Senter News
Sabtu, 16 Mei 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS HEADLINE
Korban didampingi kedua orang tuanya

Korban didampingi kedua orang tuanya

Pelaku Harus Ditangkap! Suami Bacok Istri Pakai Parang 9 Kali

Penulis: Redaksi Senternews.com
25 Oktober 2023 | 19:30 WIB
Rubrik: HEADLINE
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

SIANTAR,SENTERNEWS  

Perbuatan pelaku MS Sinaga (31) yang membacok istrinya, Destri br Siahaan (27) menggunakan parang sampai sembilan kali hingga  berlumuran darah di depan orang ramai, tergolong keji dan dinilai tidak berprikemanusiaan.

“Saya seperti tidak sadar dibacok pelaku itu,” kata korban dengan tangan yang masih diperban, di rumah Penasehat Utama Se Indonesia PPSD, DM Ater Siahaan (Op Panggoratua), Gang Kopi, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Siantar Marihat. Didampingi sejumlah pengurus Pomparan Parsadaan Somba Debata (PPSD), Rabu (25/10/2023) sekira jam 15.00 Wib.

Dijelaskan, kejadian itu berawal saat pelaku atau suami korban MS Sinaga menghubungi korban yang saat itu sudah 3 bulan berada di rumah orang tuanya di Pekan Baru Riau. Korban diminta datang menemui suaminya di  Kelurahan Raya Baru, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.

“Saya ditelepon. Katanya supaya menjemput anak perempuan kami yang belum berumur satu tahun yang tinggal bersamanya. Dia bilang anakku sakit dan dia tak sanggup mengurus karena terus menangis,” kata korban didampingi kedua orang tuanya.

Korban juga menjelaskan, suaminya mengatakan sudah sudah ikhlas supaya anak perempuan mereka diambil dan dibesarkankan korban. Karena memang punya biat baik, korban   menjemput buah hatinya itu untuk datang ke Pamatang Raya, Senin (16/10/2023).

“Waktu aku datang dan bertemu dengan pelaku, dia (suami korban-red) bilang minta  waktu satu malam untuk  dekat dengan anak sebelum pisah. Padahal rencanaku, pagi sampai di Raya sorenya aku langsung membawa anak itu pulang ke Pekan Baru,” kata korban lagi.

Saat bersama suami, malam harinya korban sempat dibujuk pelaku supaya tetap tinggal di Raya. Namun, korban menolak untuk baikan karena pelaku memang sering melakukan kekerasan terhadap korban.  Saat itu, pelaku  membawa anak mereka ke  rumah orang tuanya.

Lebih lanjut dijelaskan, Selasa (17/10/2023) korban yang berencana untuk pulang membawa anaknya, singgah di salah satu warung kopi depan stasiun bus Sinar Tani Pamatang Raya. Saat itu, pelaku masih berusaha membujuk pelaku supaya kembali atau tidak pulang ke Pekan baru. Namun, korban tetap menolak.

“Waktu aku duduk dan dibujuk supaya kembali sama dia, aku tetap menolak.  Disitulah dia lari ke bagian belakang warung mengambil parang dan aku akhirnya dibacok beberapa kali di depan orang ramai yang berada di warung itu,” jelas korban sembari mengatakan bahwa peristiwa itu berlangsung sekira jam 11.00 Wib.

Saat itu, korban mengaku  tidak menduga pelaku membacoknya dan saat perut korban  hendak dibacok lagi, pelaku dihalangi tulang pelaku sendiri. Setelah itu pelaku akhirnya lari.

Melihat korban berlumuran darah, warga yang menyaksikan kejadian itu langsung  memberitahukannya kepada ibu pelaku. Kemudian, korban dibawa ke Rumah Sakit Efarina untuk mendapat perawatan.  Sedangkan anak korban masih di rumah mertuanya.

“Ibu mertuaku hanya satu malam menungguku di rumah sakit. Setelah itu, aku ditinggalkan sendirian,” jelas korban sembari mengatakan, saat berada di  rumah sakit itu, pihak dokter memeriksa luka-luka di sekujur tubuh korban.

“Bagian tangan kanan ini  kata dokter ada urat yang putus. Tangan kiriku juga dibacok, badan bagian belakang dan bagian paha dan bagian kepala juga,” ujar korban sembari memperlihatkan luka pada bagian kepala.

Ketika masih berada di rumah sakit, korban menghubungi saudaranya yang tinggal di Parluasan Kota Siantar untuk menemaninya.  Kemudian, Jumat (20/10/2023), orang tua korban Santon Siahaan dan istri akhirnya datang ke rumah sakit.

