SIMALUNGUN, SENTER NEWS
Soal ajal tidak ada yang mengetahui kapan dan dimanapun manusia itu berada. Terbukti, saat bermain badminton, anggota DPRD Simalungun H Badri Kalimantan SE MM (61) justru dipanggil Sang Khalik untuk selamanya, Sabtu (10/6/2023) sekira jam 09.00 Wib.
Meninggalnya anggota DPRD Simalungun yang juga pengurus Majelis Ulama Indonesia Kota Siantar dan Penasehat Muhammadiyah Kota Siantar itu sangat mengejutkan berbahagai kalangan.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah keluarga dan teman dekat, setiap Sabtu pagi, almarhum bersama sejumlah temannya selalu bermain badminton di salah satu lapangan sekitar kelurahan Banjar, Kota Siantar.
“Saat ada bola tinggi, almarhum sempat melompat melakukan smas, Saat kakinya turun ke lapangan masaih biasa. Setelah itu, malah terduduk dan kakinya kejang,” ujar Sugiarto salah seorang pengurus PD Muhammadiayah di rumah duka, Jalan Cempaka, Nagori Pamatang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.
Dijelaskan, sebelum dibawa ke rumah sakit Rasyida, dada almarhum sempat dipompa dan almarhum sempat mengucapkan dua kalimat sYahadat. Saat tiba di rumah sakit, ternyata sudah tidak ada.
Dari hasil perkawinan dengan sang istri Tiara br Simarmata, almarhum meninggalkan empat orang anak dan dua orang cucu. “Paling di Medan, nomor dua di Tangerang, ketiga di Kisaran dan anak perempuan paling kecil tinggal bersama orang tua,” ujar Sugiarto lagi.
Sementara, pihak keluarga mengatakan, usai Sholat Asyar, jenazah disholatkan di Masjid terdekat dan jenazah akan dikebumikan di kampung halamannya, Nagori Bandar Malela, Kecamatan Bandar Malelea, Kabupaten Simalungun.
Sebelum pemberangkatan, telah disusun tertib acara seperti pembacayaan riwayat hidup, ucapan belasungkawa dari PD Muhammadiyah Siantar-Simalungun, Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Siantar, DPRD Simalungun dan Bupati Simalungun.
Pantauan di rumah duka, berbagai kalangan tampak melayat. Selain anggota DPRD Siantar dan Simalungun khususnya dari Partai Gerindra, tampak para pengurus MUI Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun, tokoh masyarakat, tokoh agama, sejumlah birokrat maupun kalangan masyarakat.
Ketua DPD Partai Gerindra Kota Siantar, Gusmiyadi saat berada di rumah duka mengatakan, almarhum merupakan guru, sekaligus bapak dan abang baginya. Almarhum dikatakan memiliki pengalaman lengkap. Pernah sebagai Dirut PDAM Kota Siantar, politisi Partai Gerindra, pengurus Muhammadiyah dan jabatan lainnya. Sehingga, merasa sangat kehilangan.
“Sebagai orang baru di Partai Gerindra, saya banyak mendapat nasehat dan berbagi pengalaman dengan almarhum yang sangat getol mempubliksikan potensi Kabupaten Simalungun kepada DPRD Sumatera Utara,” ujar Gusmiyadi yang juga anggota DPRD Sumatera Utara.
Kabag Humasy Perumda Tirta Uli, Jimmiu Simatupang mengatan, semasa almarhum Dirum PDAM Tirta Uli, diangkat menjadi Kabag Perencanaan Super Visi. “Almarhum selalu berkomunikasi kepada saya kalau ada gangguan pelayanan air minum. Tolong dibantu ya, begitu kata almarhum,” ujarnya
Sementara, sejumlah tokoh agama mengatakan, almarhum dapat menjadi contoh bagi masyarakat. Bahkan, melalui Whats App group, selalu mengingatkan anggota group untuk melakukan sholat tahajjud.
“Almarhum yang selalu mengingatkan saya untuk sholat tahajjud karena sekitar jam 03.00 Wib menjelang pagi selalu mempositing kata, Ayo tahajjud,” ujar Al ustadz M Syarif Ritonga sembari mengatakan bahwa almarhum banyak memberi inspirasis kepada banyak orang.
“Selamat jalan Bapak Badri Kalimantan. Semoga ditempatkan dengan sebaik-baiknya di sisi Allah SWT,..”. (In)






