SIMALUNGUN, SIANTAR NEWS
Di malam menjelang dini hari itu, Sabtu (3/2/2024) sekira jam 00.55 Wib, masyarakat dikejutkan dengan kebakaran yang melanda rumah warga di Jalan Medan, Kelurahan Sinaksak, Kabupaten Simalungun. Persisnya, di samping Jembatan Sigagak.
Menurut keterangan sejumlah warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi kebakaran, mereka tersentak dari tidur setelah mendengar ada teriakan kebakaran. Saat keluar dari rumah, api ternyata sudah menyala besar.
“Ya, tadi malam itu, saya dan anggota keluarga keluar dari rumah dan melihat rumah Pak Asnan sudah terbakar. Kebetulan warga sudah banyak berkumpul,” ujar warga yang biasa dipanggil dengan sebutan Pak Kiki (46), Minggu pagi (4/2/2024).
Diinformasikan juga, saat kejadian itu, Pak Asnan (63) yang tinggal di rumah, sekaligus sebagai tempat berjualan itu, tidak mengalami luka karena saat api belum begitu membesar, sudah berada di luar rumah dan berteriak minta tolong.
“Awalya Pak Asnan tertidur dan saat api belum membesar dia sudah keluar sambil berteriak minta tolong,” kata Kepala Lingkungan setempat, Dermanson Silalahi sembari mengatakan bahwa keterangan dari Asnan, api diperkirakan berasal dari bagian dapur.
Saat api terus membesar seperti menjilat-jilat langit yang tampak cerah karena tiada hujan, warga berusaha menghubungi pemadam kebakaran (Damkar). Bahkan, sejumlah warga mengabadikannya melalui handphone untuk kemudian menyebar melalui media sosial.
Jelang beberapa saat, empat unit mobil Damkar dari arah Kota Siantar meluncur ke lokasi ditambah satu unit dari PT STTC. Dengan gerak cepat langsung menyemprotkan air dan api baru benar-benar ditaklukkan satu jam kemudian.
Remaja Ginting, Kepala Seksi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pematang Siantar mengatakan, api yang begitu marak membakar rumah terbuat dari papan dan jauh dari rumah lainnya itu diperkirakan berasal dari korsleting listrik.
Kerugian berkisar Rp 150 juta dan tidak ada korban jiwa,” ujarnya sembari mengatakan ada satu unit sepeda motor jenis metik yang terbakar dan tinggal rangka.
Pagi harinya, warga banyak yang menyaksikan bekas kebakaran rumah yang sudah rata dengan tanah itu. Bahkan, sepeda motor yang terbakar tinggal rangka, berusaha dipisahkan dari puing-puing kebakaran. (In)






