SIMALUNGUN,SENTERNEWS
Pimpinan Cabang Satuan Pemuda Mahasiswa Pemuda Pancasila (PC Sapma PP) Kabupaten Simalungun kritisi kinerja Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga. Karena, tidak mampu merealisasi janji-janji politik pada kampanye Pilkada 2022 lalu.
“Kita sudah mengevaluasi dan mencermati, dari 10 visi dan misi Bupati saat Pilkada 2022 lalu itu. Namun, setelah terpilih dan menjabat pada tahun kedua, janji hanya tinggal janji,” ujar Swandi Sihombing, Ketua PC Sapma Pemuda Pancasila Kabupaten Simalungun, Minggu (3/9/2023).
Lebih rinci dibeberkan, janji yang disampaikan saat mencalonkan diri sebagai Bupati Simalungun antara lain, Pemulihan Ekonomi, Pemulihan Kesehatan, Penerapan GCG (Good & Clean Government), Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan, Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Selanjutnya, Peningkatan Pertanian dan Pengembangan Sistem Agribisnis, Peningkatan Kualitas Infrastruktur, Peningkatan Kualitas Generasi Muda/ Millenial, Restrukturisasi Anggaran (Perbaikan Postur APBD) dan Restrukturisasi Organisasi dan Reformasi Birokrasi.
Ditegaskan, tak satu pun dari janjinya yang terlaksana dengan efektif dan merata untuk menjamin pilihan masyarakat yang mempercayakan Radiapoh Hasiholan Sinaga sebagai Bupati terpilih itu. Bahkan, kondisinya dinilai memprihatikan.
“Untuk itu, kita dari Sapma Pemuda Pancasila Simalungun mengajak masyarakat mengevaluasi Bupati Simalungun,” ujarnya sembari mengatakan, menunggu masa periode Bupati saat ini, tak cukup waktu lagi merealisasikan janji-janji tersebut.
Apapun alasannya, hal itu disebut sebagai suatu pembodohan. “Rakyat Harus Sejahtera atau RHS, ternyata masih jauh dari harapan,” katanya yang juga mengajak masyarakat memberi penilaian tentang masa kerja Bupati selama menjabat sebagai Bupati Simalungun.
Ditegaskan juga, kehadiran Sapma Pemuda Pancasila Kabupaten Simalungun di tengah masyarakat, tentunya berperan melaksanakan fungsi sebagai wadah pemuda yang tergabung dalam mahasiswa dan pelajar dalam menentukan kemajuan di Kabupaten Simalungun.
“Fungsi pemuda dan masyarakat yang itu di antaranya sebagai alat kontrol sosial, agent of change atau agen perubahan, dan kekuatan moralitas. Jadi, kita berhak mengeluarkan pendapat untuk melakukan evaluasi,” tegasnya.
Kedepannya, masyarakat diminta lebih berhati-hati memilih pemimpin. Jangan memilih pemimpin yang tidak peduli dengan masyarakat dan hanya menebar janji-janji. Pemimpin yang dibutuhkan yang punyadedikasi terbaik merealisasi janji politik demi kemajuan Simalungun lebih baik.
Hasil dari jejak pendapat Sapma Pemuda Pancasila Simalungun , dikatakan keresahan masyarakat sudah mulai bermunculan. Fakta itu diperoleh dari beberapa kecamatan dan Nagori di Kabupaten Simalungun.
“Kita juga menerima aspirasi masyarakat atas kesediaannya bergerak bersama Sapma-PP Simalungun untuk mengevaluasi Bupati Simalungun. Tinggal menunggu keresahan ini memuncak untuk melakukan aksi massa besar-besaran,” ujarnya Swandi Sihombing mengakhiri. (In)






