SIANTAR, SENTERNEWS
Dengan menyisihkan uang jajan, tangan tangan mungil anak anak SD Negeri 124392 Pematangsiantar, ikhlas menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Bantuan dari anak-anak SD yang mengenakan seram putih merah itu diserahkan ke Posko Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Siantar. Antara lain, mie instan dan bantuan dana, sebagai sikap solidaritas dari uang jajan anak-anak SD yang berwajah polos, Senin (8/12/2025).
Selain itu, para abang ojol yang memutar kehidupan dari roda di jalanan juga menyerahkan donasi berupa sembako, roti, mie instan dan air mineral. Hal itu melengkapi bantuan yang selama ini di terima dari jemaah masjid, atau warga dan organisasi.

Rony Sinaga koordinator relawan penggalangan bantuan bencana Sumatera mengatakan, melalui sikap solidaritas yang diperlihatkan itu, menjadi bukti bahwa kemanusiaan tidak mengenal usia atau profesi.
“Anak kecil yang baru belajar membaca dan abang ojol yang bergelut dengan panas dan hujan, sama-sama menjadi teladan kepedulian,” kata Ronny sembari mengatakan, gerakan kemanusiaan itu sebagai cermin, anak SD dan abang ojol yang menunjukkan wajah solidaritas yang tulus.
“Mereka mengajarkan bahwa tangan mungil bisa membawa harapan, dan roda motor bisa mengantarkan doa. Sementara perusak hutan sebagai penyebab bencana diingatkan bahwa kerakusan mereka adalah pengkhianatan terhadap masa depan,” kata Rony lagi.
Di jelaskan, di balik kepolosan anak-anak dan ketulusan para pekerja jalanan, bencana itu juga menjadi teguran keras bagi tangan-tangan kotor yang merusak hutan. Pohon yang ditebang tanpa nurani, tanah yang digunduli demi keuntungan sesaat, telah menjelma menjadi banjir dan longsor yang merenggut rumah serta harapan.
“Setiap bantuan yang kami kirim bukan hanya untuk meringankan beban, tapi juga doa agar manusia kembali sadar bahwa hutan adalah kehidupan,” ujar Rony terharu.
Rasa haru juga disampaikan Efendi Siregar sebagai ketua MPD BKPRMI yang turut mendampingi, Roni Sinaga. Dikatakan, anak SD dan Abang Ojol merupakan cermin solidaritas Kota Siantar yang melengkapi pengiriman bantuan kemanusiaan.
“Bagi kami, ini tidak berhenti hanya dalam wajah solidaritas. Jauh dari itu, ini adalah teguran dan pukulan kepada penguasa yang rakus mencuri sumber daya alam. Karena, banyak teman mereka anak anak SD yang tidak bisa belajar dan abang ojol yang tak lagi mampu memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Ini pukulan untuk pejabat negara,” papar Efendi.
Bahkan, sikap anak SD dan abang Ojol itu dikatakan tidak sekadar laporan kegiatan. Tetapi seruan moral untuk belajar dari anak-anak kecil yang memberi dengan hati. Belajar juga dari abang ojol yang berbagi meski hidupnya sederhana.
Relawan lainnya mengatakan, hentikan tangan-tangan kotor yang menebang doa bernama hutan. Karena kemanusiaan sejati bukan hanya tentang memberi bantuan. Tetapi juga menjaga bumi agar tetap menjadi rumah yang aman bagi generasi mendatang.
Sekedar informasi, sejak Jumat (28/11/2025) hingga, Senin (8/122/2025), masyarakat Kota Siantar melalui organisasi Islam seperti BKPRMI, PMII, Ansor, WI, MDDII, Perguruan tinggi Islam SAMORA, DMI, dan PCNU di bawah naungan MUI Kota Siantar, sudah enam kali mengirimkan bantuan kemanusiaan ke daerah terdampak.
Masing-masing, ke Langkat, Sibolga, Tapanuli Tengah, Lhokseumawe, dan Aceh Tamiang. Bantuan yang dikirim meliputi makanan, obat-obatan, pakaian, selimut, dan berbagai kebutuhan pokok. (In)






