SIANTAR,SENTER NEWS
Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Siantar sangat strategis memajukan Kota Siantar. Karenanya, Komisi I DPRD Siantar minta agar seluruh potensi digali untuk diberdayakan. Terutama olahraga.
Pernyataan itu mencuat saat dilakukan Rapat Kerja Pembahasan Rancangan APBD Siantar Tahun Anggaran (TA) 2024. Untuk menggali dan memberdayakan potensi tersebut jelas butuh anggaran dan Komisi I menyatakan sepakat asal sesuai ketentuan, Selasa (24/11/2024).
Saat dilakukan pembahasan program yang sebelumnya disampaikan Plt Kadis Pariwisata, Hamam Sholeh, Komisi I sempat merasa heran adanya organisasi yang disebut Kormi (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia ) mengajukan anggaran untuk pelaksanaan program.
“Apa itu Kormi? Kenapa kita tidak mengetahui. Kalau ada pelantikan pengurus, kenapa kita tidak diundang?” ujar Ilhamsyah Sinaga yang memimpin rapat pembahasan R APBD Siantar TA 2024 menggantikan Ketua Komisi I Andika Prayogi Sinaga.
Pertanyaan serupa juga diajukan sejumlah personel Komisi I lainnya. “Bingung juga kita dengan Wali Kota, ada orangnya di Kormi tidak diberitahu kepada kita yang membidangi soal olahraga. Beda dengan Wali Kota sebelumnya, kalaupun ada ipar Wali Kota sebelumnya, informasi selalu terbuka kepada kita,” ujar Tongam Pangaribuan.
Selanjutnya, Hamam Sholeh menjelaskan, Kormi merupakan olahraga kreasi yang sudah cukup digemari. Antara lain, sepeda gunung, BMX, olah raga tradisional dan lainnya yang tidak berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Bahkan, ada cabang olahraga yang dipertandingkan pada Sea Games.
Lebih lanjut, Komisi I mempertanyakan soal program pengembangan olahraga dan Hamam Soleh mengatakan ada beberapa agenda olah raga yang sudah dirancang. Terlebih untuk olahraga bela diri.
“Event olahraga ada kita agendakan. Terutama potensi olahraga bela diri karena orang Siantar mungkin suka berkelahi. Untuk itu, ada kegiatan kita geser. Salah satunya lagi, arung jeram Sungai Bah Bolon,” kata Hamam Sholeh.
Khusus olahraga arung jeram, personel Komisi I DPRD Siantar malah ditantang Hamam Sholeh untuk menjajal arus Sungai Bah Bolon. Dan, Komisi I menyatakan tertarik melakukannya. Sekaligus melakukan survey.
“Kalau soal arung jeram memang sudah lama dibetitahukan. Tapi, soal undangan kita minta disampaikan secara tertulis dan memang cukup menarik dan menantang,” kata Andika Prayogi Sinaga sebagai ketua Komisi I.
Kemudian, terkait olahraga bela diri strategis dikembangkan karena Kota Siantar gudangnya atlit berprestasi. Bahkan, ada Ronald Siahaan yang baru-baru ini mengharumkan nama Kota Siantar dan menang di MMA.
“Jadi, olahraga bela diri di Siantar harus dimarakkan terus. Tapi, tentu butuh dukungan agar lahir atlit-atlit berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” kata Andika Prayogi yang dikenal sebagai Ketua Pengcab Karate Kala Hitam Kota Siantar.
Sebelumnya lagi, Tongam Pangaribuan menyatakan, karena olahraga merupakan salah satu potensi yang sangat strategis dikembangkan untuk melahirkan bibit-bibit muda berprestasi, anggaran untuk KONI yang hanya Rp 150 juta perlu ditambah.
“Kalau hanya Rp 150 juta kita pikir masih sangat kurang memadai. Apalagi banyak cabang olah raga berprestasi yang harus dibina,” kata Tongam Pangaribuan yang ternyata Ketua Percasi Kota Siantar.
Terkait dengan masalah anggaran, Jani Apohan Saragih mengatakan, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga diminta menjemput anggaran dari pemerintah atasan. Apalagi sudah ada Perda Riparkot Pariwisata.
Kemudian, Bintar Saragih juga menyatakan senada. Event-evnt pariwisata di Kota Siantar harus dilakukan sesering mungkin. Bahkan, siap mengajak pihak ketiga sebagai sponsor. “Saya punya adik sebagai sponsor yang tentunya dapat membantu pengembangan event pariwisata di Kota Siantar,” ujarnya.
Di penghujung rapat pembahasan Rancangan APBD Siantar TA 2024, pembangunan GOR yang akan dijadikan sebagai lokasi cabang olahraga Kig Boxing PON 2024 diingatkan kepada Hamam Soleh agar penyelesaiannya April 2024 benar-benar tepat waktu. (In)






