SIANTAR, SENTERNEWS
Anggota DPRD Siantar Andika Prayogi Sinaga SE, politisi Partai Hanura gelar sosialisasi tentang Peraturan Daerah (Perda) No 11 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah untuk Daerah Pemilihan (Kecamatan Siantar Barat dan Siantar Utara).
Kegiatan itu berlangsung di lapangan terbuka Jalan Padang Sisempuan, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, dengan jumlah peserta, sebanyak 250 orang dari sejumlah kelurahan, Kamis (19/06/2025)..
Camat Siantar Barat Erwan AR Saragih melalui sambutannya mengatakan, sosialisasi Perda No 11 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah tentu sangat positif. Setelah masyarakat memahami tentang Perda dimaksud, dapat turut menjaga lingkungan agar bebas dari sampah.
“Volume sampah yang diangkut memang cukup besar. Untuk itu, kalau ada permasalahan silahkan sampaikan pada pertemuan ini,” kata Camat Erwan AR Saragih didampingi Lurah Timbang, Sahrizal Hasibuan.
Sementara, Andika Prayogi Sinaga SE melalui sambutan pembukaan mengatakan, sosialisasi Perda No 11 Tahun 2012 itu merupakan tanggungjawab DPRD Siantar sebagai mitra dari Pemko Siantar yang sama-sama membahas Perda No 11 Tahun 2012.
“Sosialisasi ini pada dasarnya sebagai wadah pertemuan antara anggota dewan dengan masyarakat. Sekaligus memberi pemahaman tentang Perda pengelolaan sampah agar dipahami masyarakat,” kata Andika Prayogi Sinaga.
Lebih lanjut dijelaskan, masalah sampah memang selalu menjadi problema bagi masyarakat. Dengan adanya sosialisasi Perda pengeloaan sampah, masyarakat diharap dapat memberi solusi dan memahami permasalahan yang terjadi.
Sementara, Charles Siregar Plt Sekwan DPRD Siantar sebagai nara sumber yang memaparkan Perda No 1 Tahun 2012, pada dasarnya merupakan upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tetang pentingnya kebersihan dan keindahan lingkungan.
Seiring dengan pesatnya pertambahan penduduk, volume sampah menurutnya terus bertambah. Terutama sampah rumah tangga yang diproduksi. Baik sampai organik yang bisa diurai seperti sisa sayur mayur, maupun sisa makanan dan lainnya. Selain itu ada sampah non organik yang tidak bisa diurai seperti botol berbahan plastik dan lainnya.
“Kalau pengangkut sampah rumah tangga di gang memang ada tak terjangkau truk dari Dinas Lingkungan Hidup dan urusan pihak kelurahan yang diangkut menggunakan gerobak sampah,” beber Charles lagi.
Disinggung juga soal retribusi sampah yang dipungut dari masyarakat melalui pembayaran rekening air sebagai kewajiban. “ Intinya, sampah yang dibuang sembarangan bukan saja tidak elok di pandang mata, lebih dari itu berpotensi menimbulkan penyakit,” beber Charles. Disinggung juga tentang proses pengangkutan sampah dari tepat pembuangan Sementara (TPS) sampai ke pembuagan akhir di Tanjung Pinggir.
Saat dilakukan tanya jawab, masyarakat mengaku membutuhkan tong sampah karena bak pembuangan sampah ada sudah diganti menjadi taman karena bak pembuangan sampah itu menimbulkan masalah terhadap lingkungan.
Seperti disampaikan warga Kelurahan Banjar, Hj Ria Amaidah. “Bak sampah sudah tidak ada dan kami minta supaya sampah diangkut dengan baik,” harapnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Camat Siantar Barat mengatakan, soal pengangkutan sampah kerap tidak maksimal karena keterbatasan sarana dan prasaran. Namun demikian, akan tetap diupayakan semaksimal mungkin.
Sementara, Andika Prayogi mengatakan, tenaga pengangkut sampah sulit didapat karena ketiadaan honor. Untuk itu, masyarakat ditawarkan memberi sumbangsih sebagai swadaya sebagai upah untuk petugas pengangkut sampah. Dan, masyarakat menyatakan setuju saja asal kinerjanya baik.
Setelah menyampaikan berbagai masalah sampah, masyarakat malah menyampaikan berbagai aspirasi lain terkait lampu jalan di sejumlah gang yang tidak berfungsi karena padam.
Untuk itu, Andika Prayogi kalau ada lampu yang padam, masyarakat diharap patungan untuk membeli bola lampu karena pengelolaan lampu di dalam gang diserahkan kepada masyarakat.
Namun demikian, kalau ada yang rusak, silahkan disampaikan kepada Andika Prayogi untuk ditindaklanjuti kepada dinas terkait.
“Semoga soslisasi yang kita laksanakan hari ni bermanfaat dan apa yang sudah disampaikan masyarakat sebagai masukan segera diupayakan agar secepatnya direalisasi,” kata Andika Prayogi didampingi istri Indah Lestari menutup sosilisasi yang dipandu moderator Andrey Sinaga . (Ad)






