SIMALUNGUN, SENTERNEWS
Polres Simalungun akan terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan semua lembaga terkait. Termasuk KPU dan Bawaslu, untuk menciptakan lingkungan yang kondusif selama pemungutan dan penghitungan suara.
Pernyataan itu disampaikan Kapolres Simalungun, AKBP Ronald FC Sipayung SH SIK MH melalui sambutannya saat KPU Simalungun gelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara yang diintegrasikan dengan penggunaan aplikasi Sirekap.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun itu, turut dihadiri Komisioner KPU Sumatera Utara Raja DR Ahab Damanik dan Bawaslu Simalungun, pengurus partai politik, para relawan dan masyarakat serta lembaga terkait lainnya, Rabu (27/12/2023).
“Kepolisian Resor Simalungun akan meningkatkan kehadiran dan pengawasan kami di TPS-TPS pada hari pemilihan nanti. Kami juga berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga, termasuk warga spesial seperti penyandang disabilitas, agar mereka dapat menggunakan hak pilihnya tanpa hambatan,” tegas Kapolres.
Sebelumnya, acara yang dimulai jam 07.30 Wib itu dimulai dengan simulasi pemungutan suara presiden, parlemen, dan regional yang melibatkan pemilih dari TPS 1 Nagori Rambung Merah.
Pada kesempatan itu Bawaslu Simalungun, Surya Indra Ariawan SH melalui sambutannya meminta masyarakat untuk berkolaborasi demi kesuksesan Pemilu tanpa pelanggaran.
Sementara, DR. Raja Ahab Damanik menyarankan untuk adanya skenario simulasi kasus spesifik. Termasuk pemilih disabilitas dan pemilih yang namanya tidak terdaftar di DPT. Tujuannya agar penyelenggara Pemilu bertindak profesional di hari pemilihan nanti.
KPU Kabupaten Simalungun yang menggelar acara tersebut menyatakan pentingnya simulasi ini bagi sosialisasi dan persiapan pelaksanaan pemilihan umum yang diharapkan. Peserta diajak untuk serius mengikuti proses simulasi dan tidak meninggalkan lokasi TPS selama kegiatan berlangsung.
Simulasi yang dijalankan tidak hanya sebatas pemungutan suara namun juga mencakup penanganan kasus-kasus khusus di TPS, seperti pemilih yang tidak terdaftar di DPT hingga kehadiran pemilih disabilitas.
Melalui simulaasi itu, KPU Kabupaten Simalungun berharap mendapatkan masukan untuk memperbaiki dan mematangkan proses Pemilu 2024 agar berjalan lancar dan demokratis. Sekaligus mengedepankan pelayanan yang inklusif dan aksesibel bagi seluruh lapisan masyarakat.(In)






