berat seperti bulduzer. Kalau eskapator memang ada,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, lokasi TPA merupakan lahan milik ketiga yang dipakai dengan sistim kontrak. Sebagai alternatif, Pemko Siantar sudah mengusulkan lahan di Kelurahan Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasari untuk pelepasan lahan. “Soal pelepasan lahan yang dibidangi bagian asset sedang dalam proses,” ujarnya. (In)






