SIMALUNGUN, SENTER NEWS
Kalau saja personel Bhabinkammtibmas dan Babinsa tidak cepat tanggap dan tidak langsung meluncur ke lokasi, mungkin saja nyawa Hendra Syahputra yang mencoba melakukan aksi bunuh diri tidak tertolong.
Ceritanya, Bhabinkamtibmas Polsek Bosar Maligas Aipda Surya Atmaja dan Babinsa Ramil 07 BM, Sertu Chandra Alfian, tiba-tiba menerima telepon dari Pangulu Tanjung Rapuan, Darmanto yang mengatakan ada warga berusaha melakukan aksi bunuh diri dapur rumahnya, Huta 1 Rapuan Ilir, Nagori Tanjung Rapuan, Kecamatan Ujung Padang, Minggu (3/12/2023).
Lantas, keduanya langsung meluncur ke rumah yang disebutkan. Dan, Hendra Syahputra ditemukan tergeletak dalam keadaan lemah di bagian dapur rumahnya. Bahkan, ditemukan juga satu kotak anti nyamuk cair dan anti nyamuk bakar.
Tanpa menunggu lama, lelaki berusia 34 tahun itu langsung dilarikan ke Puskesmas Ujung Padang. Setelah mendapat penanganan medis, lelaki yang tidak punya pekerjaan tetap itu akhirnya berhasil ditolong dan lambat laun mulai pulih meski kondisinya masih lemah dan wajahnya tampak pucat. Setelah dipastikan semakin sehat, dibawa pulang ke rumahnya.
Menurut keterangan pihak kepolisian dari Polsek Bosar Maligas, pertama kali menemukan warga yang berusaha melakukan aksi bunuh diri itu, ibunya sendiri, Poniem (62) yang melangkah masuk ke bagian dapur, sekira jam 08.00 Wib pagi.
Tanpa diduga, perempuan itu melihat tubuh anaknya tergeletak lemah dan dari mulutnya keluar cairan berbusa. Selanjutnya, temuan itu disampaikan kepada tetangga dan sampai kepada Pangulu yang diteruskan kepada personel Bhabinkamtibmas serta Babinsa.
Informasi yang diperoleh kepolisian dari pihak keluarga, beberapa hari belakangan ini, Hendra Syahputra selalu menyendiri dan seperti melamun atau malah berhalusinasi.”Warga yang berhasil diselamatkan itu diduga mengalami depresi dan halusinasi,” kata Aipda Surya Atmaja didampingi Sertu Chandra Alfian.
Saat berada di rumahnya dan di depan keluarga, Hendra Syahputra mendapat arahan dan bimbingan agar tidak larut dalam permasalahan yang dihadapinya. Demikian juga kepada keluarga dan masyarakat agar selalu mengawasi untuk mencegah agar kejadian serupa tidak terulang.
Terpisah, AKP Restuadi, SH, Kapolsek Bosar Maligas menyampaikan apresiasi atas kerja cepat dan sigap dari para personilnya. “Betapa pentingnya solidaritas dan kepedulian masyarakat terhadap sesama, khususnya dalam menanggapi isu-isu mengenai kesehatan mental,” ujarnya.
Insiden itu dikatakan menambah kesadaran tentang pentingnya dukungan terhadap individu yang mengalami krisis psikologis dan kebutuhan akan intervensi tepat waktu untuk mencegah tragedi lebih lanjut. (In)