Miris mengetahui putrinya dianiaya, masalah itu dilaporkan ke Polres Simalungun di Pamatang Raya. “Waktu melapor, saya diminta membuat surat dari anak kandung saya. Kalau tidak salah, yang menerima laporan bermarga Sialoho. Tapi, sampai sekarang belum tau bagaimana tindaklanjut laporan itu,”  kata Santon Siahaan.

Lebih lanjut dijelaskan, setelah empat hari di rumah sakit, korban dibawa kedua orang tuanya ke Siantar dan tinggal di tempat kost, Jalan Kain Suji, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar.

TANGKAP PELAKU

Saat tinggal di Kain Suji itu, ayah korban akhirnya mencari informasi keberadaan  PPSD (Parsadaan Pomparan Somba Debata) Siahaan dan informasi tersebut sampai kepada Penasehat Utama Se Indonesia PPSD, DM Ater Siahaan (Op Panggoratua).

Selanjutnya, Keluraga Besar PPSD Siahaan melalui St  EM Siahaan dan Talpas Siahaan menjemput korban yang saat itu sedang terbaring lemah di kamar kost. Kemudian, bersama orang tua korban di bawa ke rumah  DM Ater Siahaan (Op  Panggoratua). J Hadir juga  Ketua PPSD Simalungun Prof  DR Sanggam Siahaan, Rabu (25/10/2023).

Korban bersama kedua orang tua dan PPSD Siahaan

“Kami  keluarga besar marga Siahaan Siantar Simalungun sangat menyesalkan kejadian penganiayaan berat terhadap ibu rumah tangga  yang ketepatan merupakan keluarga besar marga  Siahaan,” kata ATR Siahaan atau Op Panggoratua di rumahnya.

PPSD dikatakan  tidak dapat menerima kejadian tersebut. Untuk itu, pihak kepolisian  diminta secepatnya meringkus pelaku untuk diproses dan diberi hukum sesuai dengan perbuatannya.

“Kami tidak dapat mentolelir. Saya selaku Dewan Penasehat Utama PPSD Siahaan se Indonesia menghimbau seluruh marga Siahaan, bila menemukan pelaku lapor ke Polisi supaya diselesaikan dengan baik,” kata Op Panggoratua.

Dijelaskan juga, kondisi  orang gtua korban yang datang dari Riau sangat prihatin. Seyoginya korban belum pantas keluar dari rumah sakit. Namun, karena  keterbatasan dana, terpaksa dilakukan.

“Itulah yang kami sayangkan, hingga saat ini pelaku tak pernah melihat korban. Jadi atas kejadian ini, kepolisian diharap segera mengambil tindakan dan tangkap pelaku untuk diproses,” imbuh Op Panggoratua lagi.

Sementara, Prof DR Sanggam Siahaan mengaku sangat terkejut dan merasa prihatin setelah mengetahui peristiwa penganiayaan berat tersebut.  Apalagi korban dibacok sampai sembilan kali di beberapa bagian tubuh.

“Ini sangat memprihatinkan. Kami harapkan PPSD Siantar-Simalungun agar memantau dan turut mencari pelaku apalagi potonya sudah ada sama kita supaya segera ditangkap. Karena, kalau tidak ditangkap, bukan tidak mungkin kejadian ini akan terulang lagi,” katanya.

Senada dengan pernyataan St AM Siahaan didampingi tokoh marga Siahaan, Talpas Siahaan. Mengingat kejadian itu sebagai penganiayaan berat,  pelaku harus segera ditangkap. Apalagi pihak keluarga korban sudah membuat laporan ke Polres Simalungun.

“Pelaku penganiayaan berat yang dilakukan suami kepada istri kita minmta supaya segera ditangkap. Bukan hanya karena marga Siahaan, orang lain juga kalau melakukan seperti itu  sangat kita sesalkan apalagi terhadap perempuan. Jadi, polisi harus membela orang-orang yang teraniaya,”katanya didampingi E Siahaan.

Diinformasikan, saat ini, korban masih ditampung di salah satu rumah  PPSD Siahaan apalagi kondisi luka-lukanya belum sembuh dan harus tetap menjalani perawatan. Dalam waktu dekat, PPSD Siahaan juga akan menyampaikana permasalahan ini ke Polres Siantar untuk menjaga kemananan korban dan orasng tuanya kalau-kalau mendapat ancaman atau diburu pelaku. (In)

ShareSendShare

Berita Terkait

HEADLINE

Kaum Ibu Korban Koperasi “Bodong” Mengadu dan Menjerit di Depan PN Siantar, Desak BNI Kembalikan Rp4,2 Miliar  

27 April 2026 | 17:53 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Puluhan kaum ibu berterik-teriak dan menjerit di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Siantar. Minta agar kasus Koperasi Swadharma...

