Senter News
Minggu, 20 September 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS HEADLINE
Pengerahan massa

Pengerahan massa

Lahan Masih Berperkara: Massa Wesly Nyaris Bentrok, Kalau Ada Korban Siapa Bertanggungjawab?

Penulis: Redaksi Senternews.com
12 Oktober 2023 | 20:07 WIB
Rubrik: HEADLINE
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

SIANTAR, SENTER NEWS

Soal sengketa lahan di depan Taman Hewan Kota Siantar sekitar 100 M2. Persisnya di Jalan Gunung Simanuk-manuk, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, nyaris menimbulkan bentrok massa, Kamis (12/10/2023) sekira jam 14.00 Wib.

Sebelumnya, sekira jam 13.00 Wib, sejumlah personel Kepolisian dari Polres Siantar datang  ke lokasi lahan sengketa. Kemudian, dari belakang muncul kelompok massa yang jumlahnya mencapai seratusan orang.

Menurut seorang perempuan yang diketahui bernama Konstane br Napitupulu, mengaku sebagai penasehat hukum atas nama Wesly Silalahi sebagai pemilik lahan. Kedatangan mereka dikatakan untuk melakukan pemagaran dan membangun tembok.

Mendengar pernyataan itu, keluarga Lilis Suryani Daulay yang selama ini mengusahakan lahan sejak tahun 1947  keberatan. Apalagi permasalahan itu dikatakan masih berperkara di Pengadilan Negeri Kota Siantar.

Saat itu, situasi nyaris  kisruh. Apalagi massa semakin ramai berdatangan. Bahkan, berusaha masuk ke lahan dari bagian samping. Tetapi, kelompok masyarakat di bagian dalam berusaha menghalau dengan teriakan-teriakan.

Melihat situasi tersebut, Kapolres Siantar, AKBP Yogen Heroes Baruno didampingi Kasat Reskrim AKP Banuara Manurung sempat berdiskusi di salah satu sudut lokasi depan Taman Hewan. Sementara, sekitar seratusan personel Polisi, berjaga-jaga memantau situasi.

Selanjutnya, Kapolres melalui Kasat Reskrim  memanggil kedua belah pihak. Untuk menjaga situasi tidak semakin memanas, kedua belah pihak diajak membicarakannya di Mapolres Siantar.

Sementara, kelompok massa dari pihak Wesly Silalahi yang sebagian hanya menunggu komando dari salah seorang dari kerumunan massa akhirnya meninggalkan lokasi dengan perlahan.

TAK ADA TITIK TEMU

Selanjutnya, antara kedua kelompok yang bertikai dipertemukan di aula lantai II Mapolres Siantar. Dihadiri Kapolres Siantar yang dimediasi Kasat Reskrim AKBP Banuara Manurung.

Dalam pertemuan setengah tertutup itu, kedua kelompok awalnya saling menerangkan. Namun, ujungnya terjadi perdebatan.

Bahkan, pada pertemuan itu, kelompok Lilis Suryani Daulay sebagai pengelola lahan melalui pengacara Netty Simbolon didampingi Rudi Malau menepis bahwa lahan tersebut merupakan milik Wesly Silalahi. Pasalnya, yang berperkara adalah Lilis Suryani dengan Ong Soek Wei.

Netty juga sempat mengkritik keberadan Kapolres yang dikatakan datang bersama sekelompok massa. Sehingga, dinilai ingin memancing kerusuhan.

Sementara, Baringin Siahaan dari pihak Lilis Suryani malah kembali menyinggung nama Wesly Silalahi. “Ada pihak yang berperkara. Tapi, tiba-tiba muncul nama Wesly Silalahi,” katanya yang juga menjelaskan pernah bermasalah dengan Wesly Silalahi karena mengaku sebagai  pemilik tanah pertanian di Sitahoan Kabupaten Simalungun.

“Ini tiba-tiba pula muncul nama Pak Wesly. Dari mana pula terjadi jual beli terhadap tanah yang masih berperkara.” ujarnya yang juga  menyinggung soal kondisi massa di lokasi “Bagaimana kalau tadi terjadi korban jiwa. Padahal massa yang dibawa dari kampung saya. Kalau ada korban siapa yang bertanggungjawab?” kata Baringin sembari bertanya kepada Kapolres.

“Jadi tolong, ini soal nyawa orang. Kalau tadi saya tidak di lokasi mungkin banyak yang mati. Siapa yang bertanggungjawab? Jadi kalau begitu, mari pertemunkan orang yang berperkara. Supaya tidak terjadi keributan,” katanya lagi.

“Banyak yang bilang saya ini Preman di Siantar. Saya bilang  gitu supaya jangan repot dia. Ayo duduk bersama, jangan seperti tadi. Saya mohon kepada Kapolres supaya memangil pihak yang berperkara. Kalau kuasa hukum pintar hukum, saya tidak dan saya pintar berkelahi, maka tidak ada titik temu. Jangan sempat terjadi korban di Siantar hanya karena tanah seperti itu,” beber Baringin lagi panjang lebar.

Sementara, pihak Wesly Silalahi melalui pengacaranya mengatakan,  soal keberadaan massa dikatakan ada dua kelompok. Namun, itu juga dibantah pihak Lilis Suryani Daulay. Massa yang ada di lokasi merupakan keluarga besar dari Lilis Suryani. Beda dengan massa yang dikerahkan kelompok Wesly Silalahi yang datang dari berbagai tempat.

Karena terjadi perdebatan, Kapolres mengatakan keberadaannya di lapangan karena mendengar informasi akan terjadi bentrok.  “Saya tidak akan meninggalkan lokasi sebelum kedua belah pihak bertemu di Polres ini,” katanya.

Dijelaskan  juga,  karena tidak ada titik temu, kedua belah pihak akan dipertemukan tanpa perwakilan. Soal waktu akan ditentukan kemudian.

MASIH PROSES PENGADILAN

Sebelum pertemuan ditutup, salah seorang pihak keluarga Lilis Suryani Daulay melalui Arif Sitanggang mengatakan, mereka butuh perlindungan hukum. Karena ada kemungkinan masyarakat di lokasi akan diserang. “Kami informasikan supaya dilakukan penjagaan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kapolres mengatakan siap  melakukan pengamanan tetapi tidak berjaga di tempat. Tetapi melakukan patroli keliling. Selanjutnya, AKP Banuara Manurung yang menutup pertemuan mengatakan agar kedua belah pihak saling menahan diri.

Usai pertemuan Konstane br Napitupulu yang diwawancara wartawan mengatakan, kalau soal massa yang datang ke lokasi tanpa sepengetahuannya. Namun mereka mengaku hanya membawa 30 orang untuk melakukan pemasangan seng di lokasi lahan sengketa.

Terpisah, pihak Lilis Suryani melalui penasehat hukum Rudi Malau sangat menyesalkan  kelompok massa Wesly yang seolah-olah ingin menyerang masyarakat di lokasi lahan sengketa. Padahal, nama Wesly tidak pernah muncul dalam perkara sengketa.

“Untung korban tidak ada. Tapi, ada pihak dari Wesly melakukan pelemparan dan masyarakat merasa terancam. Kita sudah surati Kapolres minta perlindungan hukum,” katanya.

Selain minta perlindungan hukum juga melaporkan adanya dugaan pemalsuan surat karena  Wesly dikatakan sah memiliki kepemilikan lahan tanggal 20 AprIl 2015. Sementara mulai 2021 sampai saat ini, pihaknya berperkara dengan Ong Soek Wei.

Lebih lanjut dikatakan, melalui Kasasi perkara, pihak Ong Soek Wei dikatakan meminta hakim untuk mengembalikan sah SHM mereka No 47 dan No 7. Tapi, ditolak hakim. Dan, hakim mengadili sendiri dengan pertimbangan objek hak kepemilikan.

“Untuk itu hakim menyarankan kita untuk mengajukan peradilan perdata  tentang hak kepemilikan. Makanya kita sudah ajukan perdata di  Pengadilan Negeri Siantar. Saat ini masih dalam persidangan,” ujarnya.

Dijelaskan juga, sejak berperkara  PTUN tahun  2021,  bersamaan dengan itu sebelum 2021 ada juga laporan ke Kapolres Siantar dan Polda Sumut, bahwa permasalahan tersebut tidak ada berhubungan dengan Wesly Silalahi.(Tim)

ShareSendShare

Berita Terkait

Sweeping ruang kerja Walikota
HEADLINE

Aksi Gerakan Rakyat Melawan “Sweeping” Ruangan Kerja Walikota Siantar

27 Agustus 2026 | 18:30 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Karena Walikota Wesly Silalahi tidak kunjung datang menemui pengunjukrasa dan sempat diinformasikan berada di ruangan kerjanya, massa aksi...

