Oleh: Maryam Sarinah M.Ag
Senang dalam melakukan kebaikan terhadap sesama merupakan sebuah karunia Ilahi dan sebuah pemberian yang penuh berkah dari Allah SWT.
Untuk memperoleh kebahagiaan, rasa aman dan ketenangan maka setiap hamba dituntut untuk melakukan sifat-sifat mulia dan tindakan-tindakan yang baik.
Dalam bahasa Arab, kebahagiaan disebut as-sa’dah, yang berarti ketenteraman, keberuntungan, dan kebaikan yang menyeluruh. Al-Qur’an menjelaskan bahwa kebahagiaan bukan hanya bersifat material, tetapi mencakup ketenangan hati, keberkahan hidup, serta keselamatan di dunia dan akhirat.
Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”.
Kebahagiaan dapat diraih dari hubungan baik dengan Allah. Diantaranya:
1.Mendekatkan Diri Kepada Allah
Taqwa secara etimologi adalah suatu perkara yang mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjauhi seluruh larangan baik konkrit atau abstrak.
Taqwa adalah kunci utama kebahagiaan. Allah berjanji memberikan jalan keluar dan kemudahan bagi orang bertakwa. Taqwa melahirkan ketenangan batin dan keberkahan dalam hidup.
Allah SWT Berfirman dalam QS. Ath-Thalaq ayat 2-3: “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”.
2.Mengikuti Petunjuk A-Qur’an
Al-Qur’an Sebagai Petunjuk
Al-Qur’an adalah sebagai sumber petunjuk hidup yang benar bagi manusia yang ingin meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Allah SWT berfirman dalam QS. At-Thaha ayat 123: “Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka”.
Disebutkan sebagai petunjuk, rahmat dan kabar gembira secara khusus, pertanda teramat pentingnya perkara tersebut. Adapun petunjuk adalah penjelasan mengenai pelurusan akidah dan pemikiran serta penyelamatannya dari kesesatan.
Al-Qur’an Sebagai Nasehat
Al-Quir’an berfungsi sebagai nasehat untuk memperbaiki karakter dan perilakui manusia menjadi lebih baik, positif, dan bermanfaat.
Al-Qur’an Sebagai Obat Penyembuh
Al-Qur’an memiliki peran penting sebagai obat dalam mengobati penyakit-penyakit individual maupun sosial, seperti stres, kegundahan, fanatisme, hedonisme, korupsi dan krisis moralitas. Al-Qur’an berfokus pada perbaikan hati karena hati yang sehat akan menghasilkan jiwa yang bersih, fikiran yang sehat dan tubuh yang sehat.
Allah SWT berfirman dalam QS. Yunus ayat 57: “Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi sesuatu (penyakit) yang terdapat dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang mukmin”.
Al-Qur’an Sebagai Penyempurna Kitab-Kitab Sebelumnya
Al-Qur’an memiliki fungsi penting sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya dengan tiga tugas utama yaitu membenarkan adanya kitab-kitab suci terdahulu, meluruskan hal-hal yang telah diselewengkan dan menjadi kitab alternatif untuk kitab-kitab suci yang pernah ada.
Al-Qur’an Sebagai Sumber Pendidikan
Al-Qur’an berperan sebagai sumber normatif yang mendasari teori pendidikan Islam. Al-Qur’an menyediakan dasar untuk menurunkan konsep-konsep pendidikan yang utuh, tidak hanya mengasah kemampuan intelektual tetapi juga membentuk karakter, moral dan spiritual manusia.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-An’am ayat 38: “Tidak ada seekor hewanpun (yag berada) di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat (juga) seperti kamu. Tidak ada satupun yang kami abaikan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhannya mereka dikumpulkan”.
3.Mensyukuri Nikmat Allah
Kata syukur berasal dari bahasa Arab Syakara yang artinya berterimakasih kepada Allah SWT. Selain itu kata syukur mengandung arti hati yang menggambarkan tentang nikmat dan menampakkannya ke permukaan. Syukur merupakan kualitas hati yang harus diraih dan dimiliki oleh setiap umat manusia, dengan bersyukur maka akan senantiasa dilipat gandakan rasa damai, tentram, dan bahagia.
Allah SWT berfirman dalam QS. Ibrahim ayat 7 : “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
4.Menjaga Hubungan Sesama Manusia
Islam bukan sahaja mendidik umat muslim membina hubungan dengan Allah (hablun minallah) semata-mata, namun sangat mementingkan hubungan dengan manusia juga (hablun minannas) karena sesama muslim telah diikat oleh Allah SWT dengan tali ukhwah Islamiah.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra’ ayat 53: “Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia”.
Kebahagiaan akan tumbuh dalam masyarakat apabila kita mampu berkata baik, saling menghormati dan berbuat baik terhadap sesama.
5.Sabar Dalam Menghadapi Ujian
Sabar (al–shabru) menurut bahasa adalah menahan diri dari keluh kesah. Bersabar artinya berupaya sabar.
Diantara ciri orang yang beriman adalah bersabar ketika menghadapi berbagai kesulitan. Bersabarlah karena Allah, sebagaimana sabarnya orang yang yaqin akan datangnya kemudahan, mengetahui tempat kembali yang baik dan mengharapkan pahala.
Seberapun besar permasalahan yang timbul tetaplah bersabar. Karena kemenangan itu sesungguhnya akan datang bersama kesabaran, jalan keluar datang bersama kesulitan dan setiap kesuliatan itu ada kemudahan.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 153 : “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.
6.Memperbanyak amal Shalih
Amal shalih adalah setiap perbuatan yang dikerjakan dengan niat yang ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntunan syari’ah. Perbuatan ini tidak terbatas hanya pada ibadah mahdhah seperti sholat dan puasa. Akan tetapi mencakup segala bentuk kegiatan sosial seperti sedekah, menolong sesama, menuntut ilmu, menahan amarah dan berlaku adil.
Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 97: “Barang siapa mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Kami akan beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
Cara Memperbanyak amal shalih diantaranya:
a.Memperbaiki niat, Setiap amal yang dilakukan hanya mengharapkan ridha dari Allah SWT.
b.Memperbanyak ibadah wajib dan sunnah, seperti Sholat tepat waktu, melaksanakan puasa sunnah dan membaca Al-Qur’an.
c.Rutin Bersedekah, meskipun dengan nominal yang kecil.
d.Menjaga lisan dari ghibah, dusta dan memperbanyak berzikir kepada Allah, karena salah satu sebab ketenangan hati dan fikiran adalah beristighfar kepada Dzat yang memiliki keagungan.
e.Menolong sesama manusia baik secara fisik, finansial dan emosional.
f.Memanfaatkan waktu luang dengan kebaikan, seperti menghadiri Majlis Ta’lim, membuat konten yang bermanfaat.(Penulis Dosen Dosen STAI Samora Pematangsiantar)