Read moreDetails
Gubernur Sumut dan Walikota Siantar
HEADLINE

Kalah Telak ! Pemprov Sumut , Dinas Pendidikan, Pemko Siantar & SMA Negeri 5 Kota Siantar, Wajib Bayar Ganti Rugi Rp40,7 Miliar

19 April 2026 | 21:52 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Setelah kalah telak lagi karena Peninjauan Kembali (PK) ditolak Mahkamah Agung (MA) sesuai Putusan Nomor 44 PK/Pdt/2026 terkait...

Read moreDetails
Duduki ruang Rapat Gabungan DPRD Siantar
HEADLINE

Unjuk Rasa Himapsi dan Saling: “Duduki Kantor DPRD Siantar dan Terobos Kantor Walikota” 

13 April 2026 | 16:47 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Unjukrasa Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun Indonesia (Himapsi) serta Sahabat Lingkungan (Saling) “memanas”. Massa aksi sempat menduduki kantor...

Read moreDetails
HEADLINE

Dumas “Mark Up” Pembelian Eks Rumah Singgah Rp14,5 Miliar: Kejari Siantar Periksa Sejumlah Pejabat Pemko

2 April 2026 | 15:23 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Pengaduan masyarakat (Dumas) soal dugaan mark up pembelian eks Rumah Singgah Covid 19 senilai Rp14,5 miliar yang disampaikan...

Read moreDetails
HEADLINE

Soal Dugaan Mark Up Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, DPRD Siantar Tunggu  Hasil Kajian Kejagung

18 Maret 2026 | 18:29 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Terkait Dugaan Penyimpangan Prosedur Administrasi dan Dugaan Mark Up Harga Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar...

Read moreDetails
HEADLINE

Demo Soal Dugaan Mark Up & KKN Rp14,5 Miliar di Kejagung “Panggil dan Periksa Walikota Siantar !”

13 Maret 2026 | 16:38 WIB

JAKARTA, SENTERNEWS Dugaan mark up pembelian eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar  tahun  2025 yang dilakukan Pemko Siantar sesuai...

Read moreDetails

Berita Terbaru

ANEKA RAGAM

STAI Samora Pematangsiantar Dukung Penuh Festival Anak Soleh Indonesia XIII

15 Mei 2026 | 19:26 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

IRT Meninggal Duduk dan Membusuk di Rumahnya, Dievakuasi Polsek Gunung Malela

15 Mei 2026 | 14:11 WIB
ANEKA RAGAM

Warga Heboh! Buaya Ditemukan di Tengah Jalan 

14 Mei 2026 | 21:46 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Lompat Tembok Rumah dan Kabur ke Ladang Ubi, Residivis Sabu Dibekuk Polsek Dolok Batu Nanggar

14 Mei 2026 | 20:30 WIB
ANEKA RAGAM

Krisis Kepercayaan Diri Mahasiswa Muslim di Era Digital: Analisis Ketergantungan Smartphone Dalam Perspektif Pendidikan Islam Kontemporer

14 Mei 2026 | 20:01 WIB
SEREMONIAL

Demi Peningkatakan Kemampuan Mahasiswa, STAI Samora Siantar Seminar “Public Speaking For Gen Z”

14 Mei 2026 | 08:59 WIB
ANEKA RAGAM

Kelompok Cipayung dan OKP di Siantar Tolak Hasil Musda KNPI XIV dan Desak Musda Luar Biasa

13 Mei 2026 | 22:35 WIB
ANEKA RAGAM

Meski Hujan Deras, Unjukrasa  di Kantor PLN Pematangsiantar Memanas

13 Mei 2026 | 16:55 WIB
ANEKA RAGAM

Simulasi Sispamkota : Personel Polres Siantar dan Pengunjukrasa Terlibat Bentrok  

13 Mei 2026 | 15:34 WIB
SEREMONIAL

Wisuda Lansia Dihadiri Walikota Siantar

13 Mei 2026 | 08:17 WIB
ANEKA RAGAM

PC FSP KEP SPSI Siantar Simalungun Demo di Depan Kantor Kanwil DJP Sumut II dan PT PLN Siantar

12 Mei 2026 | 21:41 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kabur Pakai Mobil Sedan, Dua Maling Anak Lembu Dimassakan dan Diserahkan ke Polres Simalungun

12 Mei 2026 | 20:51 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata