SIMALUNGUN, SENTERNEWS
Setelah delapan hari menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Tentera (TNI) Kota Siantar, bocah malang berinisial R (5) yang dada dan punggungnya disetrika tante sendiri berinisal SM (53), dinyatakan sembuh, Jumat (13/10/2023).
Karenanya, sudah diperbolehkana pulang meski masih tetap harus menjalani perobatan jalan secara berkala. Sementara, Kapolres Simalungun AKBP Ronald FC Sipayung SH SIK MH kembali datang sebelum diantar pulang menggunakan mobil Patroli Sat Lantas Polres Simalungun.
Setelah berkemas dari ruang perawatan dan berada di bagian depan rumah sakit, sang bocah tampak ceria karena AKBP Ronald FC Sipayung SH SIK MH kembali memberikannya mobil remote baru yang pernah diminta bocah lelaki itu sebelumnya. Padahal, sebelumnya lagi, Kapolres telah memberikan mobil remote baru juga.
Kemudian, tidak segan-segan mengajak Kapolres bermain mobil remote. Sehingga, keakraban keduanya menjadi perhatian tersendiri bagi pihak keluarga dan pihak rumah sakit serta personel Polres Simalungun lainnya yang turut mendampingi Kapolres Simalungun.
Kapolres Simalungun AKBP Ronald FC Sipayung membenarkan R sudah diperbolehkan pulang kerumah meski akan menjalani pengobatan berjalan secara berkala. Selanjutnya, R akan dirawat tantenya yang selama ini menemani di rumah sakit.
“Personel Polres Simalungun akan langsung mengantarkan R ke rumah tantenya untuk dirawat dan menjaga R setiap saat dengan penuh kasih sayang,” kata Kapolres sembari mengucapkan terimakasih kepada pihak Rumah Sakit Tentara yang bekerjasama merawat R secara maksimal.
“Kami menitipkan R kepada keluarga supaya bisa dijaga dan mendapatkan hak sebagai anak. Kepada masyarakat kami sampaikan bahwa anak-anak ini termasuk kategori rentan dan harus dijaga bersama. “kita berikan kasih sayang dan harus kita lindungi,” beber Kapolres lagi.
Ditegaskan juga, suatu kesalahan besar kalau menjadikan anak-anak sebagai pelampiasan emosi dan melakukan kekerasan. Padahal, anak-anak harus dijaga dan dilindungi agar tidak menjadi korban kekerasan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Rumah Sakit Tentara, Mayor CKM dr Ivan Paulus Gunata Sp KJ MARS mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Simalungun karena telah mempercayakan Rumah Sakit Tentera Kota Siantar, merawat R.
“Kami beserta dokter spesialis bedah bersama seluruh perawat dan staf-staf lain telah berusaha memberikan yang terbaik demi kesembuhan R. Dan, berharap apa yang kami lakukan dapat memberikan perubahan terbaik bagi R untuk kembali pulih seperti sediakala,” ucap Ivan.
Dokter Spesialis Bedah, dr Rajin Saragih SpB mengatakan, saat ini kesehatan bocah tersebut sudah membaik dan pulih. Sehingga dinyatakan sembuh dan diperbolehkan kembali kerumah dan menjalani perobatan jalan.
“Kepada Bapak Kapolres Simalungun kami mengucapkan terimakasih atas kepedulian yang diberikan kepada pasien R. Sehingga dapat mempercepat kesembuhan,” ucap dr Rajin.
Sebelum meninggalkan rumah sakit, tante R yang selama ini menemani R selama menjalani perawatan di rumah sakit, berjanji akan merawat dengan penuh kasih sayang. Mewakili keluarga R, mengucapkan terimakasih atas kepedulian, perhatian serta bantuan Kapolres Simalungun selama ini. Demikian juga kepada para dokter dan tenaga medis Rumah sakit Tentera.
“Saya juga berjanji kepada Bapak Kapolres Simalungun akan merawat anak kami ini dengan baik dengan tetap memberikannya hak-hak sebagai anak tanpa ada perbedaan. Semoga R dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan untuk masa depannya juga, “ucap tante R.
Setelah segala sesuatunya selesai, bocah R langsung dibawa pulang ke rumah tantenya. Namun, di Jalan Gereja, personel Polisi yang menggunakan mobil Patroli Sat Lantas Polres Simalungun sempat berhenti membelikan buah rambutan kepada R.
Sekedar informasi, R akan dirawat tentenya yang lain yang juga merawat kakak perempuan R. Tantenya itu bukan tante yang menganiaya bocah tersebut berinisial SM (53) yang sedang menjalani proses hukum.
Seperti diberitakan sebelumnya, setelah bocah berinisial R menghabisi rambutan dan kulitnya berserakan, SM emosi. Kaki ponakannya dilibas pakai sapi lidi dan dada serta punggung korban disetrika sampai melepuh. Diinformasikan, saat pelaku SM yang sudah ditetapkan sebagai tersangka diintrogasi, terkesan membela diri dengan dalih hanya ingin mendisiplinkan korban. (In)






