SIANTAR, SENTERNEWS
Karena sentra drainase berupa bubusan yang dinding dan lantainya telah roboh di Jalan Sigulang-gulang, Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar, Sri Wahyuni Silalahi sebagai warga setempat, merasa resah.
Pasalnya, kalau tidak segera ditanggulangi, rumah ibu rumah tangga di samping bubusan itu bakal ambruk. Apalagi bebatuan bekas material yang roboh telah menutupi drainase. Bahkan, saat hujan tiba, air yang mengalir deras semakin mengikis dinding drainase semakin melebar.
Setelah menerima informasi dari warga, politisi Partai Hanura Andika Prayogi Sinaga SE itu langsung berkoordinasi dengan Andrey Sinaga Ketua Tim APS 2 untuk segera turun ke lokasi, Selasa (28/11/2023).
Setiba di lokasi, Andrey Sinaga bersama Rio dari Tim APS 2, langsung menyaksaikan bahwa apa yang disampaikan warga tersebut benar adanya. Selain dinding dan lantai bubusan roboh dari tiga penjuru, bagian penutup drainase juga berlobang.
“Kondisi kerusakan cukup parah dan membahayakan,” kata Adrey Sinaga yang langsung berkoordinasi dengan Lurah Sigulang-gulang Andoharman Saragih dan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Kota Siantar di lokasi.
“Saya sangat resah dan kawatir. Kalau tidak segera ditanggulangi, rumah saya bisa ikut ambruk. Apalagi kerusakannya semakin melebar,” kata Sri Wahyuni Silalahi kepada Tim APS 2 dan Lurah serta pihak PUTR.
Setelah pihak Lurah dan PUTR mengamati kondisi drainase yang ambruk, pihaknya segera menyurati Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Siantar. Pasalnya, robohnya dinding bubusan dimaksud, termasuk kategori bencana.
“Kita segera menyurati pihak BPBD supaya segera merealisasikan perbaikan bubusan yang telah mengalami kerusakan ini,” kata Lurah Andohar Saragih.
Terpisah, Andika Prayogi Sinaga yang juga ketua Komisi I DPRD Siantar mengatakan, apa yang disampaikan keresahan warga yang disampaikan kepadanya tentu sangat karena rumahnya terancam ambruk kalau drainase tidak segera diperbaiki.
“Sebelum kerusakan semakin parah dan merembes ke rumah ibu Sri Wahyuni dan rumah warga lainnya, pihak terkait kita minta segera melakukan perbaikan. Kalau dibiarkan dan kerusakana semakion parah, biaya perbaikan juga semakin besar,” kata Andika Prayogi Sinaga.
Kemudian, hal yang cukup mengkawatirkan, saat hujan deras, air di bubusan akan melimpah. Sehingga, bukan hanya membuat dinding bubusan semakin rusak. Tapi, akan mempercepat kerusakan badan jalan yang digunakan untuk kepentingan umum. (Ro)






