SIMALUNGUN, SENTER NEWS
Ketika babi hutan sering merusak tanaman petani, Diman Sidabalok warga Bah Kisat Dusun Marihat Tonga, Nagori Marihat Raja, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun memasang jerat.
Jelang beberapa hari kemudian, warga mendengar adanya suara auman harimau. Selanjutnya, Diman Sidabalok warga yang membuat jerat memeriksa jeratan yang dipasangnya di tepi jurang. Ketika dilihat langsung, yang masuk ternyata Harimau Sumatera, Minggu (22/10/2023) sekira jam 12.00 Wib.
Selanjutnya temuan itu diberitahu kepada warga lainnya dan sampai kepada warga yang kemudian sampai kepada Bhabinkamtibmas Aiptu RP Sidabalok untuk dilaporkan lagi kepada Polsek Dolok Panribuan Resor Simalungun.
Sebagai tindaklanjut berikutnya, disampaikan lagi kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sub Pematang Siantar yang kemudian turun ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi. Terdiri dari lima orang anggota tim termasuk dokter hewan, dokter Anhar dari Aliansi Pemerhati Satwa dan tim Konservasi Harimau Barumum.
Proses evakuasi dilakukan dengan tembak bius. Setelah si raja hutan seberat 80 Kg berusia sekitar 4-5 tahun itu tak berdaya, langsung mendapat perawatan dan pertolongan dari tim dokter hewan. Terutama mengobati luka kaki bagian depan yang terjerat.
Kemudian, Harimau Sumatera, berwarna dan bergaris coklat belang jenis kelamin jantan itu dibawa ke Balai Konservasi Harimau Barumun di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kapolres Simalungun, AKBP Ronald Sipayung menjelaskan, sampai Rabu (24/10/2023), belum ada laporan warga yang menjadi korban terkaman harimau. Selanjutnya, berharap agar kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dan berusaha masa lingkungan tetap aman bagi satwa liar. (red)






