SIANTAR, SENTER NEWS
Sekelompok massa yang berunjuk rasa di kantor KPU Kota Siantar bertindak anarkis karena berusaha merangsek menerobos barisan personel keamanan yang dilengkapi dengan peralatan anti huru hara. Namun , aksi tersebut berhasil diredam dengan mengamankan beberapa orang yang dianggap provokator.
Adegan tersebut merupakan rangkaian Simulasi Sistem Pengamanan (Sispam) Kota dalam Rangka Kesiapan Pengamanan Tahapan Pemilu Serentak Tahun 2023 di Wilayah Kota Siantar. Berlangsung di depan BalaiKota, Jalan Merdeka, Kota Siantar, Kamis (12/10/2023) pagi.
Pada simulasi pengamanan saat Pemilu tersebut, ada dua skenario yang telah dirancang sedemikian rupa. Pertama, warga yang memaksa menggunakan hak suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 di Jalan Pepaya Kelurahan Sukamaju Kecamatan Siantar Marihat. Padahal warga tersebut tidak memiliki formulir C6 sebagai syarat menggunakan hak pilih di TPS. Sehingga, sempat terjadi keributan yang akhirnya dapat diselesaikan petugas, PPK, Kapolsek, dan camat.
Selanjutnya, melalui simulasi yang diperagakan personel Polres Siantar, dan Satpol PP, itu, ada upaya perampokan kotak suara yang dibawa dari TPS ke kantor PPS. Namun, kotak suara itu berhasil ditemukan personel Polres dan menangkap pelakunya di Jalan Gereja Kecamatan Siantar Selatan.
Sementara, skenario kedua, aksi unjuk rasa di Kantor KPU Siantar., massa menolak hasil perhitungan suara salah satu calon presiden, dan menuding ada penggelembungan suara pada calon presiden lainnya.
Awalnya aksi unjuk rasa berlangsung damai dan tertib. Namun kemudian terjadi tindakan anarkis, seperti lemparan batu. Personel Polres Siantar menunjukkan tahap-tahap pengamanan, termasuk meminta bantuan dari Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut). Sementara, provokator diamankan dan massa mundur serta membubarkan diri.
Kapolres Siantar AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan, simulasi yang dilakukan dalam rangka mengantisipasi terjadinya kerusuhan dalam setiap tahapan Pemilu serentak 2024 yang juga menjadi perhatian dunia internasional. Untuk itu, suksesnya Pemilu tergantung kepada pihak yang terlibat. Termasuk peran TNI-Polri dalam rangka pengamanan Kamtibmas
“Perlu disikapi dan diantisipasi hal-hal yang bisa mengganggu Kamtibmas. Meski sejauh ini trennya masih positif dan kondusif,” tukas AKBP Yogen sembari mengatakan simulasi itu sebagai upaya kesiapsiagaan petugas di lapangan selama pelaksanaan Pemilu.
Wali Kota Siantar dr Susanti Dewayani SpA yang turut menyaksikan simulasi mengatakan, kegiatan tersebut diharap dapat bermanfaat bagi masyarakat Kota Siantar. Apalagi sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kesiapan Operasi Mantap Brata Toba 2023-2024 harus dapat dilaksanakan secara optimal.
“Sebentar lagi, juga akan dilaksanakan pengamanan Natal dan Tahun Baru. Sehingga volume aktivitas akan meningkat,” kata dr Susanti sembari mendaur pernyataan Presiden agar menghindari polarisasi masyarakat serta meminimalkan politik identitas yang mengarah ke SARA.
Wali Kota memahami bahwa, menjelang Pemilu suhu politik semakin memanas dan rentan terjadi gesekan. Namun gangguan tersebut diyakini dapat dicegah dan diantisipasi. Sehingga keamanan dan ketertiban masyarakat terjaga, serta masyarakat merasa aman dan nyaman.
Lebih lanjut, Wali Kota berharap kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan agar bisa melakukan deteksi dini dan mengetahui dinamika yang berkembang di masyarakat. Sehingga, gangguan Kamtibmas dapat diantisipasi sejak dini.Termasuk mencegah aksi terorisme dan kriminalitas yang memanfaatkan momentum Pemilu.
“Keberhasilan Pemilu merupakan hasil kerja sama, sinergitas, dan kolaborasi semua pihak. Semoga Pemilu berjalan sukses dan lancar,” pungkas dr Susanti mengakhiri.
Sementara, simulasi juga turut dihadiri Ketua DPRD Kota Siantar diwakili Baren Alijoyo Purba, mewakili Dandenpom I/1 Pematang Siantar, mewakili Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Siantar, dari Pengadilan Negeri (PN) Kota Siantar, dan jajaran Polresta Siantar.(In)