Read moreDetails
PKL di halaman rumah dinas Walikota
HEADLINE

Unjukrasa PKL Bawa Keranda Tolak Relokasi, Terobos Rumah Dinas Walikota Siantar

27 Agustus 2026 | 17:43 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS   Dengan mengusung spanduk, poster dan pengeras suara dan keranda, ratusan massa  dari Ikatan Pedagang Kaki Lima Pematangsiantar...

Read moreDetails
Warga perlihatkan korban yang diduga karena sarang burung walet
HEADLINE

Sarang Walet Ambil Korban, DPRD Siantar Minta Pemko Bongkar Bangunan

19 Agustus 2026 | 17:20 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS    Komisi I  DPRD Pematangsiantar  marah saata melakukan   Rapat  Dengar Pendapat (RDP) dengan masyarakat dan Pemko Pematangsiantar. Berlangsung ...

Read moreDetails
HEADLINE

Aliansi CS KERAS Soal Dugaan Korupsi Eks Rumah Singgah Covid-19, Desak Kejari Siantar Periksa Walikota

22 Juni 2026 | 15:52 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Setelah  berunjukrasa ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Aliansi CS KERAS (Control Sosial- Kumpulan Elemen Rakyat Anti Suap)...

Read moreDetails
HEADLINE

Pasar Dwikora (Pajak Parluasan) Siantar Membara, Ratusan Kios Terbakar

18 Juni 2026 | 07:02 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Menjelang subuh buta, Kamis (18/06/2026) sekira pukul 02.49 WIB, kobaran api di  Pasar Dwikora atau Pajak Parluasan Kota...

Read moreDetails
HEADLINE

Kejatisu Ambil Alih Kasus Dugaan “Mark Up” Eks Rumah Singgah Covid-19 Kota Siantar Senilai Rp14,5 Miliar

29 Mei 2026 | 18:06 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Informasi terbaru perkembangan kasus dugaan mark up Eks Rumah Singgah Covid 19 kota Siantar senilai Rp14, 5 miliar...

Read moreDetails

Berita Terbaru

SIANTAR-SIMALUNGUN

Bupati Simalungun Tandatangani Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan dan Pencegahan Korupsi

19 September 2026 | 09:07 WIB
ANEKA RAGAM

Pemko Siantar dan Kemenkum RI Rapat Harmonisasi Rancangan Perwa Tentang Master Plan Kota Cerdas Kota Pematangsiantar

18 September 2026 | 16:40 WIB
ANEKA RAGAM

Andika Prayogi Sinaga SE Anggota DPRD Siantar Antisipasi Penyebaran DBD, Dinas Kesehatan Langsung Fogging

18 September 2026 | 15:10 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Pemkab Simalungun Salurkan Bantuan bagi Korban Angin Puting Beliung

18 September 2026 | 09:48 WIB
ANEKA RAGAM

Kapolres Siantar:  AKBP Dhana Noer Kurniawan Resmi Gantikan AKBP Sah Udur  Siitinjak 

18 September 2026 | 09:44 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres  Simalungun, AKBP Hendri Nupia Dinka Barus Gantikan AKBP Marganda Aritonang

18 September 2026 | 09:31 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Buron 2 Bulan, Pelaku pencurian 3 Unit HP Diringkus Tim Jatanras Polres Simalungun  

18 September 2026 | 09:09 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Temuan Jasad Pemuda di Marihat Bandar Dievakuasi Polres Simalungun

18 September 2026 | 09:07 WIB
ANEKA RAGAM

Bencana Alam dan Panggilan Ruhani Manusia untuk Kembali kepada Allah

18 September 2026 | 09:05 WIB
ANEKA RAGAM

Siaga Bencana dan Teror, PLN UP3 Pematangsiantar Simulasi Tanggap Darurat

17 September 2026 | 18:29 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Bupati Simalungun Luncurkan Aplikasi SIMARATUR

17 September 2026 | 18:27 WIB
ANEKA RAGAM

KPU Pematangsiantar Lakukan Survey Kepuasan Masyarakat

17 September 2026 | 18:17 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata