SIANTAR, SENTER NEWS
Sebanyak 464 Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dari 17 partai politik (Parpol) telah diterima KPU Siantar untuk memperebutkan 30 kursi di DPRD Siantar pada Pemilu 2024 mendatang.
Komisioner KPU Siantar, Nurbaiyah Siregar dari Devisi Hukum dan Pengawasan membenarkan, ada 464 Bacaleg dari 17 Parpol yang diterima KPU Siantar sampai pendaftaran berakhir, Minggu (14/5/2023) lalu.
“Dari 464 Bacaleg yang diantaranya 30 persen perempuan, akan ditetapkan menjadi Caleg kalau setelah verifikasi administrasi berkasnya lengkap. Kalau melihat jumlah Bacaleg sebanyak 464 orang, berarti tak sampai 7 pesen yang mendapat kursi, “ ujarnya, Kamis (18/5/2023).
Dengan kecilnya persentase Bacaleg yang akan mendapat kursi itu, persaingan pada Pemilu 2024 mendatang tentu berlangsung ketat. Apalagi seluruh Parpol telah menentukan target perolehan kursi dan itu disampaikan kepada pers saat menyerahkan berkas ke KPU Siantar.
PDI Perjuangan yang saat ini memiliki 8 kursi, menetapkan target 11 kursi pada Pemilu 2024 mendatang. Partai Golkar dengan 5 kursi menargetkan 9 kursi. Partai Hanura dan Partai NasDem yang sama-sama memiliki 4 kursi, menargetkan 6 kursi.
Selanjutnya, Partai Gerindra pada Pemilu 2024 minimal mendapat lebih dari 3 kursi (1 Fraksi) dari yang ada sekarang. Demikian juga Partai Demokrat dan PAN dengan Ketua Susanti Dewayani yang juga Wali Kota Siantar dengan 2 kursi, minimal mendapatkan 1 fraksi atau lebih.
Sementara, Parpol yang tidak memiliki kursi di DPRD Siantar seperti PPP, PKS, PKB, PBB dan Parpol baru seperti Perindo, Partai Ummat, Partai Gelora, Partai Buruh, PSI dan PKN, tetap memasang target maksimal 3 kursi.
“Yah, setiap Parpol sah-sah saja menetapkan target dan itu biasa sebagai penyemangat untuk mencapai hasil maksimal,” ujar Ketua HMI Siantar-Simalungun, M Syafii sembari menyatakan, persaingan mencapai target tidak dukup hanya kerja keras. Tetapi perlu kost yang juga tidak sedikit.
“Kalau fenomena yang terjadi seperti Pemilu sebelumnya, persentase pemilih yang transaksional masih cukup tinggi. Jadi, semua tidak lepas dari masalah uang. Itu sudah rahasia umum kalau money politik menjadi faktor penting mendapatkan kursi,” ujarnya.
Soal transaksional malah pernah disampaikan Ketua PPP Kota Siantar, Abbas Gani Pane. Meski PPP merupakan partai lama tetapi tidak punya kursi di DPRD Siantar, tetap menargetkan 3 kursi.
“Kita mengajukan 25 Bacaleg untuk DPRD Siantar dengan target memperoleh 3 kursi. Tapi, kita tidak berani atau tidak mampu transaksional,” ujarnya. (In)






