SIANTAR, SENTERNEWS
Diduga karena ada anak-anak bermain api yang ditinggalkan bapaknya, rumah Suditro Telembanua (44) di Jalan Durian, sebelah Sopo Siantar, Kelurahan Marihat Jaya, Kecamatan Siantar Marihat terbakar, Selasa (6/2/2024) sekira jam 11.00 Wib.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, saat api sudah menyala dan membakar bagian dalam rumah permanen itu, warga langsung heboh dan berteriak kebakaran. Dalam hitungan menit, masyarakat berhamburan. Namun, karena angin kencang dan siang itu panas terik, api begitu cepat menyala.
Kemudian, ada menghubungi pihak pemadam kebakaran (Damkar). Jelang beberapa saat, empat unit dari Pemko Siantar tiba di lokasi melakukan pemadaman dengan menyemprotkan air ke arah kobaran api yang berhasil ditaklukkan sekira sejam kemudian.
Menurut saksi mata, Jany Hutabarat (37) awalnya masyarakat terkejut saat melihat ada kepulan asap dari dalam rumah diiringi dengan kobaran api yang kemudian merembes ke bagian dapur.
“Kami sempat terkejut melihat ada empat orang anak pemilik rumah itu keluar sambil menangis-nangis berteriak ada api yang sudah mulai membesar,” kata saksi mata tersebut.
Lebih lanjut dikatakan, anak-anak yang berada di rumah sengaja ditinggalkan bapaknya yang bekerja sebagai petugas kebersihan di Pasar Dwikora atau Pajak Parluasan Kota Siantar.
“Bapak ayah anak-anak itu langsung dihubungi warga. Saat datang, melihat rumahnya sudah terbakar,” kata warga yang mengatakan bersyukur api berhasil dipadamkan meski rumah tinggal puing-puing dan tidak sempat merembes ke rumah tetangga lainnya.
Remaja Ginting Kasi Ops Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Siantar menyatakan, kerugian materil diperkirakan lebiuh dari seratus juta. Sedangkan korban jiwa nihil. Demikian juga korban luka.
Sedangkan penyebab kebakaran diperkirakan berawal dari anak pemilik rumah berusia 6 tahun bermain api di belakang rumah. Karena angin berhembus kencang dan cuaca panas, api begitu cepat marak dan merembes ke bagian lain dan menghanguskan rumah berserta isinya.
Remaja Ginting sembari mengatakan bahwa anak-anak yang sempat berada di dalam rumah itu, lari ke rumah tetangga. Dijelaskan juga, anak-anak itu memang selalu ditinggalkan orang tuanya yang berangkat kerja pagi dan pulang sore hari. Untuk itu, masyarakat dihimbau agar tidak meninggalkan anak saat rumah sedang ditinggalkan. Lebih baik dititipkan kepada tetangga. (Ad)






